Menu

Mode Gelap
SMPN 259 Jakarta Angkat Isu Bullying Lewat Film Pendek Suara di Kepala Bimo Peringatan Maulid Malam ke-39 di Masjid An-Nur: “Belum Jatuh Cinta pada Rasulullah? Maulid Kita Belum Berefek!” KAI Gagalkan Dugaan Pencurian Kabel Bonding di Stasiun Kampung Bandan PELNI Gelar Fleet Safety Excellence Award 2026 Kemenhub Perkuat Kesiapan Awak Kapal PELNI Hadapi Situasi Darurat Pegayon Angkat Motif Pepir Gayo, Forum Budaya Disiapkan untuk Hidupkan Seni di Kem Seni Antara

EKOBIS

Tak Hanya Karet, PTPN I kini Perkuat Pemasaran Produk Retail

badge-check


 Tak Hanya Karet, PTPN I kini Perkuat Pemasaran Produk Retail Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Restrukturisasi organisasi pada BUMN Perkebunan yang menempatkan PTPN I (Persero) sebagai Supporting Co direspons dengan refocusing strategy.

Meski masih ditopang  karet sebagai komoditas utama, manajemen menggenjot komoditas skunder dan tertier sebagai prospek masa depan.

Teh, kopi, tembakau, dan beberapa produk pangan end user terus melakukan penetrasi pasar retail.

Sebanyak 15 ribu titik penjualan produk eceran di seluruh Indonesia telah bekerja sama dengan PTPN I. Mulai dari supermarket, minimarket, toko grosir, warung, hingga berbagai platform market place telah menjual produk-produk yang dihasilkan.

Hotel-hotel berbintang dalam jaringan hospitality internasional juga telah menggunakan produk PTPN I, terutama produk teh, kopi, dan gula. Juga banyak kafe dan tempat-tempat nongkrong eksklusif yang mengandalkan kopi dan teh premium dari PTPN I.

Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras menyebutkan, PTPN I yang mendapat mandat untuk mengelola rupa-rupa komoditas eks PTPN tertantang kreativitasnya.

“Meskipun akan berkompetisi sangat ketat dengan produk retail sejenis dari jaringan internasional, PTPN I yakin akan mendapat tempat di hati masyarakat Healthy lifestyle,” kata Rivai, Jumat (31/7/2026).

Ini akan menjadi celah masuk yang sangat ideal, berlanjut, dan masa depan pola konsumsi masyarakat.

“Di sektor retail ini memang sangat ketat. Produsen swasta sudah sangat padat dan kompetisinya juga sangat ketat. Tetapi, kami berkeyakinan punya market share cukup besar dengan mengandalkan kualitas terbaik, diproduksi dari negeri sendiri, dan edukasi konsumen. Ini sudah kami buktikan dengan pertumbuhan pasar yang cukup signifikan dalam dua tahun terakhir,” kata Bro Rivai, sapaan akrab Dirut jebolan Program Doktoral Ilmu Politik Universitas Indonesia itu.

Dia, menjelaskan penguatan bisnis retail menjadi salah satu basis transformasi Perusahaan. Yakni, dari yang berbasis komoditas menuju perusahaan agribisnis modern yang menghasilkan produk bernilai tambah.

“Transformasi bisnis retail menjadi bagian penting dalam perjalanan PTPN I. Kami ingin memastikan produk perkebunan yang berasal dari kebun sendiri dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui merek yang kuat, kualitas yang terjamin, serta inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen,” kata dia.

Menurut Rivai, penguatan pasar retail ini juga bagian dari hilirisasi sebagaimana program pemerintah.

Tampil di pasar retail, kata dia, menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing industri perkebunan nasional. Melalui pengembangan produk olahan, penguatan merek, dan perluasan pasar, komoditas perkebunan tidak hanya memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, tetapi juga mampu menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Untuk produk teh, PTPN I mencatat pertumbuhan penjualan retail sebesar 12 persen sepanjang 2025. Kinerja tersebut didukung strategi pengembangan produk melalui kehadiran varian specialty tea, seperti teh putih dan teh hijau premium, yang menyasar segmen konsumen dengan preferensi terhadap produk berkualitas tinggi.

