Wartatrans.com, JAKARTA – Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Jakarta Timur menunjukkan semangat kuat dalam membuka peluang kerja sama internasional, khususnya dengan Jepang. Langkah ini dinilai strategis untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku usaha perempuan di tengah persaingan global.
Ketua IWAPI DPC Jakarta Timur, Novida Anggraini, menegaskan bahwa kolaborasi dengan Jepang menjadi bagian dari upaya mendorong anggota IWAPI agar mampu menembus pasar ekspor.

Sementara Halimah Munawir, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum IWAPI DPD DKI Jakarta bidang kebendaharaan serta sosial dan CSR, dikenal aktif mendorong pemberdayaan perempuan melalui sektor usaha dan budaya. Keterlibatannya memperkuat sinergi antara pengurus tingkat provinsi dan cabang dalam membuka akses pasar global. Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada perdagangan, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas produk dan sumber daya manusia.
“Jepang memiliki standar kualitas yang tinggi. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku UMKM perempuan untuk meningkatkan daya saing,” ujar Halimah, di kantornya di bilangan Jakarta Timur, sabtu (18/04/2026).
Halimah Munawir, yang memang tinggal di daerah Jakarta Timur kerap mendorong IWAPI Jakarta Timur untuk fokus membangun jaringan global melalui berbagai program konkret, seperti business matching, pelatihan ekspor, hingga partisipasi dalam pameran internasional.
IWAPI sendiri merupakan organisasi nasional yang menaungi perempuan pengusaha di berbagai sektor, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Peran UMKM di Indonesia sangat signifikan. Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan sektor ini menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional.
“Namun demikian, kontribusi UMKM terhadap ekspor masih relatif rendah, berada di kisaran 15 persen. Kondisi ini mendorong berbagai pihak, termasuk IWAPI, untuk aktif membuka akses pasar global bagi para anggotanya,” ungkap Halimah Munawir lagi.
Menurut Halimah, Jepang menjadi salah satu mitra strategis. Hubungan dagang Indonesia–Jepang selama ini tercatat stabil dengan nilai perdagangan mencapai puluhan miliar dolar AS setiap tahun. Peluang kerja sama terbuka luas di sektor makanan olahan, fesyen, kerajinan, hingga produk ekonomi kreatif—bidang yang banyak digeluti anggota IWAPI. Ditambah baru saja Presiden RI Prabowo melakukan lawatan ke Jepang terkait hubungan bilateral.
“Dengan semangat kolaborasi dan peningkatan kualitas, IWAPI Jakarta Timur optimistis mampu membawa UMKM perempuan naik kelas dan lebih kompetitif di pasar global, sekaligus memperkuat kontribusi perempuan dalam pembangunan ekonomi nasional,” tutup Halimah.*** (PG)



























