Menu ✖

Mode Gelap
Dukung MotoGP Mandalika 2026, ASDP Optimalkan 13 Kapal di Lintas Padangbai–Lembar Mardani Ali Sera Ungkap Komunikasi Antarfraksi DPR, Wacana Pansus dan Hak Angket Gibran Mengemuka ​Putra Aceh Dr. (Cand) Khaidir Abdurrahman Jalani Upacara Dipeusijuek Sebagai Anggota BPK RI Ode Untuk Namamu, Ketika Puisi dan Lukisan Merayakan Cinta serta Perjuangan Pompa Air Sempat Gangguan, Fasilitas Toilet dan Musala Stasiun Jatinegara Kembali Normal Demokrat Belum Bersikap Soal Pemakzulan Gibran, Soliditas Koalisi Prabowo Jadi Sorotan

RAGAM

Antrian Panjang Lapak Makan Dhuafa di Tamiang, Relawan Bertahan di Tengah Lelah dan Tekanan Psikis

badge-check


 Antrian Panjang Lapak Makan Dhuafa di Tamiang, Relawan Bertahan di Tengah Lelah dan Tekanan Psikis Perbesar

Wartatrans.com TAMIANG — Pukul 13.15 WIB, antrian nasi di Lapak Makan Dhuafa, Tamiang, masih mengular panjang. Di tengah keterbatasan logistik dan tenaga dapur, tim relawan terpaksa membatasi pembagian makanan maksimal empat bungkus per orang agar seluruh warga terdampak kebagian.

“Kami harus membatasi. Kalau tidak, akan ada yang tidak dapat sama sekali,” ujar Riry Yanti, salah satu relawan di lokasi.

Tim dapur umum bekerja dengan jumlah personel terbatas, sementara kebutuhan warga terus meningkat. Persoalan di lapangan datang silih berganti, mulai dari distribusi, tekanan emosional warga, hingga kondisi relawan sendiri yang ikut terdampak secara psikis.

“Kami semua lelah, kecewa, dan hampir kehilangan harapan,” ungkap relawan tersebut.

Kondisi relawan pun jauh dari kata layak. Beberapa di antaranya mengaku sudah berhari-hari tidak mandi, mengenakan pakaian yang sama, dan tubuh penuh lumpur. Keletihan fisik bercampur tekanan batin membuat suasana semakin berat.

“Saya baru beberapa hari tidak mandi, baju yang sama sudah tiga hari, berlumpur di badan. Rasanya mulai feeling blue. Lalu saya berpikir, bagaimana dengan warga yang sudah mengalami ini jauh lebih lama?” tuturnya.

Tak hanya soal pangan, kebutuhan mendesak lain adalah pembangunan shelter dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Namun upaya tersebut dinilai jauh lebih rumit dibandingkan mendirikan dapur umum, terutama karena harus berhadapan dengan persoalan birokrasi dan kepastian lokasi.

“Kami ingin membangun shelter dan MCK, tapi ternyata tidak semudah itu. Pertanyaannya, ke mana warga ini harus pindah, sementara rumah mereka sudah tidak ada?” katanya Diri lagi.

Di tengah kelelahan dan kerinduan pulang ke rumah, relawan mengaku sempat ingin menyerah. Namun komitmen kemanusiaan menjadi alasan untuk tetap bertahan.

“Hari ini saya sangat lelah dan ingin pulang ke hangatnya rumah. Tapi saya tidak mau menjadi orang lemah, tidak mau jadi pengecut yang menyerah. Kami akan bertahan dan terus berjuang,” tegas Diri.

Lapak Makan Dhuafa hingga kini masih menjadi tumpuan ratusan warga terdampak di Tamiang, sembari menunggu bantuan dan solusi jangka panjang dari berbagai pihak.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Mardani Ali Sera Ungkap Komunikasi Antarfraksi DPR, Wacana Pansus dan Hak Angket Gibran Mengemuka

11 Oktober 2026 - 15:26 WIB

​Putra Aceh Dr. (Cand) Khaidir Abdurrahman Jalani Upacara Dipeusijuek Sebagai Anggota BPK RI

11 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Pompa Air Sempat Gangguan, Fasilitas Toilet dan Musala Stasiun Jatinegara Kembali Normal

11 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Demokrat Belum Bersikap Soal Pemakzulan Gibran, Soliditas Koalisi Prabowo Jadi Sorotan

11 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Endatoe Foundation Gelar Webinar “Career Abroad”: Buka Jalan Pemuda-Pemudi Aceh Menjadi Tenaga Medis di Jerman

11 Oktober 2026 - 08:44 WIB

PTP Nonpetikemas Dorong Generasi Muda Perluas Wawasan dan Raih Cita-Cita

11 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Hadir di Multifinance Day 2026, ACC Dukung Inklusi Keuangan OJK

11 Oktober 2026 - 00:29 WIB

KAI Umumkan Tanu & Friends Karya Muhamad Erwin Ramadhan sebagai Juara IP Contest 2026

10 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Inovasi Terminal Teluk Lamong Kembali Raih Penghargaan Nasional di Lima Tahun Merger Pelindo

10 Oktober 2026 - 22:38 WIB

32 Dosen Poltekpel Surabaya Tambah Gelar Setelah Dilantik sebagai Insinyur

10 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Trending di RAGAM