Menu

Mode Gelap
Puluhan Warga Terjebak di Bur Lintang, Jalur Nasional Putus Akibat Hujan Deras Melalui TJSL, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Perkuat Pelestarian Terumbu Karang dan Ekosistem Laut Kepulauan Seribu Nucke Rahma SH, Novelis Kondang Siap Jadi Narasumber Ngobrol Santai Bareng Kartini Seni, Musik dan Film 2026 Penumpang Stasiun Lampegan Naik pada Triwulan I 2026 KAI Services Resmikan Laboratorium QC di Dapur Manggarai Mahasiswa FH Unsyiah Perdalam Peran Advokat dalam Perkara Narkotika Jelang Moot Court Competition XI

JALUR

Puluhan Warga Terjebak di Bur Lintang, Jalur Nasional Putus Akibat Hujan Deras

badge-check


 Puluhan Warga Terjebak di Bur Lintang, Jalur Nasional Putus Akibat Hujan Deras Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Takengon dan sekitarnya dalam sepekan terakhir kembali memakan korban. Hujan deras yang turun hampir setiap hari menyebabkan longsor dan banjir di sejumlah titik, hingga akhirnya memutus akses jalan nasional di kawasan Bur Lintang,isak Kecamatan Linge. Sabtu (18/4/2026) malam.

Berdasarkan laporan di lapangan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 20.30 WIB di ruas jalan nasional Uning–Isaq–Ise-Ise, tepatnya di sekitar Bur Lintang. Material longsor berupa tanah dan bebatuan menutup badan jalan, membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.

Akibatnya, puluhan warga yang tengah melakukan perjalanan terpaksa terjebak di lokasi. Di antara mereka terdapat anak-anak yang bersama orang tua hendak menuju wilayah Ise-Ise. Kondisi yang gelap, hujan yang masih turun, serta minimnya penerangan membuat situasi semakin sulit.

Para warga tidak memiliki pilihan selain bertahan dan bermalam di lokasi dengan kondisi seadanya, menunggu cuaca membaik atau bantuan datang.
Kondisi ini menambah daftar panjang dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi di wilayah Aceh Tengah dalam beberapa hari terakhir.

Selain di Bur Lintang, sejumlah titik lain juga dilaporkan rawan longsor dan banjir akibat tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan dataran tinggi Gayo.

Struktur tanah yang labil dan tidak mampu menahan debit air menjadi salah satu faktor utama terjadinya longsor. Air hujan yang terus meresap membuat tanah kehilangan daya ikat, sehingga mudah bergeser dan menutup badan jalan, terutama di jalur-jalur perbukitan dan kawasan dengan kemiringan tinggi.

Beberapa ruas jalan yang saat ini perlu diwaspadai oleh masyarakat antara lain jalur lingkar Danau Lut Tawar, jalan nasional Takengon–Gayo Lues, Takengon–Bireuen, serta Takengon–Lhokseumawe. Jalur-jalur tersebut dikenal rawan longsor, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi berlangsung dalam waktu lama.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait evakuasi seluruh warga yang terjebak di Bur Lintang. Namun diharapkan pihak terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat, termasuk pembersihan material longsor dan memastikan keselamatan masyarakat.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta menghindari perjalanan, khususnya pada malam hari saat musim hujan seperti saat ini. Risiko longsor dan banjir dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa tanda yang jelas, sehingga keselamatan harus menjadi prioritas utama.

Selain itu, warga yang tinggal di sekitar lereng dan bantaran sungai juga diminta untuk tetap siaga terhadap kemungkinan bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih belum stabil di wilayah dataran tinggi Gayo.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jembatan Pulo Sange dalam Perbaikan, Warga Harap Dukungan Pemerintah Provinsi

18 April 2026 - 16:57 WIB

Kemenhub Evaluasi Angkutan Lebaran di Bali

18 April 2026 - 07:22 WIB

AISMOLI Sebut Sodium Ion Pas untuk Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia

17 April 2026 - 17:57 WIB

Ditjen Hubdat Gelar Bimtek Kompetensi Pengemudi Angkutan Barang

17 April 2026 - 09:00 WIB

Instran Bahas Akselerasi Elektrifikasi Transportasi Publik dan Industri melalui FGD

15 April 2026 - 15:41 WIB

Keselamatan Angleb Meningkat, DPR Apresiasi Kemenhub

14 April 2026 - 08:00 WIB

Transformasi Pengawasan Kendaraan ODOL melalui Digitalisasi

13 April 2026 - 13:09 WIB

Kecelakaan Berulang di Silayur, Wali Kota Semarang Menyalahkan Tata Ruang dan Ujungnya Pengadaan Proyek

11 April 2026 - 12:28 WIB

Menhub Dudy Nyatakan Angkutan Lebaran 2026 Berjalan Baik

10 April 2026 - 08:41 WIB

Presiden Prabowo Mengaku Tengah Membentuk Perusahaan Sedan Listrik 

9 April 2026 - 18:04 WIB

Trending di JALUR