Menu

Mode Gelap
KAI Lanjutkan Pendampingan Korban Insiden Bekasi Timur, 17 Pelanggan Masih Dirawat Perkuat Standar Layanan dan Keselamatan Secara Berkelanjutan, DAMRI Tingkatkan Kompetensi Pengemudi di Berbagai Layanan Kemenhub Teken 2 Perjanjian Konsesi Strategis dengan PT Pelindo Dukung Kelancaran Logistik Wilayah, PTP Nonpetikemas Cabang Jambi Perkuat Peran ASDP Ramaikan Forum Inabuyer 2026, Dorong UMKM Naik Kelas Pojok Baca Edukasi Polsek Kalibaru: Menumbuhkan Minat Baca dan Kepedulian Gizi Anak Sejak Dini

PERISTIWA

Tuntut Kompensasi Penutupan Tambang, Aksi Demo Di Bogor Berakhir Ricuh

badge-check


 Tuntut Kompensasi Penutupan Tambang, Aksi Demo Di Bogor Berakhir Ricuh Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR -– Tuntut Kompensasi Penutupan Tambang Ribuan warga dari tiga kecamatan di Kabupaten Bogor menggelar demonstrasi di Kantor Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (12/1/2026).

Aksi massa yang berasal dari Kecamatan Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang ini menuntut kejelasan nasib dan pembayaran kompensasi pasca penutupan kegiatan pertambangan di wilayah tersebut.

Meski diguyur hujan , aksi tetap berjalan menuntut jawaban pasti atas dampak ekonomi dan keberlanjutan hidup warga yang terdampak kebijakan penutupan tambang. Mereka mendesak pemerintah daerah segera merealisasikan kompensasi yang sebelumnya dijanjikan.

Dalam orasinya, koordinator aksi Ahmmad Gojali (akrab disapa Bule) dan Asep Fadlan mendesak agar Gubernur Provinsi Jawa Barat, Dedy Mulyadi atau KDM, hadir langsung. Selain itu, mereka juga menuntut Bupati, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor segera mendengarkan dan menanggapi aspirasi masyarakat.

“Kepastian dari pemerintah menjadi hal mendesak yang telah lama kami nantikan,” tegas Ahmmad Gojali.

Aksi demonstrasi yang berlangsung damai sempat memanas ketika Camat Kecamatan Cigudeg, Ade Zulfahmi, diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan. Camat Ade Zulfahmi naik ke atas mobil komando untuk berbicara di hadapan massa.

Namun, tanggapan yang disampaikan Camat justru memicu keributan. “Saya bukan orang pergerakan,” ujar Ade Zulfahmi, yang membuat massa kecewa dan memicu kericuhan.

Kekecewaan tersebut menyebabkan demonstrasi menjadi tidak kondusif. Massa mulai melempari Kantor Kecamatan Cigudeg Memaksa pihak keamanan Bersiaga penuh di Lokasi.

Sampai Berita ini di tulis Massa masih bertahan Menunggu Jawaban Pasti dari pemerintah.*** ( My )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

JMSI Sulawesi Tengah Kecam Pernyataan Mantan Direktur RSUD Undata Yang Hina Jurnalis

6 Mei 2026 - 02:35 WIB

Kartunis Dorong Pameran “JAKARTUN” untuk HUT Jakarta ke-499

5 Mei 2026 - 13:46 WIB

Pase Raya Gelar Halal Bihalal, Pererat Warga Aceh Utara di Perantauan

5 Mei 2026 - 10:55 WIB

Massa Aksi Padati Gedung Gubernur Aceh, Tuntut Pencabutan Pergub JKA 2026

4 Mei 2026 - 23:46 WIB

Sinergi Pelindo Regional 4 – DPRD, Dorong Pengembangan Pelabuhan Sorong

4 Mei 2026 - 22:40 WIB

Soliditas Jadi Kunci Bertahan Forwan

4 Mei 2026 - 13:20 WIB

Neno Warisman Diharapkan Perkuat Dukungan Negara dalam Pencanangan Bulan Ismail Marzuki

4 Mei 2026 - 11:19 WIB

Musda Demokrat Sulteng Segera Dilaksanakan, Talitti Paluge : Kolaborasi Figur Baru Memperkuat Kerja kerja Partai

4 Mei 2026 - 09:36 WIB

May Day dan Hari Kebebasan Pers, Koalisi Jurnalis Sulteng Soroti Ancaman Kebebasan Pers

4 Mei 2026 - 09:03 WIB

Halimah Munawir Luncurkan Podcast, Ruang Baru untuk Gagasan Lintas Bidang

3 Mei 2026 - 22:48 WIB

Trending di RAGAM