Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Dewan Pengurus Daerah Tani Merdeka Indonesia (DPD TMI) Kabupaten Aceh Tengah bersama PT Bio Rimba Energi menginisiasi demplot optimalisasi lahan persawahan seluas 60 hektare di Kampung Mude Nosar, Kecamatan Bintang. Program ini disiapkan sebagai penopang ketahanan pangan warga yang kehilangan sumber penghidupan akibat bencana hidrometeorologi.
Ketua DPD TMI Aceh Tengah, Eka Saputra, ST, mengatakan optimalisasi sawah menjadi langkah mendesak setelah kebun dan tanaman hortikultura warga rusak diterjang banjir. “Sawah kini menjadi satu-satunya tumpuan hidup masyarakat Kampung Mude Nosar. Karena itu, dukungan pascabencana sangat menentukan keberhasilan pengolahan lahan,” kata Eka saat monitoring lahan pertengahan Januari 2026 lalu.

Dalam rangka mendukung program tersebut, DPD TMI Aceh Tengah menerima bantuan pupuk organik cair yang diserahkan bersama Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh dan DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumatra Utara. Bantuan ini merupakan dukungan PT Bio Rimba Energi untuk menunjang pemulihan lahan persawahan terdampak banjir.

Monitoring lahan turut didampingi Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah, Iwan Sejahtera, S.IP., M.Si, yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina TMI Aceh Tengah. Kehadiran pemerintah daerah dinilai penting untuk memastikan program berjalan berkelanjutan.
Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, menyebut bantuan pupuk cair organik diharapkan mampu mempercepat pemulihan kesuburan tanah. “Ini bagian dari upaya menjaga produksi pangan masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnya.
Melalui Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah, para petani juga menitipkan harapan kepada pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian agar segera turun tangan. Mereka berharap bantuan lanjutan dapat direalisasikan secepatnya, sehingga hasil persawahan mampu menopang ketahanan pangan keluarga setelah masa tanggap darurat berakhir.*** (Jasa)
























