MAGELANG – Rapat rutin bulanan RW 05 Dusun Ngaran 1, Borobudur, Jumat (30/10/2026) malam, membahas sejumlah agenda penting, mulai dari perkembangan kelembagaan desa hingga rencana penguatan ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan warga.
Pertemuan yang berlangsung di Balai Dusun Ngaran 1 mulai pukul 19.30 WIB tersebut dipimpin Kepala Dusun Ngaran 1, Maryoto, bersama Ketua RW 05, Joko Dwiyana Santosa. Hadir dalam kegiatan itu Muhaemin selaku notulis, para ketua RT, perwakilan PKK, serta Karang Taruna.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dusun menyampaikan sejumlah informasi terkait dinamika pemerintahan dan kelembagaan desa. Salah satunya mengenai berakhirnya masa bakti Badan Permusyawaratan Desa (BPD), termasuk mekanisme dan ketentuan yang mengatur proses selanjutnya berdasarkan peraturan daerah dan kebijakan pemerintah desa.
Selain persoalan kelembagaan, perhatian peserta rapat juga tertuju pada rencana program pengembangan ekonomi berkelanjutan. Kepala Dusun menyampaikan bahwa setiap dusun akan memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp10 juta dari pemerintah setempat untuk mendukung program pemberdayaan dan penguatan ekonomi masyarakat.

Rencana program tersebut akan dimatangkan pada 15 November 2026 dengan melibatkan berbagai unsur kelembagaan masyarakat, di antaranya Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), PKK, dan Karang Taruna.
Program pemberdayaan ini diarahkan pada peningkatan keterampilan dan pengembangan potensi ekonomi warga. Beberapa bidang yang menjadi perhatian meliputi pertanian, perikanan, peternakan, hingga usaha kuliner.
Melalui pelatihan dan pendampingan yang tepat, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan keterampilan produktif, menciptakan peluang usaha, serta meningkatkan pendapatan keluarga.
Program tersebut juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengurangan kesenjangan sosial dan mendukung upaya pencegahan stunting melalui peningkatan kesejahteraan serta ketahanan ekonomi keluarga.
Rapat rutin yang berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan itu menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi antara pemerintah dusun dan masyarakat. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi, menyatukan gagasan, dan merumuskan langkah pembangunan bersama.
Dengan adanya alokasi anggaran dan rencana pemberdayaan ekonomi tersebut, warga Dusun Ngaran 1 diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat aktif dalam merancang dan menjalankan program pembangunan.
Pembangunan dusun pada akhirnya bukan semata-mata persoalan anggaran, melainkan bagaimana seluruh elemen masyarakat dapat bergerak bersama untuk menciptakan lingkungan yang mandiri, produktif, dan sejahtera.*** (Priyo)

























