Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Takengon dan sekitarnya dalam sepekan terakhir kembali memakan korban. Hujan deras yang turun hampir setiap hari menyebabkan longsor dan banjir di sejumlah titik, hingga akhirnya memutus akses jalan nasional di kawasan Bur Lintang,isak Kecamatan Linge. Sabtu (18/4/2026) malam.
Berdasarkan laporan di lapangan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 20.30 WIB di ruas jalan nasional Uning–Isaq–Ise-Ise, tepatnya di sekitar Bur Lintang. Material longsor berupa tanah dan bebatuan menutup badan jalan, membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.

Akibatnya, puluhan warga yang tengah melakukan perjalanan terpaksa terjebak di lokasi. Di antara mereka terdapat anak-anak yang bersama orang tua hendak menuju wilayah Ise-Ise. Kondisi yang gelap, hujan yang masih turun, serta minimnya penerangan membuat situasi semakin sulit.
Para warga tidak memiliki pilihan selain bertahan dan bermalam di lokasi dengan kondisi seadanya, menunggu cuaca membaik atau bantuan datang.
Kondisi ini menambah daftar panjang dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi di wilayah Aceh Tengah dalam beberapa hari terakhir.
Selain di Bur Lintang, sejumlah titik lain juga dilaporkan rawan longsor dan banjir akibat tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan dataran tinggi Gayo.
Struktur tanah yang labil dan tidak mampu menahan debit air menjadi salah satu faktor utama terjadinya longsor. Air hujan yang terus meresap membuat tanah kehilangan daya ikat, sehingga mudah bergeser dan menutup badan jalan, terutama di jalur-jalur perbukitan dan kawasan dengan kemiringan tinggi.
Beberapa ruas jalan yang saat ini perlu diwaspadai oleh masyarakat antara lain jalur lingkar Danau Lut Tawar, jalan nasional Takengon–Gayo Lues, Takengon–Bireuen, serta Takengon–Lhokseumawe. Jalur-jalur tersebut dikenal rawan longsor, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi berlangsung dalam waktu lama.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait evakuasi seluruh warga yang terjebak di Bur Lintang. Namun diharapkan pihak terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat, termasuk pembersihan material longsor dan memastikan keselamatan masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta menghindari perjalanan, khususnya pada malam hari saat musim hujan seperti saat ini. Risiko longsor dan banjir dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa tanda yang jelas, sehingga keselamatan harus menjadi prioritas utama.
Selain itu, warga yang tinggal di sekitar lereng dan bantaran sungai juga diminta untuk tetap siaga terhadap kemungkinan bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih belum stabil di wilayah dataran tinggi Gayo.*** (Kamaruzzaman)





























