Menu

Mode Gelap
Tanta Ginting Tertantang Perankan Tan Malaka, Belajar Sejarah hingga Bangun Chemistry dengan Arswendy Bening Swara Citilink Salurkan 91,5 Ton Bantuan Gempa NTT melalui Delapan Penerbangan KKP Terbitkan Izin Pemanfaatan Air Laut untuk 16 Pembangkit PLN Nusantara Power JPL 183 Rangkasbitung Ditutup Permanen 4 September, Warga Dialihkan ke JPO Ditjen Intram dan JICA Perkuat Integrasi Transportasi Publik Jabodetabek, Dorong Warga Tinggalkan Kendaraan Pribadi ASDP Sterilisasi Pelabuhan Merak, Perkuat Keselamatan dan Keamanan Kawasan

EKOBIS

Aceh Tengah Jadi Sorotan, Kepemimpinan Daerah Dipertanyakan di Tengah Bencana dan Inflasi

badge-check


 Aceh Tengah Jadi Sorotan, Kepemimpinan Daerah Dipertanyakan di Tengah Bencana dan Inflasi Perbesar

ACEH TENGAH — Kabupaten Aceh Tengah kembali menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu terakhir. Perhatian terhadap daerah ini bahkan datang dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyusul berbagai persoalan yang mencuat.

Sorotan tersebut muncul di tengah situasi bencana yang melanda wilayah ini. Namun, respons dari kepala daerah justru menuai kritik dari masyarakat. Pernyataan yang dinilai tidak menunjukkan ketegasan dan solusi konkret memunculkan pertanyaan mengenai peran kepemimpinan di saat krisis.

“Publik berharap adanya langkah cepat, terukur, dan memberikan kepastian, bukan justru kesan menyerah,” ujar Melda, salah satu warga Takengon Aceh Tengah.

Belum mereda persoalan bencana, Aceh Tengah kembali menghadapi tantangan lain. Daerah ini tercatat sebagai salah satu wilayah dengan tingkat inflasi tertinggi, baik di tingkat Provinsi Aceh maupun secara nasional. Kondisi tersebut memperkuat anggapan adanya persoalan mendasar dalam tata kelola pemerintahan daerah.

Di sisi lain, masyarakat terus didorong untuk menjalankan kewajiban sebagai warga negara, mulai dari disiplin membayar pajak hingga menaati berbagai aturan yang berlaku. Kepatuhan ini kerap dijadikan indikator sebagai warga yang cerdas dan bertanggung jawab.

Namun demikian, situasi ini memunculkan pertanyaan kritis di tengah publik mengenai standar yang sama bagi para pemimpin. Sejumlah kalangan menilai bahwa tanggung jawab dan kualitas kepemimpinan juga perlu diuji secara terbuka, terutama dalam menghadapi kondisi sulit.

Pengamat kebijakan publik menyebutkan bahwa kepercayaan masyarakat tidak dibangun melalui retorika semata, melainkan melalui tindakan nyata, keberanian dalam mengambil keputusan, serta kemampuan menghadirkan solusi di tengah krisis.

Hingga saat ini, masyarakat masih menantikan langkah konkret dari pemerintah daerah untuk menjawab berbagai persoalan yang ada, sekaligus memulihkan kepercayaan publik yang mulai tergerus.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi

26 Agustus 2026 - 19:04 WIB

KAI Services Perkuat Kemitraan Strategis melalui Mitra Gathering 2026

26 Agustus 2026 - 14:10 WIB

InJourney Airports Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT

26 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Subsidi BBM Bocor, Ekonomi Rakyat Boncos

26 Agustus 2026 - 08:34 WIB

ADEXCO Dorong Industrialisasi Kebencanaan dari Hulu ke Hilir, Dukung Penanganan Kahutla

25 Agustus 2026 - 08:42 WIB

Garuda Indonesia dan Citilink  Sabet Rating Keselamatan Tertinggi

25 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Citilink Raih Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan

24 Agustus 2026 - 11:09 WIB

Cilegon Jadi Klaster Industri Baru, Proyeksi Pabrik Kendaraan Listrik Rp10 Triliun

24 Agustus 2026 - 05:51 WIB

Kapasitas Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta Ditarget Naik 75% usai Revitalisasi

24 Agustus 2026 - 05:43 WIB

Trending di BANDARA