Menu

Mode Gelap
Wali Kota Langsa Serahkan Seragam Sekolah Gratis bagi Anak Yatim Piatu di Langsa Lama Lelang Frekuensi 700 MHz-26 GHz: Ajukan Rp5,458 Triliun, Telkomsel Kuasai “Jalur Emas” Dari Manggarai ke Kiaracondong: 5.484 Rusun TOD PT KAI Jadi Ramah Kantong atau Jerat Lahan HPL ? IIPO 3 BUMD Jakarta: Bekal Amunisi Fiskal Atau Jadi Tumbal Pasar Modal ? HSBI Peringati Hari Sastra dengan Pentas Seni di Padepokan Mahagenta PNM Kenalkan Model Pembiayaan Syariah Berbasis Kepercayaan di Hadapan Negara-Negara D-8

RAGAM

Antrian Panjang Lapak Makan Dhuafa di Tamiang, Relawan Bertahan di Tengah Lelah dan Tekanan Psikis

badge-check


 Antrian Panjang Lapak Makan Dhuafa di Tamiang, Relawan Bertahan di Tengah Lelah dan Tekanan Psikis Perbesar

Wartatrans.com TAMIANG — Pukul 13.15 WIB, antrian nasi di Lapak Makan Dhuafa, Tamiang, masih mengular panjang. Di tengah keterbatasan logistik dan tenaga dapur, tim relawan terpaksa membatasi pembagian makanan maksimal empat bungkus per orang agar seluruh warga terdampak kebagian.

“Kami harus membatasi. Kalau tidak, akan ada yang tidak dapat sama sekali,” ujar Riry Yanti, salah satu relawan di lokasi.

Tim dapur umum bekerja dengan jumlah personel terbatas, sementara kebutuhan warga terus meningkat. Persoalan di lapangan datang silih berganti, mulai dari distribusi, tekanan emosional warga, hingga kondisi relawan sendiri yang ikut terdampak secara psikis.

“Kami semua lelah, kecewa, dan hampir kehilangan harapan,” ungkap relawan tersebut.

Kondisi relawan pun jauh dari kata layak. Beberapa di antaranya mengaku sudah berhari-hari tidak mandi, mengenakan pakaian yang sama, dan tubuh penuh lumpur. Keletihan fisik bercampur tekanan batin membuat suasana semakin berat.

“Saya baru beberapa hari tidak mandi, baju yang sama sudah tiga hari, berlumpur di badan. Rasanya mulai feeling blue. Lalu saya berpikir, bagaimana dengan warga yang sudah mengalami ini jauh lebih lama?” tuturnya.

Tak hanya soal pangan, kebutuhan mendesak lain adalah pembangunan shelter dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Namun upaya tersebut dinilai jauh lebih rumit dibandingkan mendirikan dapur umum, terutama karena harus berhadapan dengan persoalan birokrasi dan kepastian lokasi.

“Kami ingin membangun shelter dan MCK, tapi ternyata tidak semudah itu. Pertanyaannya, ke mana warga ini harus pindah, sementara rumah mereka sudah tidak ada?” katanya Diri lagi.

Di tengah kelelahan dan kerinduan pulang ke rumah, relawan mengaku sempat ingin menyerah. Namun komitmen kemanusiaan menjadi alasan untuk tetap bertahan.

“Hari ini saya sangat lelah dan ingin pulang ke hangatnya rumah. Tapi saya tidak mau menjadi orang lemah, tidak mau jadi pengecut yang menyerah. Kami akan bertahan dan terus berjuang,” tegas Diri.

Lapak Makan Dhuafa hingga kini masih menjadi tumpuan ratusan warga terdampak di Tamiang, sembari menunggu bantuan dan solusi jangka panjang dari berbagai pihak.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jum’at Berkah Aceh Bangun Ukhuwah Lewat Segelas Kopi dan Sepotong Kue di Masjid tansaran 

10 Juli 2026 - 20:37 WIB

Nobar Perempatfinal Hingga Final Piala Dunia 2026 Dihadirkan InJourney Airports di 7 Bandara

10 Juli 2026 - 18:55 WIB

Febrie Setelah Digeledah Tegaskan Tidak Mundur, Penanganan Kasus Asabri hingga MBG Tetap Berjalan

10 Juli 2026 - 18:07 WIB

Omah Jangan Diam Terus, Resto di Depok yang Menyajikan Kelezatan, Perjalanan, dan Nilai Kemanusiaan

10 Juli 2026 - 17:05 WIB

Pelita Air Hadirkan Senandung Musikal Maliq & D’Essentials di Penerbangan

10 Juli 2026 - 15:42 WIB

Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun

10 Juli 2026 - 09:27 WIB

Sengkarut 4 Blok Lahan Kosong Negara di Kemayoran: Ketegasan Negara Menghilang?

10 Juli 2026 - 09:11 WIB

Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta

10 Juli 2026 - 04:10 WIB

Sabet Penghargaan, Model 3R mGanik Jadi Terobosan Kebuntuan Diabetes Tipe 2

10 Juli 2026 - 04:05 WIB

TEMUAN BPK: Defisit Keuangan Membengkak, Transparansi Perjalanan Dinas Pemko Subulussalam Dipertanyakan

10 Juli 2026 - 03:56 WIB

Trending di RAGAM