Menu ✖

Mode Gelap
Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎ KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang, 748 Petugas PJL Disertifikasi hingga Tutup 1.329 Perlintasan Liar

JALUR

Trans Jateng Siapkan Rute Magelang-Temanggung Mengaspal

badge-check


 Armada Trans Jateng Perbesar

Armada Trans Jateng

Wartatrans.com, SEMARANG – Koridor Trans Jateng, kini, baru tujuh dari 30 koridor, yang telah beroperasi.

Melihat potensi besar tersebut, percepatan pengoperasian koridor lainnya sangat diperlukan agar pemenuhan kebutuhan transportasi publik di seluruh wilayah Jawa Tengah dapat segera terwujud.

“Kabar baik bagi warga di wilayah aglomerasi Gelangmanggung (Magelang-Temanggung). Rencana pembukaan koridor baru Trans Jateng untuk rute Magelang – Secang – Temanggung saat ini sudah memasuki tahap pemantapan serius,” tutur Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Senin (26/1/2026).

Berdasarkan informasi terbaru dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, koridor ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027.

Tahun 2026 ini difokuskan pada tahap sosialisasi, penyiapan infrastruktur (halte), dan pemantapan komitmen antarpemerintah daerah (Kota Magelang, Kab. Magelang, dan Kab. Temanggung).

“Koridor ini dirancang untuk menghubungkan pusat-pusat kegiatan masyarakat dan pariwisata,” ujarnya.

Titik awal/akhir adalah Terminal Maron (Kabupaten Temanggung) – Terminal Tidar (Kota Magelang) – Terminal Borobudur (Kabupaten Magelang). Bus akan melintasi kawasan strategis seperti Secang, yang menjadi titik temu arus kendaraan dari arah Semarang, Magelang, dan Temanggung.

Rute ini direncanakan sebagai pendukung utama akses menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur.

“Jumlah armada direncanakan akan ada sekitar 14 unit bus yang melayani koridor ini,” ucap dia.

Interval waktu, seperti koridor Trans Jateng lainnya, bus dijadwalkan berangkat setiap 10–15 menit, sehingga masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama.

Pengusaha dan pengemudi angkutan umum eksisiting di jalur tersebut rencananya akan dirangkul untuk menjadi bagian dari sistem operasional Trans Jateng (baik sebagai pengemudi maupun admin) guna menghindari gesekan sosial.

Tarif Trans Jateng bersubsidi yang dikenakan saat ini sekitar Rp4.000 untuk umum dan Rp1.000 untuk pelajar/buruh/veteran) akan jauh lebih murah dibandingkan transportasi pribadi atau angkutan umum biasa.

Untuk konektivitas akan memudahkan mobilitas pekerja dan pelajar yang tinggal di Temanggung namun bekerja atau sekolah di Magelang, dan sebaliknya.

“Dukungan ekonomi akan membuka akses yang lebih mudah bagi wisatawan dari arah Temanggung menuju Borobudur tanpa harus berganti-ganti kendaraan yang rumit,” ujar Djoko.

Hadirnya Trans Jateng koridor Magelang – Secang – Temanggung bukan sekadar menambah jumlah bus di jalan, tapi membawa transformasi besar bagi mobilitas warga di wilayah Gelangmanggung.

Manfaat utama yang akan dirasakan masyarakat. Pertama, efisiensi biaya (ekonomi keluarga). Manfaat paling nyata adalah penghematan pengeluaran transportasi.

Tarif sangat terjangkau dengan subsidi pemerintah, tarif diperkirakan tetap rendah (sekitar Rp4.000 untuk umum dan Rp1.000 untuk pelajar, buruh, serta veteran). Pangkas pengeluaran BBM, warga yang terbiasa menggunakan sepeda motor atau mobil pribadi bisa beralih ke bus, sehingga biaya perawatan kendaraan dan BBM bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain.

Kedua, kepastian waktu dan kenyamanan. Berbeda dengan angkutan umum konvensional yang sering “ngetem”, Trans Jateng memiliki standar pelayanan tinggi.

Jadwal teratur dengan interval keberangkatan setiap 10–15 menit, penumpang tidak perlu menunggu lama di halte. Fasilitas modern, bus dilengkapi dengan pendingin udara (AC), kebersihan yang terjaga, serta standar keamanan yang dipantau pusat kendali.

“Juga ada fasilitas khusus bagi lansia, disabilitas dan anak-anak,” imbuhnya.

Ketiga, konektivitas dan aksesibilitas pariwisata. Rute ini menghubungkan titik-titik vital secara strategis. Akses KSPN Borobudur, memudahkan wisatawan dari arah Temanggung atau Semarang (via Secang) untuk langsung menuju kawasan Borobudur tanpa drama berganti kendaraan berkali-kali.

Simpul Secang dapat menghidupkan kawasan Secang sebagai titik transit yang rapi dan terorganisir antara arus kendaraan dari Semarang, Magelang, dan Temanggung.

Keempat, peningkatan keselamatan jalan. Mengurangi kemacetan, satu bus dapat mengangkut 50 orang (duduk dan berdiri), yang berarti mengurangi jumlah volume kendaraan pribadi di jalur padat Magelang-Temanggung. Menekan angka kecelakaan, dengan beralihnya pengguna motor (terutama pelajar dan pekerja jarak jauh) ke transportasi umum yang lebih aman, risiko kecelakaan di jalan raya dapat diminimalisir.

Kelima, pemberdayaan operator lokal (aspek sosial). Rencana ini tidak mematikan usaha transportasi lokal, melainkan merangkulnya. Skema pembelian layanan atau Buy The Service (BTS), pengemudi dan pengusaha angkutan umum eksisting diberikan kesempatan untuk bergabung dalam konsorsium pengelola.

“Ini memberikan kepastian penghasilan bagi pekerja transportasi lokal tanpa harus berebut penumpang di jalan,” tutup Djoko. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menhub Dudy Sampaikan DIM RUU Perubahan Ketiga atas UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ

30 September 2026 - 16:20 WIB

Penjualan EV Melaju, Transformasi Pasar Indonesia Belum Maksimal

30 September 2026 - 16:09 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

MTI Ingatkan 3 Momentum September Jangan Hanya sebagai Seremoni Keselamatan

30 September 2026 - 10:21 WIB

DAMRI Hadirkan Promo Early Booking, Pesan Tiket Lebih Awal Makin Hemat

29 September 2026 - 22:50 WIB

TransJakarta Tata Feeder Rusun, Efisiensi Jadi Strategi Jaringan

29 September 2026 - 08:18 WIB

LABA Masuk BaaS Truk Listrik, Modal Awal Jadi Tantangan

27 September 2026 - 15:47 WIB

Korlantas Luncurkan STNK Digital

26 September 2026 - 22:18 WIB

Transportasi Umum Diusulkan Jadi Syarat Pembangunan Perumahan

26 September 2026 - 22:13 WIB

Ditjen Hubud Tegaskan Pengawasan 3 Lapis dan Kesiapsiagaan Bencana

26 September 2026 - 15:04 WIB

Trending di BANDARA