Menu ✖

Mode Gelap
ASDP Pastikan Penanganan Klaim dan Kawal Pemenuhan Hak Penumpang KMP Batumandi Dukung UMKM Naik Kelas, Sekjen DPP APPSI Mujiburrohman Kunjungi Zona BakuBae Kota Bitung MPU Aceh Tengah Dukung Pemekaran ALA, