Menu

Mode Gelap
Alam Urbach Gabung Tuaipuja, Siap Rilis LP Perdana dengan 12 Lagu Halimah Munawir: Puisi Adalah Ruang untuk Merawat Kemanusiaan dan Menjaga Nurani Sastra Masuk Sekolah Hadir di SMA Negeri 71 Jakarta, Siswa Dilatih Menulis Puisi dan Cerpen Aktor dan Ceh Didong Kabri Wali Apresiasi Anugerah Adiluhung LK Ara, Dukung Didong Gayo Menuju UNESCO KAI Services Gunakan Smart Cleaning untuk Wujudkan Stasiun Lebih Bersih dan Ramah Lingkungan Koperasi Karyawan Didorong Naik Kelas, Tak Lagi Sekadar Wadah Simpan Pinjam

SENI BUDAYA

Aktor dan Ceh Didong Kabri Wali Apresiasi Anugerah Adiluhung LK Ara, Dukung Didong Gayo Menuju UNESCO

badge-check


 Aktor dan Ceh Didong Kabri Wali Apresiasi Anugerah Adiluhung LK Ara, Dukung Didong Gayo Menuju UNESCO Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Aktor sekaligus Ceh Didong Gayo, Kabri Wali, menyampaikan apresiasi atas diraihnya Anugerah Kepenyairan Adiluhung 2026 oleh penyair senior asal Gayo, LK Ara. Penghargaan tersebut dinilai menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi panjang LK Ara dalam dunia kepenyairan dan kebudayaan Indonesia.

Kabri Wali, yang dikenal sebagai pelaku seni Didong sekaligus aktor film Black Coffee dan Daun di Atas Bantal, juga menyatakan dukungannya terhadap upaya mendorong Didong Gayo agar semakin dikenal di tingkat internasional.

Dalam pertemuan yang berlangsung Senin malam (27/7/2026), Kabri Wali turut memberikan dukungan terhadap gerakan pengusulan Didong sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) UNESCO. Menurutnya, Didong merupakan salah satu kekayaan budaya Gayo yang memiliki nilai seni, sejarah, filosofi, dan identitas masyarakat yang kuat.

Sebagai seorang Ceh Didong yang tumbuh dan berkecimpung langsung dalam tradisi kesenian Gayo, Kabri Wali dinilai memiliki posisi penting dalam menjaga keberlangsungan Didong sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat yang lebih luas.

Pertemuan tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai masa depan seni dan budaya Gayo, khususnya upaya membawa kesenian tradisional Gayo ke panggung nasional dan internasional. Gerakan tersebut sebelumnya juga mendapat dukungan dari sejumlah seniman yang memiliki perhatian terhadap perkembangan seni Gayo dan cita-cita menjadikan kebudayaan Gayo semakin dikenal dunia.

Diskusi malam itu turut dihadiri Yus Oloh Guwel, Angga Prasetya dari Bener Meriah, serta akademisi dan budayawan Dr. Salman Yoga S.

Pertemuan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara seniman, budayawan, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga sekaligus mengembangkan warisan budaya Gayo.

Dukungan terhadap Didong untuk terus diperkenalkan ke dunia internasional juga menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas budaya Gayo. Dengan kekuatan tradisi, kreativitas seniman, serta dukungan berbagai pihak, Didong diharapkan tidak hanya tetap hidup di tengah masyarakat Gayo, tetapi juga mampu mendapat pengakuan lebih luas sebagai warisan budaya yang memiliki nilai universal.*** (Jasa)

Baca Lainnya

Alam Urbach Gabung Tuaipuja, Siap Rilis LP Perdana dengan 12 Lagu

28 Juli 2026 - 10:42 WIB

Halimah Munawir: Puisi Adalah Ruang untuk Merawat Kemanusiaan dan Menjaga Nurani

28 Juli 2026 - 10:24 WIB

Sastra Masuk Sekolah Hadir di SMA Negeri 71 Jakarta, Siswa Dilatih Menulis Puisi dan Cerpen

28 Juli 2026 - 10:16 WIB

Kirab Budaya Saparan: Kecamatan Borobudur, Wadah Kebudayaan yang Merajut Keutuhan dalam Kebersamaan

27 Juli 2026 - 11:09 WIB

Betawi Academia Diharapkan Dukung Penerbitan Edisi Kedua Kembang Goyang

27 Juli 2026 - 05:51 WIB

Pemegang Rekor MURI Muda Balia Tampil di Sophie’s Sunset Library 2.0

27 Juli 2026 - 05:42 WIB

Temu Seniman: Sebuah Cerita Berontak Sejenak

27 Juli 2026 - 05:37 WIB

Catatan LK Ara, Saat Menerima Anugrah Adiluhung HPI 2026

26 Juli 2026 - 21:18 WIB

Penyair Gayo LK Ara Raih Anugerah Kepenyairan Adiluhung 2026

26 Juli 2026 - 19:46 WIB

Harry De Fretes Hidupkan Semangat Persahabatan dan Musik Betawi Lewat Single “I Love You, Bestie”

26 Juli 2026 - 13:19 WIB

Trending di SENI BUDAYA