Menu

Mode Gelap
Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial

RAGAM

Antrian Panjang Lapak Makan Dhuafa di Tamiang, Relawan Bertahan di Tengah Lelah dan Tekanan Psikis

badge-check


 Antrian Panjang Lapak Makan Dhuafa di Tamiang, Relawan Bertahan di Tengah Lelah dan Tekanan Psikis Perbesar

Wartatrans.com TAMIANG — Pukul 13.15 WIB, antrian nasi di Lapak Makan Dhuafa, Tamiang, masih mengular panjang. Di tengah keterbatasan logistik dan tenaga dapur, tim relawan terpaksa membatasi pembagian makanan maksimal empat bungkus per orang agar seluruh warga terdampak kebagian.

“Kami harus membatasi. Kalau tidak, akan ada yang tidak dapat sama sekali,” ujar Riry Yanti, salah satu relawan di lokasi.

Tim dapur umum bekerja dengan jumlah personel terbatas, sementara kebutuhan warga terus meningkat. Persoalan di lapangan datang silih berganti, mulai dari distribusi, tekanan emosional warga, hingga kondisi relawan sendiri yang ikut terdampak secara psikis.

“Kami semua lelah, kecewa, dan hampir kehilangan harapan,” ungkap relawan tersebut.

Kondisi relawan pun jauh dari kata layak. Beberapa di antaranya mengaku sudah berhari-hari tidak mandi, mengenakan pakaian yang sama, dan tubuh penuh lumpur. Keletihan fisik bercampur tekanan batin membuat suasana semakin berat.

“Saya baru beberapa hari tidak mandi, baju yang sama sudah tiga hari, berlumpur di badan. Rasanya mulai feeling blue. Lalu saya berpikir, bagaimana dengan warga yang sudah mengalami ini jauh lebih lama?” tuturnya.

Tak hanya soal pangan, kebutuhan mendesak lain adalah pembangunan shelter dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Namun upaya tersebut dinilai jauh lebih rumit dibandingkan mendirikan dapur umum, terutama karena harus berhadapan dengan persoalan birokrasi dan kepastian lokasi.

“Kami ingin membangun shelter dan MCK, tapi ternyata tidak semudah itu. Pertanyaannya, ke mana warga ini harus pindah, sementara rumah mereka sudah tidak ada?” katanya Diri lagi.

Di tengah kelelahan dan kerinduan pulang ke rumah, relawan mengaku sempat ingin menyerah. Namun komitmen kemanusiaan menjadi alasan untuk tetap bertahan.

“Hari ini saya sangat lelah dan ingin pulang ke hangatnya rumah. Tapi saya tidak mau menjadi orang lemah, tidak mau jadi pengecut yang menyerah. Kami akan bertahan dan terus berjuang,” tegas Diri.

Lapak Makan Dhuafa hingga kini masih menjadi tumpuan ratusan warga terdampak di Tamiang, sembari menunggu bantuan dan solusi jangka panjang dari berbagai pihak.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok

27 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta

26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Trending di RAGAM