Sementara itu, produk kopi kemasan PTPN I mengalami peningkatan permintaan seiring dengan berkembangnya tren konsumsi kopi rumahan. Produk kopi dengan konsep single origin dari perkebunan sendiri, baik Arabika maupun Robusta, mendapatkan respons positif dari pasar karena menawarkan karakter cita rasa khas dari daerah asalnya.

Untuk produk gula retail, PTPN I terus menjaga ketersediaan gula kemasan ukuran 1 kilogram sebagai bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung stabilitas pangan nasional.

Melalui jaringan distribusi yang semakin luas, perusahaan berupaya memastikan produk gula dapat tersedia secara merata di berbagai wilayah.

Ditambahkam Rivai, peningkatan daya saing produk retail PTPN I tidak terlepas dari penerapan strategi digitalisasi, inovasi kemasan, serta penguatan standar kualitas produk.

“Perusahaan terus mengembangkan kanal penjualan digital melalui official store di berbagai platform marketplace dan memperkuat integrasi sistem stok digital dengan jaringan distributor daerah,” ungkapnya.

Kepercayaan konsumen dibangun melalui kualitas yang konsisten. Karena itu, aspek mutu, sertifikasi, inovasi kemasan, dan pengalaman pelanggan menjadi perhatian utama PTPN I dalam mengembangkan produk retail yang berkelanjutan.

Selain penguatan kanal
pemasaran, PTPN I juga terus menjaga standar kualitas melalui berbagai sertifikasi, termasuk Halal, SNI, dan ISO, sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap keamanan dan kepercayaan konsumen.

PTPN I juga memperkuat sinergi antar-BUMN melalui kolaborasi dengan jaringan distribusi pangan nasional untuk memperluas akses pasar dan memastikan produk perkebunan perusahaan semakin mudah dijangkau masyarakat.

Tahun ini, PTPN I menyiapkan pengembangan produk retail baru yang mengusung konsep healthy lifestyle serta memperluas pasar ekspor produk kemasan ke kawasan Asia Tenggara.

Strategi tersebut menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam memperkuat posisi sebagai perusahaan agribisnis modern yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah dan berdaya saing global.

“Ke depan, PTPN I akan terus memperkuat transformasi bisnis dengan menghadirkan produk perkebunan yang unggul, inovatif, dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Kami ingin menjadikan PTPN I tidak hanya kuat dari sisi produksi, tetapi juga memiliki daya saing dalam menghadirkan produk hilir berkualitas,” tutup Rivai. (omy)

 

Baca Lainnya

PELNI Gelar Fleet Safety Excellence Award 2026

20 September 2026 - 16:42 WIB

Kinerja 2025 Moncer, Pelindo Naik 3 Peringkat di Fortune Indonesia 100

20 September 2026 - 13:49 WIB

Kuartal II-2026, GMF Bukukan Pertumbuhan Pendapatan 51%

20 September 2026 - 13:18 WIB

Mantap, 47 Hotel dan Resor Indonesia Masuk List Teratas Global Michelin Guide

20 September 2026 - 12:50 WIB

IDSurvey Resmikan Arunika Lounge, Perluas Akses Pasar dan Perkuat Daya Saing UMKM Binaan

19 September 2026 - 19:07 WIB

Pelita Air Bagikan Ratusan Tiket Nonton Gratis MotoGP di Mandalika

19 September 2026 - 13:19 WIB

BOEMKRAF PKS Kabupaten Bogor Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif Semakin Berdampak

19 September 2026 - 13:18 WIB

17 Tahun AirAsia jadi Maskapai Berbiaya Hemat Terbaik Dunia Versi Skytrax

18 September 2026 - 19:46 WIB

AC GREE Perkuat Residensial, Perbesar Jejak di Bisnis Komersial

18 September 2026 - 13:46 WIB

ABUPI dan IIEA Jalin Kerja Sama, Dorong Standar dan Tata Kelola Badan Usaha Pelabuhan

18 September 2026 - 09:19 WIB

Trending di ANJUNGAN