Wartatrans.com, TAKENGON – Tokoh nasional Anies Baswedan mengunjungi Sukran Kopi Wine Gayo di Takengon, Aceh Tengah, Jumat (24/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Anies menegaskan pentingnya mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat Aceh Tengah melalui pengembangan usaha dan produk lokal bernilai tambah.
Anies mengatakan, kedatangannya ke Aceh Tengah salah satunya bertujuan melihat secara langsung geliat masyarakat dalam membangun kembali aktivitas ekonomi, khususnya setelah berbagai tantangan yang dihadapi daerah tersebut.

“Saya datang ke Aceh Tengah dengan satu tujuan, yaitu melihat masyarakat kembali bergerak dan bangkit di bidang ekonomi. Itulah misi utama kedatangan saya ke Aceh Tengah,” ujar Anies.
Saat berada di Sukran Kopi Wine Gayo, Anies berkesempatan melihat langsung proses pengolahan kopi wine sekaligus mencicipi kopi yang diproduksi oleh pelaku usaha tersebut.
Menurut Anies, kekuatan kopi Gayo tidak hanya terletak pada cita rasa, tetapi juga pada proses pengolahan, inovasi, serta cerita yang berada di balik setiap produk.
“Yang dijual bukan sekadar secangkir kopi. Yang ditawarkan adalah proses, inovasi, dan cerita di balik setiap produknya. Nilai tambah seperti inilah yang membuat sebuah produk memiliki daya saing tinggi,” katanya.
Anies berharap inovasi dalam pengembangan kopi Gayo terus tumbuh sehingga mampu memperkuat posisi Aceh Tengah sebagai salah satu daerah penghasil kopi berkualitas di tingkat nasional maupun internasional.
“Mudah-mudahan akan terus lahir inovasi-inovasi baru dari Gayo,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Anies juga menyampaikan dua harapan untuk masa depan industri kopi Gayo.
Pertama, ia berharap pembangunan kembali infrastruktur di Aceh Tengah dapat dipercepat. Menurutnya, infrastruktur yang memadai sangat penting untuk mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperlancar distribusi hasil perkebunan.
Kedua, Anies mengingatkan pentingnya menjaga kualitas kopi Gayo secara konsisten.
“Reputasi kopi Gayo tidak dibangun dalam semalam, tetapi melalui kerja keras dan konsistensi selama bertahun-tahun. Saya berharap Gayo tetap menjadi salah satu sentra produksi kopi kelas dunia dengan mutu yang terus meningkat dari waktu ke waktu,” katanya.
Anies juga mengapresiasi perjalanan usaha Sukran yang dinilainya menjadi contoh kegigihan seorang pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia menyebut Sukran mengawali perjalanan usahanya dengan berdagang tomat di Pasar Paya Ilang. Dari usaha tersebut, Sukran kemudian beralih mengembangkan bisnis kopi hingga mampu menghasilkan produk premium dengan nilai tambah yang tinggi.
“Pesan saya, jangan pernah puas dengan pencapaian hari ini. Teruslah berinovasi, terus berkarya, dan terus membawa nama baik Aceh Tengah serta Gayo ke tingkat nasional maupun internasional,” tutur Anies.
Menurutnya, salah satu keunikan usaha Sukran adalah keberanian untuk tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi lebih mengutamakan kualitas dan menghadirkan produk premium.
“Small but giant—kecil, tetapi memberikan dampak yang besar,” kata Anies.
Anies berharap usaha yang dirintis Sukran terus berkembang dan memberikan manfaat yang semakin luas. Ia juga berharap kisah perjalanan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Aceh untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal dan menciptakan nilai tambah dari komoditas kopi Gayo.
Bagi Anies, kopi Gayo memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Dengan menjaga kualitas, memperkuat inovasi, serta mengangkat cerita dan proses di balik produk, kopi Gayo tidak hanya menjadi komoditas perkebunan, tetapi juga dapat menjadi kekuatan ekonomi sekaligus identitas daerah yang mampu bersaing di pasar nasional dan global.*** (Kamaruzzaman)


























