Menu

Mode Gelap
Menahun Bertahan Dengan Jalan Rusak, Warga Pakansari Desak Pemkab Bogor Segera Lakukan Perbaikan DAMRI dan BPTD Kelas II Makassar Teken Kontrak Angkutan Perintis Tahun 2026 KKP dan TNI AL Lakukan Survei Hidro-Oseanografi Dukung Pembangunan Tanggul Laut KAI Daop 7 Madiun Dorong Pariwisata Daerah Lewat Program Rail Tour Jawa Timur Jelang Libur Panjang Isra Miraj, Arus Kedatangan Penumpang di Daop 6 Yogyakarta Naik 41 Persen Libur Panjang Isra Mikraj, KAI Catat Lonjakan Perjalanan Penumpang Kereta Api

PERISTIWA

Aceh Prioritaskan Penanganan Kesehatan Pengungsi, Mualem Pastikan Bantuan Luar Negeri Tetap Mengalir

badge-check


					Aceh Prioritaskan Penanganan Kesehatan Pengungsi, Mualem Pastikan Bantuan Luar Negeri Tetap Mengalir Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Di tengah upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menegaskan bahwa pemerintah daerah kini memprioritaskan penanganan kesehatan para pengungsi sebagai kebutuhan paling mendesak.

Dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Posko Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, Minggu (7/12/2025) malam, Mualem menyoroti kondisi pengungsi yang mulai mengalami gangguan kesehatan akibat minimnya fasilitas dan obat-obatan.

“Kebutuhan obat-obatan harus segera dipenuhi karena sudah mulai terjadi gatal-gatal di kalangan pengungsi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pakaian layak pakai dan pasokan gas 3 kilogram untuk dapur umum juga masuk dalam daftar kebutuhan yang mendesak.

Mualem memastikan bahwa seluruh bantuan yang masuk—baik dari dalam negeri maupun luar negeri—telah disalurkan tepat sasaran. Ia mencontohkan bantuan obat-obatan dari kerabatnya di Malaysia yang kini sudah diterima pengungsi.

“Bahkan tidak cukup, dan mereka akan datang lagi hari Rabu membawa obat tiga ton beserta dokter,” katanya.

Menurut Mualem, Pemerintah Aceh terbuka terhadap dukungan internasional sepanjang mengikuti prosedur yang berlaku. Ia menegaskan tidak ada hambatan berarti dalam proses kedatangan relawan dan bantuan.

Menanggapi isu bahwa Aceh tetap menerima bantuan dari luar negeri saat pemerintah pusat disebut-sebut menahan masuknya bantuan internasional, Mualem menegaskan bahwa tidak ada larangan maupun intervensi yang menghambat kedatangan tim asing.

Ia menyebut contoh tim pencari dan pendeteksi jenazah asal Tiongkok yang saat ini sudah bekerja di lapangan.

“Semuanya sudah saya kroscek, tidak ada masalah. Mereka tolong kita, masak kita persulit? Kan bodoh,” ujarnya tegas. Ia menambahkan bahwa tim tersebut bukan delegasi resmi pemerintah Tiongkok, melainkan kelompok dari lembaga swadaya masyarakat yang datang secara mandiri.

Dalam pertemuan dengan Presiden, Mualem mendorong pemerintah pusat untuk segera mengintervensi sektor kesehatan, logistik dasar, dan peralatan ibadah bagi masyarakat terdampak.

“Pakaian mereka hanya tersisa yang menempel di badan, semua terbawa lumpur,” tuturnya.

Dengan kebutuhan dasar yang kian mendesak, ia berharap koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat tetap solid agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menahun Bertahan Dengan Jalan Rusak, Warga Pakansari Desak Pemkab Bogor Segera Lakukan Perbaikan

15 Januari 2026 - 22:09 WIB

DAMRI dan BPTD Kelas II Makassar Teken Kontrak Angkutan Perintis Tahun 2026

15 Januari 2026 - 22:03 WIB

Warga Desa Atu Payung Diusulkan Direlokasi, Ancaman Longsor dari Gunung Kera Kian Mengkhawatirkan

15 Januari 2026 - 19:39 WIB

Akses Jalan Belum Terbuka, 50 Hari Pascabencana Karang Ampar Masih Terisolasi

15 Januari 2026 - 19:32 WIB

Anggota DPR Kesal Menteri KP Tak Beri Tahu Kunjungan ke Aceh Tamiang

15 Januari 2026 - 17:04 WIB

Trending di PERISTIWA