Wartatrans.com, JAKARTA – Seringkali anak-anak hendak bepergian, namun orang tua atau pendamping tak bisa menemani. Menggunakan transportasi umum menjadi salah satu solusi.
Namun tak hanya solusi angkutan umum saja yang kini dibutuhkan, namun juga kepastian keselamatan dan keamanan saat mengunakannya.
Grab Indonesia menawarkan tak hanya solusi angkutan umum, namun juga menambahkan informasi perjalanan.
Dengan demikian orang tua tak lagi perlu khawatir atau takut akan keselamatan dan kemanan perjalanan, dengan adanya Share My Ride Grab.
Dengan aplikasi tersebut, beberapa menit sebelum berangkat dapat digunakan untuk mengenali pilihan bantuan, memberi kabar kepada keluarga, dan memastikan rencana perjalanan masuk akal.
Kebiasaan tersebut terdengar sederhana, tetapi justru sering menentukan bagaimana seseorang merespons ketika kondisi berubah.
Rasa aman tidak selalu muncul karena perjalanan berlangsung tanpa hambatan; rasa aman juga tumbuh karena seseorang memahami apa yang dapat dilakukan jika hambatan muncul.
Seorang anak bersiap menuju kegiatan sekolah. Orang tua menyiapkan tas, memeriksa tujuan, dan memastikan anak tahu kendaraan mana yang harus dinaiki. Dalam perjalanan berbasis aplikasi, pendampingan tidak berhenti setelah pesanan dibuat.
Orang tua perlu memeriksa aturan usia dan kebijakan layanan yang berlaku. Jika perjalanan diizinkan, titik jemput dan titik antar sebaiknya dipilih di lokasi yang mudah dikenali. Anak perlu diajarkan untuk mencocokkan kendaraan, tidak memberikan OTP atau PIN, dan segera menghubungi orang tua jika terjadi perubahan.
“Share My Ride dapat membantu keluarga memeroleh informasi perjalanan sesuai izin dan fitur yang tersedia. Namun, pemantauan digital bukan pengganti pendampingan dan komunikasi langsung,” tutur Director of Trust & Safety and Grab Support Indonesia Radhi Juniantino, dikutip Kamis (29/10/2026).
Keselamatan anak menurutnya, dimulai dari keputusan apakah perjalanan tersebut sesuai usia, kondisi, dan aturan layanan.
“Bagi Grab, keselamatan bukan sekadar fitur, melainkan komitmen yang kami bangun di setiap tahap pengalaman pengguna, mulai dari sebelum pemesanan, selama layanan berlangsung, hingga setelah perjalanan atau pesanan selesai,” katanya.
Melalui Pusat Keselamatan di aplikasi, pengguna dapat membagikan detail perjalanan kepada orang terdekat, mengakses bantuan darurat, dan melaporkan masalah dengan lebih mudah.
Di balik itu, tim Trust & Safety dan Grab Support terus memantau, menindaklanjuti laporan, serta memperkuat perlindungan akun dan transaksi dari berbagai modus penipuan.
“Kami juga membekali mitra pengemudi dan mitra pengiriman dengan edukasi keselamatan, serta berkolaborasi dengan pemerintah, aparat, dan komunitas agar ekosistem yang aman dapat terwujud,” kata dia.
Namun, teknologi akan bekerja paling optimal jika didukung kebiasaan sederhana dari pengguna: mencocokkan identitas pengemudi dan nomor pelat, tidak pernah membagikan OTP atau PIN kepada siapa pun, bertransaksi hanya melalui aplikasi, serta segera melapor melalui kanal resmi jika ada hal yang terasa janggal.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan kami ingin setiap pengguna merasa tahu harus berbuat apa, kapan pun mereka membutuhkannya,” ujar Radhi.
Keselamatan dalam layanan mobilitas bukan hanya soal apa yang terjadi selama kendaraan bergerak.
Ia juga mencakup momen sebelum penjemputan, komunikasi dengan orang terdekat, cara pengguna memeriksa informasi, dan langkah setelah perjalanan selesai.
Dalam ekosistem Grab, Pusat Keselamatan menjadi salah satu cara untuk menghubungkan kebutuhan tersebut dalam satu pengalaman aplikasi.
Pengguna Grab dapat membangun kebiasaan sederhana: membuka detail perjalanan, mencocokkan informasi kendaraan, memberi tahu kontak tepercaya, dan memahami kanal bantuan.
“Tidak semua pilihan akan dipakai setiap kali, tetapi mengetahui letaknya membuat pengguna tidak perlu mencari-cari ketika sedang terburu-buru. Fitur juga dapat berbeda menurut kota, layanan, akun, perangkat, dan pembaruan aplikasi,” urainya.
Pertanyaan yang sering muncul: Apakah fitur ini menjamin keselamatan? Tidak ada fitur digital yang dapat menjamin seluruh risiko hilang.
Fitur Grab membantu pengguna memperoleh informasi dan akses dukungan, tetapi pengguna tetap perlu waspada dan menghubungi layanan darurat jika ada bahaya langsung.
Begini Menggunakan Share My Ride
Sebelum perjalanan, buka detail pesanan dan pastikan informasi penting mudah ditemukan.
Cocokkan nama pengemudi, jenis kendaraan, warna, dan nomor pelat.
Bila perjalanan berlangsung pada malam hari atau di tempat yang belum dikenal, beri tahu kontak tepercaya mengenai tujuan dan perkiraan waktu tiba.
“Langkah ini tidak menggantikan kewaspadaan, tetapi membuat orang lain memiliki konteks bila pengguna membutuhkan bantuan,” tegas Radhi.
Dalam aplikasi Grab, fitur keselamatan berfungsi sebagai dukungan, bukan janji bahwa seluruh risiko dapat dihapus.
Ketersediaannya dapat berbeda menurut lokasi, layanan, akun, perangkat, dan pembaruan aplikasi. Jika ada bahaya langsung, pengguna perlu mencari tempat aman dan menghubungi layanan darurat setempat. (omy)



























