Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Pelabuhan Bersih dan Bebas Pungli, IPC TPK Bersama Mitra Operasional Deklarasikan Komitmen Bersama Kemenhub dan TNI AD Kerja Sama Pemanfaatan Aset Negara di Bandara Kalimarau Hari Santri Nasional 2026, H. Fikri Hudi Oktiarwan Ajak Santri Teguhkan Khittah Kebangsaan dan Perkuat Persatuan HUT ke-6 Meruorah Komodo Labuan Bajo, Ada Semangat Kebersamaan dan Kolaborasi Kemenhub-Polri Perkuat Sinergi dan Kolaborasi di Sektor Transportasi Para Pakar Bicara Blok Andaman Berpotensi Gerus Kewenangan Khusus Aceh

JALUR

Puluhan Warga Terjebak di Bur Lintang, Jalur Nasional Putus Akibat Hujan Deras

badge-check


 Puluhan Warga Terjebak di Bur Lintang, Jalur Nasional Putus Akibat Hujan Deras Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Takengon dan sekitarnya dalam sepekan terakhir kembali memakan korban. Hujan deras yang turun hampir setiap hari menyebabkan longsor dan banjir di sejumlah titik, hingga akhirnya memutus akses jalan nasional di kawasan Bur Lintang,isak Kecamatan Linge. Sabtu (18/4/2026) malam.

Berdasarkan laporan di lapangan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 20.30 WIB di ruas jalan nasional Uning–Isaq–Ise-Ise, tepatnya di sekitar Bur Lintang. Material longsor berupa tanah dan bebatuan menutup badan jalan, membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.

Akibatnya, puluhan warga yang tengah melakukan perjalanan terpaksa terjebak di lokasi. Di antara mereka terdapat anak-anak yang bersama orang tua hendak menuju wilayah Ise-Ise. Kondisi yang gelap, hujan yang masih turun, serta minimnya penerangan membuat situasi semakin sulit.

Para warga tidak memiliki pilihan selain bertahan dan bermalam di lokasi dengan kondisi seadanya, menunggu cuaca membaik atau bantuan datang.
Kondisi ini menambah daftar panjang dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi di wilayah Aceh Tengah dalam beberapa hari terakhir.

Selain di Bur Lintang, sejumlah titik lain juga dilaporkan rawan longsor dan banjir akibat tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan dataran tinggi Gayo.

Struktur tanah yang labil dan tidak mampu menahan debit air menjadi salah satu faktor utama terjadinya longsor. Air hujan yang terus meresap membuat tanah kehilangan daya ikat, sehingga mudah bergeser dan menutup badan jalan, terutama di jalur-jalur perbukitan dan kawasan dengan kemiringan tinggi.

Beberapa ruas jalan yang saat ini perlu diwaspadai oleh masyarakat antara lain jalur lingkar Danau Lut Tawar, jalan nasional Takengon–Gayo Lues, Takengon–Bireuen, serta Takengon–Lhokseumawe. Jalur-jalur tersebut dikenal rawan longsor, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi berlangsung dalam waktu lama.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait evakuasi seluruh warga yang terjebak di Bur Lintang. Namun diharapkan pihak terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat, termasuk pembersihan material longsor dan memastikan keselamatan masyarakat.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta menghindari perjalanan, khususnya pada malam hari saat musim hujan seperti saat ini. Risiko longsor dan banjir dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa tanda yang jelas, sehingga keselamatan harus menjadi prioritas utama.

Selain itu, warga yang tinggal di sekitar lereng dan bantaran sungai juga diminta untuk tetap siaga terhadap kemungkinan bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih belum stabil di wilayah dataran tinggi Gayo.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pengembangan Terminal Purabaya dan Betan Subing Ditawarkan Kemenhub Melalui KPBU

20 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Sewa Bus DAMRI, Pilihan Tepat untuk Perjalanan Bersama yang Nyaman

19 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Raperda Jatim Kejar Integrasi Angkutan Umum

19 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Kecelakaan Hiace vs Truk di Tol Ngawi-Kertosono KM 616 A, Jasa Raharja Jamin Asuransi Seluruh Korban

19 Oktober 2026 - 15:40 WIB

DAMRI Sampaikan Permohonan Maaf Atas Potensi Gangguan Perjalanan Akibat Kelangkaan BBM

19 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Mari Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri

19 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Pengawasan Kendaraan ODOL di Pelabuhan Tanjung Perak Diperkuat

18 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Pendapatan Non-Tol Jasa Marga Tumbuh 17,62%

17 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Belajar dari Bogor dan Semarang, Djoko Setijowarno Ingatkan Lima Tantangan Trem Bali

16 Oktober 2026 - 23:20 WIB

Platform Time Out Sebut Penumpang LRT Jakarta Juli 2026 Turun 6,81%

15 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Trending di JALUR