Wartatrans.com, JAKARTA – Operasional Commuter Line atau KRL lintas Green Line rute Tanah Abang–Rangkasbitung mengalami gangguan akibat longsor di petak jalan antara Stasiun Maja–Stasiun Tigaraksa, Kamis (22/1/2026) pagi.
Vice President Corporate Secretary PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Karina Amanda mengatakan, gangguan terjadi karena tiang Listrik Aliran Atas (LAA) terdampak longsoran dan menjorok ke jalur kereta api.

“Betul, pagi ini terdapat gangguan operasional yaitu tiang LAA yang menjorok ke jalur KA di lintas Maja–Tigaraksa,” ujar Karina kepada wartawan, Kamis (22/1).
Ia menjelaskan, tiang LAA yang terdampak longsor berada di sekitar Stasiun Tigaraksa, Cikasungka, Solear, Kabupaten Tangerang. Akibat kondisi tersebut, jalur kereta api hanya dapat dilalui secara bergantian.
“Saat ini satu jalur sudah dapat dilalui dari Stasiun Tigaraksa menuju Stasiun Maja dengan pembatasan kecepatan,” tambahnya.
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta bergerak cepat menangani gangguan operasional akibat tiang LAA yang miring dan mengarah ke jalur kereta api di Km 58+900 lintas Stasiun Maja–Stasiun Tigaraksa. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 05.03 WIB dan dipicu oleh curah hujan tinggi.
Demi menjaga keselamatan perjalanan, jalur hilir sempat tidak dapat dilalui sementara waktu. KAI Daop 1 Jakarta langsung menghentikan perjalanan di lokasi terdampak serta menerjunkan petugas tanggap darurat prasarana untuk melakukan pengamanan area, pemeriksaan menyeluruh, dan percepatan pemulihan infrastruktur.
Selain penanganan prasarana, KAI Daop 1 Jakarta juga melakukan rekayasa pola operasi perjalanan kereta api guna meminimalkan dampak terhadap layanan pelanggan, khususnya perjalanan Commuter Line di lintas tersebut.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap kondisi gangguan operasional.
“Begitu menerima laporan, petugas kami langsung bergerak cepat untuk mengamankan lokasi dan melakukan penanganan secara terukur. Fokus utama kami adalah memastikan perjalanan kereta api tetap aman, sekaligus mempercepat pemulihan layanan agar dapat kembali normal secepat mungkin,” ujarnya.
KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengimbau pengguna jasa untuk terus mengikuti informasi resmi melalui kanal komunikasi KAI Group.
KAI juga berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan serta melakukan pemantauan intensif terhadap prasarana, terutama di tengah potensi cuaca ekstrem, guna memastikan keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api.(****)





























