Menu ✖

Mode Gelap
KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027 Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20%

JALUR

Ditjen Hubdat Gelar Bimtek Kompetensi Pengemudi Angkutan Barang

badge-check


 Bimtek Ditjen Hubdat Perbesar

Bimtek Ditjen Hubdat

Wartatrans.com, SURABAYA – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan terus berupaya meningkatkan keselamatan transportasi industri angkutan logistik.

Salah satunya dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Kompetensi Pengemudi Perusahaan Angkutan Barang Umum (Safety Driving).

Bimtek digelar di Politeknik Penerbangan Surabaya, Jawa Timur, 15-16 April 2026

Bimtek yang terselenggara atas kerja sama antara Direktorat Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan dengan PT Gaya Makmur Mobil (GMM) ini, diikuti 38 perusahaan angkutan barang, yang terdiri dari 58 pengemudi dan 20 perwakilan manajemen perusahaan.

“Kegiatan ini merupakan komitmen pemerintah bersama pelaku usaha dalam menjamin keselamatan industri angkutan barang yang dinilai berperan penting dalam perekonomian nasional,” tegas Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan, Yusuf Nugroho.

Industri angkutan barang berperan penting dalam perekonomian, tetapi data dari Korlantas menunjukkan 10% kecelakaan di jalan melibatkan angkutan barang.

Kecelakaan dapat memp
engaruhi perekonomian nasional karena korbannya mayoritas berusia produktif, menyebabkan kerusakan materil, dan mempengaruhi pelayanan jasa angkutan.

Menurutnya, faktor manusia memberikan kontribusi besar pada penyebab terjadinya kecelakaan.

“Maka perlu dilakukan upaya guna meningkatkan kompetensi pengemudi angkutan barang terutama kemampuan defensive pada keadaan darurat,” ucapnya.

Selain kemampuan pengemudi, perlu juga melakukan tata kelola keselamatan yang komprehensif dan terkoordinasi melalui Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum atau SMK-PAU.

Jadi kata dia, selain pengemudi, edukasi pentingnya pelaksanaan SMK-PAU juga diberikan kepada level manajemen perusahaan.

Para pengemudi yang mengikuti bimtek ini mendapatkan sejumlah materi yakni tata cara muat pengangkutan barang di jalan, keterampilan dan pemahaman pre-trip inspection.

Kemudian, dalam bimtek juga diberikan materi untuk klasifikasi dan identifikasi barang yang diangkut, kecakapan dan keterampilan mengemudi, defensive driving, hingga pemahaman peraturan dan regulasi yang berlaku.

“Peran dan dukungan manajemen perusahaan adalah hal yang tidak kalah penting. Harapannya seluruh perusahaan angkutan barang dapat menerapkan Standar Operasional Prosedur secara konsisten dan disesuaikan dengan regulasi pemerintah,” kata Yusuf.

Bimtek ini diharapkan pihak manajemen perusahaan dapat mengatur jam kerja pengemudi sesuai aturan yang berlaku.

Pengaturan jam kerja bagi pengemudi dinilai sebagai hal yang penting untuk mencegah kelelahan pada pengemudi sehingga dapat menekan potensi terjadinya kecelakaan dan fatalitas.

Selain mendapatkan materi secara teoritis, para peserta bimtek juga melaksanakan sesi praktik safety driving dan sesi wawancara dalam rangka penilaian untuk kompetensinya.

Yusuf pun berharap, dengan diadakannya bimtek safety driving yang berkelanjutan, pelayanan angkutan barang dapat berjalan lebih aman dan efisien.

“Melalui kegiatan ini, mari kita bekerjasama dan bersinergi mewujudkan pelayanan transportasi angkutan barang yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. Kami juga berharap kegiatan ini dilakukan konsisten sehingga ke depannya dapat berdampak pada tingkat keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan,” tutup dia. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027

1 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Menhub Dudy Sampaikan DIM RUU Perubahan Ketiga atas UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ

30 September 2026 - 16:20 WIB

Penjualan EV Melaju, Transformasi Pasar Indonesia Belum Maksimal

30 September 2026 - 16:09 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

MTI Ingatkan 3 Momentum September Jangan Hanya sebagai Seremoni Keselamatan

30 September 2026 - 10:21 WIB

DAMRI Hadirkan Promo Early Booking, Pesan Tiket Lebih Awal Makin Hemat

29 September 2026 - 22:50 WIB

TransJakarta Tata Feeder Rusun, Efisiensi Jadi Strategi Jaringan

29 September 2026 - 08:18 WIB

LABA Masuk BaaS Truk Listrik, Modal Awal Jadi Tantangan

27 September 2026 - 15:47 WIB

Korlantas Luncurkan STNK Digital

26 September 2026 - 22:18 WIB

Transportasi Umum Diusulkan Jadi Syarat Pembangunan Perumahan

26 September 2026 - 22:13 WIB

Trending di JALUR