Wartatrans.com, BANDA ACEH – Sebanyak 20 karya seni lukis dekoratif karya Anni Kolilah, M.Sn. dipamerkan dalam sebuah pameran tunggal yang berlangsung di Museum Aceh. Pameran tersebut turut melibatkan lima seniman undangan, sehingga menghadirkan beragam karya yang memperlihatkan keindahan visual dan kekayaan ekspresi seni rupa.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dan diresmikan oleh Wakil Rektor I ISBI Aceh, Dr. Dra. Ratri Candrasari, M. Pd sementara prosesi pengguntingan pita dilakukan oleh perwakilan Wali Nanggroe Aceh.

Pembukaan pameran juga dihadiri para dosen ISBI Aceh, seniman, mahasiswa, pegiat seni, serta masyarakat umum yang memberikan apresiasi terhadap perkembangan seni rupa di Aceh.
Dalam pameran ini, Anni Kolilah mengangkat tema jalur rempah dengan aliran seni lukis dekoratif, yaitu karya seni yang mengutamakan unsur hias (ornamental) melalui penyederhanaan atau stilisasi bentuk.
Pendekatan tersebut menghasilkan komposisi yang indah, harmonis, serta memiliki nilai estetis, sekaligus mampu menyampaikan makna, simbol, dan identitas budaya.
Setiap karya menampilkan kekuatan garis, bidang, warna, ritme, dan pengulangan motif yang menjadi ciri khas seni dekoratif. Melalui bahasa visual tersebut, Anni menghadirkan karya yang tidak hanya menarik secara artistik, tetapi juga merefleksikan nilai-nilai budaya dan kreativitas dalam seni rupa kontemporer.
Anni Kolilah berharap perhatian pemerintah terhadap pertumbuhan dan perkembangan seni rupa di Aceh terus meningkat.
Menurutnya, dukungan berbagai pihak sangat penting agar ekosistem seni rupa semakin berkembang dan memberi ruang yang lebih luas bagi para perupa untuk berkarya.
“Ke depan saya berharap semakin banyak teman-teman seniman yang menyelenggarakan pameran, baik pameran bersama maupun pameran tunggal. Dengan semakin seringnya pameran digelar, masyarakat akan semakin dekat dengan seni, dan seni rupa Aceh dapat terus berkembang,” ujar Anni.
Pameran ini menjadi salah satu upaya memperkuat eksistensi seni rupa Aceh sekaligus membuka ruang dialog antara seniman dan masyarakat.
Kehadiran berbagai kalangan dalam pembukaan pameran menunjukkan bahwa seni rupa memiliki peran penting dalam memperkaya kehidupan budaya di Aceh.*** (Kamaruzzaman)






























