Wartatrans.com, DEPOK — Upaya menuntaskan kemiskinan di Indonesia dinilai tidak harus selalu bergantung pada program besar dari pusat. Solusi nyata justru dinilai berada sangat dekat dengan masyarakat, yakni melalui penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta koperasi di tingkat desa dan kelurahan.
Anggota DPRD Kota Depok, St. Binton Jhonson Nadapdap, menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional yang selama ini terbukti mampu bertahan dalam berbagai kondisi krisis. Namun, menurutnya, potensi besar tersebut belum sepenuhnya optimal karena masih berjalan secara parsial.

“UMKM kita kuat, tetapi sering berjalan sendiri. Mereka menghadapi keterbatasan modal, akses pasar yang sempit, serta minim pembinaan,” ujar Binton dalam keterangannya.
Sebagai mantan bankir yang berpengalaman dalam pembiayaan UMKM di berbagai daerah, ia melihat bahwa sinergi antara UMKM dan Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdeskel) menjadi solusi strategis untuk mendorong ekonomi rakyat.
Menurutnya, koperasi yang dikelola dengan baik dapat berperan sebagai pusat penguatan ekonomi masyarakat. Mulai dari membantu permodalan, menjadi pusat distribusi produk UMKM, hingga memberikan pelatihan usaha dan akses ke pasar yang lebih luas, termasuk pasar digital.
“Bayangkan jika setiap desa dan kelurahan memiliki koperasi yang kuat. UMKM tidak lagi berjalan sendiri, tetapi terhubung dalam satu ekosistem ekonomi yang saling menguatkan,” jelasnya.
Selain penguatan kelembagaan, Binton juga menekankan pentingnya transformasi digital bagi pelaku UMKM. Di era saat ini, perilaku konsumen telah berubah, di mana transaksi banyak dilakukan secara online melalui perangkat digital.
Karena itu, pelaku UMKM didorong untuk mulai beradaptasi dengan perkembangan zaman, antara lain dengan memanfaatkan marketplace dan media sosial, meningkatkan kualitas serta kemasan produk, mengurus legalitas usaha, dan bergabung dengan koperasi.
Ia meyakini, jika langkah tersebut dilakukan secara masif, dampaknya akan signifikan terhadap perekonomian masyarakat. Mulai dari terbukanya lapangan kerja baru, penurunan angka kemiskinan, hingga terciptanya kemandirian ekonomi bangsa.
“Ini bukan sekadar wacana, tetapi jalan nyata menuju kesejahteraan rakyat. Jika UMKM naik kelas dan koperasi hidup, maka kemiskinan di desa dan kelurahan bisa kita tuntaskan,” tegasnya.
Penguatan ekonomi kerakyatan berbasis UMKM dan koperasi pun dinilai menjadi salah satu strategi penting dalam mewujudkan Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera.*** (Septiadi)
























