Menu

Mode Gelap
KAI Wisata Siapkan Revitalisasi Wisata Heritage, Stasiun Jakarta Kota Jadi Langkah Awal Komut KAI Wisata Kunjungi Stasiun Jakarta Kota, Luncurkan Inisiatif Pelestarian 5 Stasiun Bersejarah Catatan Iwan Piliang: Di Balik Pidato Prabowo – Di Antara Omon-Omon dan Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat Duet Air Kemasan Kuasai 71,6 Persen Pasar AMDK, Pengamat Soroti Potensi Oligopoli BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan Kemendagri dan Pemerintah Aceh Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Subulussalam–Aceh Selatan

JALUR

Kecelakaan Berulang di Silayur, Wali Kota Semarang Menyalahkan Tata Ruang dan Ujungnya Pengadaan Proyek

badge-check


 Kecelakaan Berulang di Silayur, Wali Kota Semarang Menyalahkan Tata Ruang dan Ujungnya Pengadaan Proyek Perbesar

Wartatrans.com, SEMARANG —Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur rawan turunan Silayur, tepatnya di Jalan Prof. Dr. Hamka Ngaliyan, Semarang, Jumat (10/4/2026). Insiden kali ini melibatkan truk kontainer yang mengalami rem blong hingga memicu tabrakan beruntun dengan sejumlah kendaraan lainnya.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WIB di dekat kawasan Perumahan Wahyu Utomo. Berdasarkan informasi awal Kepolisian, truk kontainer yang dikemudikan R.S (34), diduga mengalami gangguan sistem pengereman saat melintasi turunan panjang Silayur.

Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Agung Setiyo Budi, menyampaikan bahwa kecelakaan bermula ketika kendaraan berat tersebut melaju dari arah Cangkiran menuju Ngaliyan. Saat memasuki turunan Silayur, tepatnya di sekitar depan RS Permata Medika, rem kendaraan diduga tidak berfungsi optimal.

“Pengemudi berupaya mengendalikan laju kendaraan dengan mengarahkan truk ke kanan jalan guna meminimalisir dampak yang lebih fatal. Tabrakan beruntun dengan kendaraan lain pun tidak dapat dihindari,” kata Kompol Agung.

Kecelakaan membuat jalur jalan terhalang dan menimbulkan macet.

Adapun kendaraan yang terdampak dalam kecelakaan tersebut adalah satu unit mobil Toyota Yaris yang dikemudikan T.W. (26), satu sepeda motor Honda Vario yang dikendarai A.D.S. (24), serta satu unit mobil pikap milik S. (47) yang saat itu dalam kondisi terparkir.

Akibat kejadian tersebut, 6 orang mengalami luka berat serta ringan termasuk sopir truk. Tidak ada korban meninggal dunia dan seluruh korban luka mendapat pengobatan di RS Permata Medika Semarang.

Menurut catatan Transmedia.com, dalam lima tahun terakhir sudah terjadi tujuh kecelakaan serupa di jalur tersebut. Ketika diminta tanggapannya, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan kesalahan ada pada perencanaan tata ruang.

“Mau tidak mau harus diakui dari segi tata ruang yang keliru. Kemiringan jalannya tidak layak dan membahayakan jika dilewati kendaraan besar, apalagi dengan muatan berat,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Semarang sudah berkoordinasi dengan Kepolisian dan Dinas Perhubungan dalam memberlakukan pembatasan operasional kendaraan berat, namun implementasinya belum maksimal.
Ini karena jalur Silayur hingga saat ini masih menjadi akses utama distribusi logistik menuju kawasan industri di Ngaliyan dan sekitarnya.

Terkait perbaikan infrastruktur, Agustina menyebut rencana proyek tersebut masih terkendala keterbatasan anggaran. Diperkirakan, dibutuhkan dana sekitar Rp 60 miliar untuk melakukan penataan ulang jalur tersebut.*** (Slamet Widodo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Daimler Truck Operasikan Pusat Suku Cadang Global di Jerman, Pasokan Mercedes-Benz Indonesia Dipastikan Makin Cepat

1 Juli 2026 - 23:38 WIB

Penerapan B50 masih Terkendala Teknis, Organda Lakukan ini

1 Juli 2026 - 09:42 WIB

Warga Griya Alam Sentul Keberatan Rencana Pembangunan KDMP di Lahan Fasos/Fasum

30 Juni 2026 - 12:37 WIB

Rampung 100%, Fly Over Teluk Lamong Siap Beroperasi untuk Perkuat Konektivitas dan Logistik Jawa Timur

29 Juni 2026 - 18:35 WIB

Truk Tabrak Sejumlah Motor di Simpang Unisma Bekasi, Satu Orang Tewas

29 Juni 2026 - 14:41 WIB

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Tengah Tolak Judul Film “Malahayati: Pasukan 1000 Janda”

29 Juni 2026 - 11:47 WIB

Mengabdi di Wilayah 3TP, Mengapa Guru Butuh Transportasi Layak?

29 Juni 2026 - 07:17 WIB

Festival Santri Meuseuraya II Tahun 2026 Resmi Ditutup

29 Juni 2026 - 07:16 WIB

Revisi Aturan Komisi Ojol, Potongan Aplikator Maksimal 8 Persen Dimulai 1 Juli 2026

27 Juni 2026 - 05:22 WIB

Kemenhub Luncurkan Aplikasi SUMBA untuk Dukung Target Zero ODOL 2027

26 Juni 2026 - 08:05 WIB

Trending di JALUR