Menu

Mode Gelap
Clairefontaine-Kudus, PSSI Bangun Jalur Talenta Putri U-17 Ciputra Life Catat Kinerja Positif 2025 dan Berlanjut di Semester I-2026 Rumput Laut dan Agar-agar Indonesia Bebas Tarif Tambahan AS, Peluang Pasar Ekspor Makin Terbuka Hunian Manggarai Resmi Dibangun, Sediakan 3.784 Unit Rumah Terjangkau Terintegrasi Transportasi Groundbreaking Hunian Manggarai: KAI Terget Rumah Terjangkau di Tengah Kota Siap 18 Bulan Kemenhub Perkuat Pengelolaan Keuangan 2026

JALUR

Kecelakaan Berulang di Silayur, Wali Kota Semarang Menyalahkan Tata Ruang dan Ujungnya Pengadaan Proyek

badge-check


 Kecelakaan Berulang di Silayur, Wali Kota Semarang Menyalahkan Tata Ruang dan Ujungnya Pengadaan Proyek Perbesar

Wartatrans.com, SEMARANG —Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur rawan turunan Silayur, tepatnya di Jalan Prof. Dr. Hamka Ngaliyan, Semarang, Jumat (10/4/2026). Insiden kali ini melibatkan truk kontainer yang mengalami rem blong hingga memicu tabrakan beruntun dengan sejumlah kendaraan lainnya.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WIB di dekat kawasan Perumahan Wahyu Utomo. Berdasarkan informasi awal Kepolisian, truk kontainer yang dikemudikan R.S (34), diduga mengalami gangguan sistem pengereman saat melintasi turunan panjang Silayur.

Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Agung Setiyo Budi, menyampaikan bahwa kecelakaan bermula ketika kendaraan berat tersebut melaju dari arah Cangkiran menuju Ngaliyan. Saat memasuki turunan Silayur, tepatnya di sekitar depan RS Permata Medika, rem kendaraan diduga tidak berfungsi optimal.

“Pengemudi berupaya mengendalikan laju kendaraan dengan mengarahkan truk ke kanan jalan guna meminimalisir dampak yang lebih fatal. Tabrakan beruntun dengan kendaraan lain pun tidak dapat dihindari,” kata Kompol Agung.

Kecelakaan membuat jalur jalan terhalang dan menimbulkan macet.

Adapun kendaraan yang terdampak dalam kecelakaan tersebut adalah satu unit mobil Toyota Yaris yang dikemudikan T.W. (26), satu sepeda motor Honda Vario yang dikendarai A.D.S. (24), serta satu unit mobil pikap milik S. (47) yang saat itu dalam kondisi terparkir.

Akibat kejadian tersebut, 6 orang mengalami luka berat serta ringan termasuk sopir truk. Tidak ada korban meninggal dunia dan seluruh korban luka mendapat pengobatan di RS Permata Medika Semarang.

Menurut catatan Transmedia.com, dalam lima tahun terakhir sudah terjadi tujuh kecelakaan serupa di jalur tersebut. Ketika diminta tanggapannya, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan kesalahan ada pada perencanaan tata ruang.

“Mau tidak mau harus diakui dari segi tata ruang yang keliru. Kemiringan jalannya tidak layak dan membahayakan jika dilewati kendaraan besar, apalagi dengan muatan berat,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Semarang sudah berkoordinasi dengan Kepolisian dan Dinas Perhubungan dalam memberlakukan pembatasan operasional kendaraan berat, namun implementasinya belum maksimal.
Ini karena jalur Silayur hingga saat ini masih menjadi akses utama distribusi logistik menuju kawasan industri di Ngaliyan dan sekitarnya.

Terkait perbaikan infrastruktur, Agustina menyebut rencana proyek tersebut masih terkendala keterbatasan anggaran. Diperkirakan, dibutuhkan dana sekitar Rp 60 miliar untuk melakukan penataan ulang jalur tersebut.*** (Slamet Widodo)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pascagempa, Kemenkes Siapkan Rumkitlap di Flores dengan 100 Tempat Tidur

21 Agustus 2026 - 06:53 WIB

DAMRI Hadirkan Promo Tarif Rp50.000 untuk Layanan Blok M–Bandara Soekarno-Hatta

20 Agustus 2026 - 20:24 WIB

DAMRI Hadirkan Promo Cashback SPayLater selama Bulan Agustus 2026

20 Agustus 2026 - 20:04 WIB

Kemenhub Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Gempa Flores NTT

20 Agustus 2026 - 15:03 WIB

Pascagempa NTT, DAMRI Pastikan Layanan Tetap Berjalan dan Dukung Distribusi Logistik

19 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Bantu Penanganan Pascagempa NTT, Ditjen Hubdat Optimalkan Angkutan Penyeberangan

19 Agustus 2026 - 07:52 WIB

Perpres Ojol Masuk Tahap Final, Aturan Tarif hingga Pengantaran Barang dan Makanan Segera Terbit

18 Agustus 2026 - 20:36 WIB

FIFGROUP Dukung Lintangnusa Kibarkan Merah Putih dan Bawa Semangat Optimisme

18 Agustus 2026 - 14:07 WIB

Menata Ulang Konektivitas Jawa–Sumatera: Urgensi UU Sistranas

18 Agustus 2026 - 09:53 WIB

Menimbang Motor Listrik Nasional, Antara Transisi Energi, Risiko Kemacetan, dan Keselamatan Jalan

18 Agustus 2026 - 06:40 WIB

Trending di JALUR