Menu

Mode Gelap
Banjir Kembali Rendam Pidie Jaya, Wakil Bupati Minta Perhatian Serius Pemerintah Pusat Pelayanan & Pengamanan Penumpang Kapal Kepulauan Seribu di Dermaga Muara Angke KAI Daop 7 Madiun Ganti Rangkaian Bangunkarta dan Singasari dengan Stainless Steel New Generation mulai 15 April KAI Layani 4,65 Juta Pelanggan PSO pada Triwulan I 2026, Naik 13,91 Persen Liburan Hemat dari Jakarta ke Purwakarta Mulai Rp8.000, Perjalanan Singkat dengan KRL dan KA Lokal ASDP Tunda Pengalihan Lintasan Siwa–Kolaka, Tetap Jaga Kelancaran Layanan Operasional

RAGAM

Tinjau Langsung Dua Daerah Bencana, Gubernur Jateng Pastikan Pemulihan Korban

badge-check


 Tinjau Langsung Dua Daerah Bencana, Gubernur Jateng Pastikan Pemulihan Korban Perbesar

Wartatrans.com, JAWA TENGAH — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meninjau pengungsian korban banjir dan longsor di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jumat (30/1/2026). Kunjungan untuk memastikan penanganan warga terdampak bencana berjalan cepat, menyeluruh, dan tepat sasaran.

Luthfi menegaskan penanganan paskabencana harus komprehensif sejak fase darurat hingga pemulihan. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku kepentingan dari pusat hingga daerah harus bekerja terpadu sesuai tugas masing-masing.

“Begitu bupati menyatakan daerah tanggap bencana, maka provinsi harus turun memastikan penanganan clear, sehingga yang terdampak terbantu maksimal,” ujar Luthfi.

Dalam peninjauan itu, Gubernur memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi dengan baik. Fokus utama adalah pengungsi, pendidikan, kesehatan, serta rencana hunian sementara dan hunian tetap.

Data sementara mencatat terdapat 813 Kartu Keluarga (KK) atau 2.777 jiwa mengungsi di Kecamatan Pulosari. Selain itu, sekitar 80 rumah, 78 bidang lahan, dan belasan jembatan mengalami kerusakan berat dan sedang.

Gubernur meminta pendataan korban dilakukan by name by address agar pemulihan sosial dan ekonomi berjalan efektif. Pendataan juga mencakup lahan pertanian, ternak, dan aset warga yang terdampak untuk penanganan lanjutan.

“Kita harus memikirkan ke depan, contoh, Pemalang hampir 80 rumah yang harus kita lakukan revitalisasi, termasuk harus kita pindahkan rumahnya. Maka harus ada data base by name by adress warga terdampak sehingga ke depan masyarakat terdampak bisa eksis kembali,” tuturnya.

Untuk sektor pendidikan, tempat belajar sementara disiapkan di pengungsian dengan pendampingan guru. Sementara, layanan kesehatan dilakukan rutin, dengan rujukan cepat ke rumah sakit jika ditemukan kondisi darurat.

Pada hari yang sama, Ahmad Luthfi juga meninjau lokasi bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Purbalingga.
Bencana banjir dan longsor yang terjadi pada 23 Januari 2026 menimpa empat desa di dua kecamatan yaitu desa Sangkanayu dan desa Lambur di Kecamatan Mrebet, serta desa Kutabawa dan desa Serang di Kecamatan Karangreja.

Di tempat kejadian, tepatnya di Posko Balai Desa Serang, Gubernur Jateng mengadakan rapat percepatan penanganan bencana bersama seluruh pemangku kepentingan. Dialog dengan warga juga dilakukan sekaligusi menghibur anak-anak pengungsi.

Dusun Gunungmalang dan Dusun Kaliurip. Kunjungan ditutup dengan meninjau dapur umum Dusun Gunungmalang dan Dusun Kaliurip yang didirikan Brimob untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga terdampak.
Pada kesempatan itu, Luthfi juga menyerahkan bantuan secara simbolis dengan total nilai hampir Rp700 juta. Bantuan tersebut mencakup permakanan, mainan anak, pakaian, bantuan perumahan, serta kebutuhan dasar lainnya.

Ratusan rumah warga direncanakan akan direlokasi. Pemerintah Kabupaten Purbalingga tengah menyiapkan lokasi hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) yang akan dibangun bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan kementerian terkait.

“Ini tidak gampang, jadi perlu ada sosialisasi dan pendekatan. Mengatasi bencana tidak hanya masyarakat dikasih bantuan dapur umum, tapi paling penting adalah ke depan masyarakat itu kembali bangkit,” katanya.

Terkait putusnya jembatan yang menghambat akses ke sejumlah wilayah, Luthfi menyatakan telah berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk pengerahan jembatan sementara, sembari menyiapkan program perbaikan dan pembangunan jembatan permanen.*** (Slamet Widodo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Banjir Kembali Rendam Pidie Jaya, Wakil Bupati Minta Perhatian Serius Pemerintah Pusat

12 April 2026 - 20:48 WIB

Pemkot Semarang Tidak Melaksanakan WFH, Wamendagri Perintahkan untuk Memviralkan

12 April 2026 - 13:57 WIB

Semangat Kartini Di Cijeruk Bersama Halimah Munawir

11 April 2026 - 14:18 WIB

Pelukis “Garis Liris” Titis Djabarudin Berpulang, Dunia Seni Kehilangan Sosok Puitik

11 April 2026 - 00:06 WIB

Pidie Jaya Kembali Terendam, Jalan Nasional Lumpuh

10 April 2026 - 20:38 WIB

Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pascalebaran Lebih Terkendali

10 April 2026 - 13:07 WIB

Perkuat Ekosistem Logistik Nasional, Pelindo Dukung Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat

10 April 2026 - 12:58 WIB

Begini Skema Kebijakan Penerapan WFH bagi ASN Kemenhub

10 April 2026 - 08:52 WIB

Scoot Perluas Jangkauan di Indonesia, Buka Rute Baru ke Belitung dan Pontianak

10 April 2026 - 06:50 WIB

Presiden Prabowo Mengaku Tengah Membentuk Perusahaan Sedan Listrik 

9 April 2026 - 18:04 WIB

Trending di JALUR