Menu

Mode Gelap
KAI Daop 7 Imbau Penumpang Datang Lebih Awal ke Stasiun Kediri karena Agenda Kelas Malam Puluhan Warga Terjebak di Bur Lintang, Jalur Nasional Putus Akibat Hujan Deras Melalui TJSL, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Perkuat Pelestarian Terumbu Karang dan Ekosistem Laut Kepulauan Seribu Nucke Rahma SH, Novelis Kondang Siap Jadi Narasumber Ngobrol Santai Bareng Kartini Seni, Musik dan Film 2026 Penumpang Stasiun Lampegan Naik pada Triwulan I 2026 KAI Services Resmikan Laboratorium QC di Dapur Manggarai

RAGAM

Antrian Panjang Lapak Makan Dhuafa di Tamiang, Relawan Bertahan di Tengah Lelah dan Tekanan Psikis

badge-check


 Antrian Panjang Lapak Makan Dhuafa di Tamiang, Relawan Bertahan di Tengah Lelah dan Tekanan Psikis Perbesar

Wartatrans.com TAMIANG — Pukul 13.15 WIB, antrian nasi di Lapak Makan Dhuafa, Tamiang, masih mengular panjang. Di tengah keterbatasan logistik dan tenaga dapur, tim relawan terpaksa membatasi pembagian makanan maksimal empat bungkus per orang agar seluruh warga terdampak kebagian.

“Kami harus membatasi. Kalau tidak, akan ada yang tidak dapat sama sekali,” ujar Riry Yanti, salah satu relawan di lokasi.

Tim dapur umum bekerja dengan jumlah personel terbatas, sementara kebutuhan warga terus meningkat. Persoalan di lapangan datang silih berganti, mulai dari distribusi, tekanan emosional warga, hingga kondisi relawan sendiri yang ikut terdampak secara psikis.

“Kami semua lelah, kecewa, dan hampir kehilangan harapan,” ungkap relawan tersebut.

Kondisi relawan pun jauh dari kata layak. Beberapa di antaranya mengaku sudah berhari-hari tidak mandi, mengenakan pakaian yang sama, dan tubuh penuh lumpur. Keletihan fisik bercampur tekanan batin membuat suasana semakin berat.

“Saya baru beberapa hari tidak mandi, baju yang sama sudah tiga hari, berlumpur di badan. Rasanya mulai feeling blue. Lalu saya berpikir, bagaimana dengan warga yang sudah mengalami ini jauh lebih lama?” tuturnya.

Tak hanya soal pangan, kebutuhan mendesak lain adalah pembangunan shelter dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Namun upaya tersebut dinilai jauh lebih rumit dibandingkan mendirikan dapur umum, terutama karena harus berhadapan dengan persoalan birokrasi dan kepastian lokasi.

“Kami ingin membangun shelter dan MCK, tapi ternyata tidak semudah itu. Pertanyaannya, ke mana warga ini harus pindah, sementara rumah mereka sudah tidak ada?” katanya Diri lagi.

Di tengah kelelahan dan kerinduan pulang ke rumah, relawan mengaku sempat ingin menyerah. Namun komitmen kemanusiaan menjadi alasan untuk tetap bertahan.

“Hari ini saya sangat lelah dan ingin pulang ke hangatnya rumah. Tapi saya tidak mau menjadi orang lemah, tidak mau jadi pengecut yang menyerah. Kami akan bertahan dan terus berjuang,” tegas Diri.

Lapak Makan Dhuafa hingga kini masih menjadi tumpuan ratusan warga terdampak di Tamiang, sembari menunggu bantuan dan solusi jangka panjang dari berbagai pihak.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Melalui TJSL, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Perkuat Pelestarian Terumbu Karang dan Ekosistem Laut Kepulauan Seribu

18 April 2026 - 19:09 WIB

Mahasiswa FH Unsyiah Perdalam Peran Advokat dalam Perkara Narkotika Jelang Moot Court Competition XI

18 April 2026 - 17:29 WIB

AHY Ingin Partai Demokrat Membirukan Jawa Tengah, Rinto Subekti Jadi Calon Tunggal Ketua DPD

18 April 2026 - 16:38 WIB

Distribusi Bantuan untuk Warga Lubok Pusaka Terus Berlanjut, Sumur Bor hingga Terpal Disalurkan

18 April 2026 - 15:27 WIB

GLN Gareulis Luncurkan TALENTA 2026, Dorong Literasi sebagai Gerakan Transformatif

18 April 2026 - 15:00 WIB

Tani Merdeka Aceh Tengah Terdepan Menjaga Kedaulatan Pangan

18 April 2026 - 12:11 WIB

Zakat untuk Guru Al-Quran di Gaza, Menjaga Nyala Pendidikan di Tengah Krisis

18 April 2026 - 10:31 WIB

FIFASTRA Raih Silver WOW Brand 2026 Kategori Motorcycle Leasing

17 April 2026 - 14:49 WIB

Maret 2026, IPC TPK Jambi Catat Pertumbuhan Arus Peti Kemas 22,5 Persen

17 April 2026 - 14:10 WIB

360 PPIH Daker Madinah Siap Sukseskan Haji 2026

17 April 2026 - 12:15 WIB

Trending di NASIONAL