Menu ✖

Mode Gelap
KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen Tanjung Perak jadi Pelabuhan Uji Coba Pertama Penertiban Kendaraan ODOL Hendak Naik Kapal Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan KSOP Muara Angke Kampanye Pemeriksaan Kapal Terkonsentrasi Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

RAGAM

Antrian Panjang Lapak Makan Dhuafa di Tamiang, Relawan Bertahan di Tengah Lelah dan Tekanan Psikis

badge-check


 Antrian Panjang Lapak Makan Dhuafa di Tamiang, Relawan Bertahan di Tengah Lelah dan Tekanan Psikis Perbesar

Wartatrans.com TAMIANG — Pukul 13.15 WIB, antrian nasi di Lapak Makan Dhuafa, Tamiang, masih mengular panjang. Di tengah keterbatasan logistik dan tenaga dapur, tim relawan terpaksa membatasi pembagian makanan maksimal empat bungkus per orang agar seluruh warga terdampak kebagian.

“Kami harus membatasi. Kalau tidak, akan ada yang tidak dapat sama sekali,” ujar Riry Yanti, salah satu relawan di lokasi.

Tim dapur umum bekerja dengan jumlah personel terbatas, sementara kebutuhan warga terus meningkat. Persoalan di lapangan datang silih berganti, mulai dari distribusi, tekanan emosional warga, hingga kondisi relawan sendiri yang ikut terdampak secara psikis.

“Kami semua lelah, kecewa, dan hampir kehilangan harapan,” ungkap relawan tersebut.

Kondisi relawan pun jauh dari kata layak. Beberapa di antaranya mengaku sudah berhari-hari tidak mandi, mengenakan pakaian yang sama, dan tubuh penuh lumpur. Keletihan fisik bercampur tekanan batin membuat suasana semakin berat.

“Saya baru beberapa hari tidak mandi, baju yang sama sudah tiga hari, berlumpur di badan. Rasanya mulai feeling blue. Lalu saya berpikir, bagaimana dengan warga yang sudah mengalami ini jauh lebih lama?” tuturnya.

Tak hanya soal pangan, kebutuhan mendesak lain adalah pembangunan shelter dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Namun upaya tersebut dinilai jauh lebih rumit dibandingkan mendirikan dapur umum, terutama karena harus berhadapan dengan persoalan birokrasi dan kepastian lokasi.

“Kami ingin membangun shelter dan MCK, tapi ternyata tidak semudah itu. Pertanyaannya, ke mana warga ini harus pindah, sementara rumah mereka sudah tidak ada?” katanya Diri lagi.

Di tengah kelelahan dan kerinduan pulang ke rumah, relawan mengaku sempat ingin menyerah. Namun komitmen kemanusiaan menjadi alasan untuk tetap bertahan.

“Hari ini saya sangat lelah dan ingin pulang ke hangatnya rumah. Tapi saya tidak mau menjadi orang lemah, tidak mau jadi pengecut yang menyerah. Kami akan bertahan dan terus berjuang,” tegas Diri.

Lapak Makan Dhuafa hingga kini masih menjadi tumpuan ratusan warga terdampak di Tamiang, sembari menunggu bantuan dan solusi jangka panjang dari berbagai pihak.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam

12 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan

12 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

12 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman

12 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Rocky Gerung Minta Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ingatkan Prabowo Jangan Terseret Polemik

12 Oktober 2026 - 16:40 WIB

CELIOS Merilis Menteri Terburuk dan Terbaik 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Siapa Saja?

12 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Aliansi Masyarakat Sipil Laporkan Proyek RS Pendidikan Untad Rp172 Miliar ke Kejati Sulteng

12 Oktober 2026 - 12:18 WIB

TPPAS Lulut Nambo dan Pengelolaan Sampah dari Hulu, H. Fikri Hudi Dorong Kolaborasi Masyarakat

12 Oktober 2026 - 11:10 WIB

​Karmila, Demisioner Presma Universitas Bumi Persada, Suarakan Aspirasi Pascabencana Aceh di Ajang Nasional Future Leaders Summit 2026

12 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Karhutla Tembus 10 Hektare di Bagendang, Kalteng

12 Oktober 2026 - 05:09 WIB

Trending di NASIONAL