Menu

Mode Gelap
Anggota DPR Kesal Menteri KP Tak Beri Tahu Kunjungan ke Aceh Tamiang Evaluasi Nataru, Ditjen Hubdat Catat 3 Aspek ini Bus Sekolah di Pakpak Bharat: Solusi di Kaki Bukit Barisan Hari Pertama Libur Panjang Isra Miraj, Lebih 37 Ribu Penumpang Tinggalkan Jakarta dengan Kereta Api BPSPL Pontianak Pastikan Video Viral Bukan Penangkapan Pesut Mahakam ASDP Resmi Buka Lintasan Perintis Banggai–Paisulamo–Dungkean

PERON

Volume Angkutan Barang KAI Tembus 57,5 Juta Ton hingga Oktober 2025, Batu Bara Dominasi

badge-check


					Volume Angkutan Barang KAI Tembus 57,5 Juta Ton hingga Oktober 2025, Batu Bara Dominasi Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan penguatan peran di sektor logistik nasional dengan mengangkut 57.556.900 ton barang sepanjang Januari–Oktober 2025. Angka ini tumbuh 0,69% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sekaligus menunjukkan keandalan layanan logistik KAI dalam mendukung rantai pasok industri secara efisien, aman, dan ramah lingkungan.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa bulan Mei 2025 menjadi periode dengan capaian tertinggi, yakni 6,11 juta ton.

“Kenaikan volume ini mencerminkan kepercayaan pelaku industri terhadap layanan logistik KAI yang semakin andal, tepat waktu, dan kompetitif. Kami terus berinovasi untuk menjadikan rel sebagai tulang punggung logistik nasional,” ujar Anne dikutip, Selasa (11/11/2025).

Dari total angkutan tersebut, batu bara masih menjadi kontributor terbesar dengan 47,77 juta ton atau 83% dari keseluruhan volume. Selain itu, KAI juga melayani berbagai komoditas strategis seperti semen dan klinker, petikemas, BBM, produk perkebunan, pupuk, dan barang ritel, yang semuanya berperan vital dalam menjaga rantai pasok industri dan konsumsi nasional.

Anne menambahkan, layanan logistik batu bara KAI memiliki dampak langsung terhadap program swasembada energi nasional yang menjadi salah satu fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Angkutan batu bara KAI memastikan pasokan energi ke pembangkit listrik dan industri tetap terjaga. Ini selaras dengan upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi dan mempercepat kemandirian ekonomi nasional,” terang Anne.

KAI juga mendukung kebijakan pemerintah untuk menghapus truk ODOL (Over Dimension Over Loading) pada tahun 2026 dengan menyediakan jaringan logistik rel berkapasitas besar yang mampu mengangkut barang dalam volume tinggi secara aman, efisien, dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat menekan biaya logistik nasional serta meningkatkan daya saing industri dalam negeri.

Sejalan dengan arah pembangunan hijau, KAI sejak Februari 2025 telah menggunakan Biosolar B40 pada seluruh lokomotif dan genset sebagai bagian dari transisi energi hijau dan dekarbonisasi transportasi nasional. Langkah ini mendukung target Net Zero Emission 2060 serta memperkuat komitmen KAI terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Setiap ton barang yang diangkut melalui rel bukan hanya efisiensi logistik, tetapi juga kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi karbon dan peningkatan keselamatan transportasi. KAI akan terus memperluas kapasitas angkutan, mempercepat digitalisasi layanan, dan memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri agar rantai pasok nasional semakin tangguh dan berdaya saing,” tutup Anne.(****)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hari Pertama Libur Panjang Isra Miraj, Lebih 37 Ribu Penumpang Tinggalkan Jakarta dengan Kereta Api

15 Januari 2026 - 15:47 WIB

KAI Tutup 316 Perlintasan Rawan Sepanjang 2025, Perkuat Edukasi Keselamatan Publik

15 Januari 2026 - 10:40 WIB

KAI Daop 7 Madiun Lakukan 115 Sosialisasi Keselamatan Perlintasan Sepanjang 2025

15 Januari 2026 - 09:50 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Salurkan Dana TJSL Rp1,9 Miliar Sepanjang 2025

15 Januari 2026 - 09:42 WIB

KAI dan Railfans Berkumpul di Balaiyasa Manggarai dalam Community Gathering 2026

14 Januari 2026 - 21:51 WIB

Trending di PERON