Wartatrans.com, JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Green Logistics Indonesia (APGLI) mengajak pelaku industri angkutan logistik nasional untuk makin ramah lingkungan.
Ketua APGLI Netty Sri Rejeki menyampaikan, selama ini angkutan logistik identik sebagai salah satu penyumbang karbon dari asap bahan bakar yang menyebabkan polusi udara.
“Kami mendorong transformasi industri angkutan logistik ini menjadi lebih peduli lingkungan dan mewujudkan Green Logistics,” tutur Netty di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Menurutnya, banyak hal yang dapat dilakukan untuk ramah pada lingkungan. Misalnya saja dengan menanam pohon dan mulai beralih dari Kendaraan dengan bahan bakar minyak (BBM) ke armada listrik.
Untuknya, APGLI merangkul berbagai Kementerian dan instansi terkait, seperti Kementerian Kehutanan, Kementerian Perhubungan, dan lainnya, demi mewujudkan green logistics ini.
“Kami sangat ingin beralih ke truk listrik, namun ternyata tidak semudah itu karena biaya impornya yang masih tinggi, yakni 40%,” ungkapnya.
Dia berharap ada dukungan dari Pemerintah dalam merealisasikan truk listrik dengan pengurangan biaya masuk.

Paling tidak kata Netty, mungkin dikasih window, jadi misalnya setahun, dua tahun atau tiga tahun gitu, supaya masuk dulu ke Indonesia kemudian sudah ada populasinya.
“Kalau sudah begitu, bisa diubah, nanti kita pelan-pelan, menyesuakan dengan mekanisme biaya masuk seperti apa di pemerintah,” ucapnya.
Bahkan pihaknya juga berharap biaya masuk ditiadakan alias 0%, guna mendorong para pelaku usaha angkutan logistik perlahan mulai mengganti armadanya ke truk listrik.
APGLI yang masih seumur jagung ini (lahir Agustus 2026) optimistis dapat memberikan kontribusi positif bagi lingkungan secara bertahap.
“Ya, memang tidak bisa langsung, karena kita harus bisa sama-sama menyamakan persepsi dan pemahaman pentingnya menjaga lingkungan untuk Indonesia lebih baik lagi,” imbuhnya.
Sejak awal pembentukannya, APGLI membawa semangat bahwa green logistics bukan sekadar agenda lingkungan, tetapi juga strategi untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat keselamatan, mengurangi pemborosan, memenuhi tuntutan pasar, dan meningkatkan daya saing perusahaan.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Hartanto menyatakan dukungan pada program-program yang dilancarkan APGLI.
“Kami mendukung langkah yang baik untuk Indonesia dan diharapkan APGLI ini dapat memberi masukan juga pada pemerintah untuk mewujudkan green logistics,” ujarnya. (omy)

























