Menu

Mode Gelap
Eksekusi Lahan Pasar Inpres Takengon Ricuh, Aparat Amankan Situasi KAI Targetkan Stasiun Gambir Layani KRL pada 2028, Dukung Akses Langsung ke Monas KAI Perkuat Operasi dan Transformasi Bisnis Usai RUPS 2025, Bobby Rasyidin Paparkan Empat Arah Strategis Perkuat Ekosistem Penerbangan Nasional, INACA Kembali Gelar Indonesia Aero Summit Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat Ombudsman RI Tinjau Pelabuhan Tanjung Priok, Pelayanan Publik Pelindo Tuai Apresiasi

PERISTIWA

Tuntut Kompensasi Penutupan Tambang, Aksi Demo Di Bogor Berakhir Ricuh

badge-check


 Tuntut Kompensasi Penutupan Tambang, Aksi Demo Di Bogor Berakhir Ricuh Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR -– Tuntut Kompensasi Penutupan Tambang Ribuan warga dari tiga kecamatan di Kabupaten Bogor menggelar demonstrasi di Kantor Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (12/1/2026).

Aksi massa yang berasal dari Kecamatan Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang ini menuntut kejelasan nasib dan pembayaran kompensasi pasca penutupan kegiatan pertambangan di wilayah tersebut.

Meski diguyur hujan , aksi tetap berjalan menuntut jawaban pasti atas dampak ekonomi dan keberlanjutan hidup warga yang terdampak kebijakan penutupan tambang. Mereka mendesak pemerintah daerah segera merealisasikan kompensasi yang sebelumnya dijanjikan.

Dalam orasinya, koordinator aksi Ahmmad Gojali (akrab disapa Bule) dan Asep Fadlan mendesak agar Gubernur Provinsi Jawa Barat, Dedy Mulyadi atau KDM, hadir langsung. Selain itu, mereka juga menuntut Bupati, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor segera mendengarkan dan menanggapi aspirasi masyarakat.

“Kepastian dari pemerintah menjadi hal mendesak yang telah lama kami nantikan,” tegas Ahmmad Gojali.

Aksi demonstrasi yang berlangsung damai sempat memanas ketika Camat Kecamatan Cigudeg, Ade Zulfahmi, diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan. Camat Ade Zulfahmi naik ke atas mobil komando untuk berbicara di hadapan massa.

Namun, tanggapan yang disampaikan Camat justru memicu keributan. “Saya bukan orang pergerakan,” ujar Ade Zulfahmi, yang membuat massa kecewa dan memicu kericuhan.

Kekecewaan tersebut menyebabkan demonstrasi menjadi tidak kondusif. Massa mulai melempari Kantor Kecamatan Cigudeg Memaksa pihak keamanan Bersiaga penuh di Lokasi.

Sampai Berita ini di tulis Massa masih bertahan Menunggu Jawaban Pasti dari pemerintah.*** ( My )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Eksekusi Lahan Pasar Inpres Takengon Ricuh, Aparat Amankan Situasi

8 Juli 2026 - 15:02 WIB

Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat

8 Juli 2026 - 12:43 WIB

Ombudsman RI Tinjau Pelabuhan Tanjung Priok, Pelayanan Publik Pelindo Tuai Apresiasi

8 Juli 2026 - 12:32 WIB

Mendagri Tito Karnavian Temui Tokoh Masyarakat Enang-Enang, Bahas Solusi Jalan dan Jembatan

7 Juli 2026 - 23:54 WIB

Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan

7 Juli 2026 - 20:57 WIB

Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik untuk Mitigasi Kepadatan Arus Logistik

7 Juli 2026 - 20:20 WIB

13 Keuchik Kluet Tengah Bersatu Desak Pemerintah Segera Tetapkan WPR

7 Juli 2026 - 13:10 WIB

Mustafa Gaseu Soroti 60 Unit Rumah Bantuan APBA di Aceh Barat Mangkrak, Desak Pemerintah Aceh Segera Tuntaskan Pembangunan

7 Juli 2026 - 12:15 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan

6 Juli 2026 - 17:38 WIB

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Serah Terima Jabatan Nakhoda Kapal Negara Patroli, Perkuat Profesionalisme dan Keselamatan Pelayaran

6 Juli 2026 - 17:30 WIB

Trending di ANJUNGAN