Menu

Mode Gelap
PNM Jadikan Semangat Kemerdekaan sebagai Energi Pemberdayaan Perempuan Ultra Mikro Upacara Kemerdekaan di Kampung Nelayan, Trenggono Targetkan 5.000 KNMP hingga 2029 Hari Ini Tarif Rp8 Berlaku di LRT Jabodebek dan Sebagian Besar Commuter Line, 27.620 Tiket Diskon KAI Terjual Dirut KAI Tekankan Keselamatan, Profesionalisme, dan Perluasan Manfaat Kereta Api pada HUT ke-81 RI Di HUT Ke-81 RI, Kepala Pangkalan PLP Tanjung Priok: Semangat Kemerdekaan Harus Bebaskan Diri dari Malas dan Penyalahgunaan Wewenang Hindari Kepadatan Monas Saat HUT RI, 27 KA Keberangkatan Gambir Berhenti di Stasiun Jatinegara

PERON

Whoosh Sempat Berhenti di Kopo Gegera ada Seng, KCIC Pastikan Perjalanan Tetap Aman

badge-check


 Whoosh Sempat Berhenti di Kopo Gegera ada Seng, KCIC Pastikan Perjalanan Tetap Aman Perbesar

Wartatrans.com, BANDUNG – Kereta cepat Whoosh sempat berhenti di wilayah Kopo, Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (3/4) pukul 16.45 WIB akibat adanya benda asing yang masuk ke jalur di tengah cuaca ekstrem.

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menjelaskan, penghentian sementara dilakukan pada KA G1046 relasi Tegalluar Summarecon–Halim di KM 126+383 untuk memastikan keselamatan perjalanan. Benda asing berupa seng terbawa angin kencang dan masuk ke jalur.

“KA G1046 sempat dihentikan untuk memastikan keselamatan perjalanan akibat adanya penanganan benda asing berupa seng yang masuk ke jalur karena cuaca ekstrem,” ujar GM Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa dalam keterangan resminya, Ahad (5/4/2026.

Ia menambahkan, sistem sensor telah lebih dulu mendeteksi keberadaan benda tersebut sehingga dapat segera diantisipasi tanpa membahayakan perjalanan kereta.

Penanganan dilakukan dengan cepat, selesai pada pukul 16.48 WIB, dan satu menit kemudian kereta kembali melanjutkan perjalanan. “Operasional Whoosh tetap aman dan berjalan normal tanpa keterlambatan signifikan,” kata Eva.

Pada hari yang sama, wilayah Kota Bandung dan sekitarnya dilanda hujan deras disertai angin kencang dan petir yang menyebabkan sejumlah pohon tumbang serta kerusakan fasilitas di beberapa ruas jalan utama. Kondisi ini memungkinkan benda ringan seperti seng terbawa angin hingga masuk ke jalur kereta.

KCIC memastikan tidak ada gangguan pada prasarana perkeretaapian lainnya. Seluruh jalur Whoosh tetap dalam kondisi aman karena dipantau melalui sistem keselamatan berlapis.
“Sistem tersebut meliputi sensor deteksi benda asing, sensor hujan dan angin kencang, serta sistem deteksi gempa yang terintegrasi dengan Operation Control Center (OCC),” jelas Eva.

Pascakejadian, KCIC juga telah melakukan pemeriksaan jalur dan memastikan seluruh prasarana dalam kondisi andal sehingga operasional Whoosh tetap berjalan normal.

Sementara itu, pada Sabtu (4/4), arus penumpang masih terpantau padat pascalibur panjang akhir pekan, khususnya dari arah Bandung menuju Jakarta. Mayoritas penumpang tercatat berangkat dari Stasiun Padalarang.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Hari Ini Tarif Rp8 Berlaku di LRT Jabodebek dan Sebagian Besar Commuter Line, 27.620 Tiket Diskon KAI Terjual

17 Agustus 2026 - 13:49 WIB

Dirut KAI Tekankan Keselamatan, Profesionalisme, dan Perluasan Manfaat Kereta Api pada HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Hindari Kepadatan Monas Saat HUT RI, 27 KA Keberangkatan Gambir Berhenti di Stasiun Jatinegara

17 Agustus 2026 - 11:58 WIB

Spesial HUT ke-81 RI: KAI Commuter Hadirkan Tarif Promo Rp8 dan Kereta Tambahan hingga Bagi-Bagi Kopi Gratis

17 Agustus 2026 - 11:46 WIB

HUT RI ke-81, KAI Commuter Bagikan Kopi dan Roti Gratis di Stasiun BNI City dan Juanda

17 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek

17 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

16 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Kereta Merdeka KAI Semarakkan HUT ke-81 RI, Ada Lomba hingga Upgrade Kelas Gratis

16 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Libur Panjang HUT RI, Penumpang Whoosh Tembus 45.889 Orang dalam Dua Hari

16 Agustus 2026 - 13:08 WIB

KAI Group Layani 307,86 Juta Pelanggan, Kereta Api Dorong Mobilitas Rendah Emisi

16 Agustus 2026 - 12:58 WIB

Trending di PERON