Menu

Mode Gelap
Perayaan Hari Raya Nyepi, ASDP Hentikan Penyeberangan di Lintas Jawa-Bali-Lombok 18-19 Maret STIP Mantapkan Langkah jadi World Class Maritime Institute 30% Tiket Diskon PELNI Sudah Terjual hingga Hari ini Bupati Fadia Tersangka Kasus Dugaan Korupsi, Berkembang Mitos Ini di Pekalongan Embarkasi Banten Akan jadi Pilot Project One Stop Services Umrah Kemenhub: 841 Kapal Siap Angkut 3,2 Juta Penumpang Selama Libur Lebaran

PERON

Volume Angkutan Barang KAI Tembus 57,5 Juta Ton hingga Oktober 2025, Batu Bara Dominasi

badge-check


 Volume Angkutan Barang KAI Tembus 57,5 Juta Ton hingga Oktober 2025, Batu Bara Dominasi Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan penguatan peran di sektor logistik nasional dengan mengangkut 57.556.900 ton barang sepanjang Januari–Oktober 2025. Angka ini tumbuh 0,69% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sekaligus menunjukkan keandalan layanan logistik KAI dalam mendukung rantai pasok industri secara efisien, aman, dan ramah lingkungan.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa bulan Mei 2025 menjadi periode dengan capaian tertinggi, yakni 6,11 juta ton.

“Kenaikan volume ini mencerminkan kepercayaan pelaku industri terhadap layanan logistik KAI yang semakin andal, tepat waktu, dan kompetitif. Kami terus berinovasi untuk menjadikan rel sebagai tulang punggung logistik nasional,” ujar Anne dikutip, Selasa (11/11/2025).

Dari total angkutan tersebut, batu bara masih menjadi kontributor terbesar dengan 47,77 juta ton atau 83% dari keseluruhan volume. Selain itu, KAI juga melayani berbagai komoditas strategis seperti semen dan klinker, petikemas, BBM, produk perkebunan, pupuk, dan barang ritel, yang semuanya berperan vital dalam menjaga rantai pasok industri dan konsumsi nasional.

Anne menambahkan, layanan logistik batu bara KAI memiliki dampak langsung terhadap program swasembada energi nasional yang menjadi salah satu fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Angkutan batu bara KAI memastikan pasokan energi ke pembangkit listrik dan industri tetap terjaga. Ini selaras dengan upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi dan mempercepat kemandirian ekonomi nasional,” terang Anne.

KAI juga mendukung kebijakan pemerintah untuk menghapus truk ODOL (Over Dimension Over Loading) pada tahun 2026 dengan menyediakan jaringan logistik rel berkapasitas besar yang mampu mengangkut barang dalam volume tinggi secara aman, efisien, dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat menekan biaya logistik nasional serta meningkatkan daya saing industri dalam negeri.

Sejalan dengan arah pembangunan hijau, KAI sejak Februari 2025 telah menggunakan Biosolar B40 pada seluruh lokomotif dan genset sebagai bagian dari transisi energi hijau dan dekarbonisasi transportasi nasional. Langkah ini mendukung target Net Zero Emission 2060 serta memperkuat komitmen KAI terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Setiap ton barang yang diangkut melalui rel bukan hanya efisiensi logistik, tetapi juga kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi karbon dan peningkatan keselamatan transportasi. KAI akan terus memperluas kapasitas angkutan, mempercepat digitalisasi layanan, dan memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri agar rantai pasok nasional semakin tangguh dan berdaya saing,” tutup Anne.(****)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Daop 1 Perkuat Pengawasan Jelang Angkutan Lebaran 2026, 895 Km Rel KA Dipantau Ketat

4 Maret 2026 - 13:31 WIB

KAI Daop 7 Madiun Operasikan Motis Lebaran 2026, Pendaftaran Dibuka hingga 29 Maret

4 Maret 2026 - 13:12 WIB

Menjaga Nyawa di Perlintasan Sebidang

4 Maret 2026 - 09:03 WIB

Tingkatkan Kelancaran Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 7 Tutup JPL 209 di Blitar

4 Maret 2026 - 05:27 WIB

Update KA Mudik 2026: Penjualan Tiket Capai 2 Juta Lebih, Okupansi 46 Persen

3 Maret 2026 - 20:34 WIB

Jelang Angkutan Lebaran 2026, KAI Services Tingkatkan Kompetensi Keamanan Lewat Pelatihan BLS

3 Maret 2026 - 19:04 WIB

Awal 2026, 86 Ribu Wisman Gunakan Kereta Api; Yogyakarta dan Gambir Jadi Stasiun Favorit

3 Maret 2026 - 18:31 WIB

Penjualan Tiket KA Lebaran Divre III Palembang Tembus 83.346 Tiket, Mudik Gratis Terisi 64 Persen

3 Maret 2026 - 12:27 WIB

Okupansi KA Lebaran dari Gambir dan Pasar Senen Capai 56 Persen, Masyarakat Diimbau Pilih Tanggal Alternatif

3 Maret 2026 - 11:34 WIB

Pelanggan KA Makassar–Parepare Tumbuh 27,82 Persen, Siap Layani Mobilitas Lebaran 2026 di Indonesia Timur

2 Maret 2026 - 22:46 WIB

Trending di PERON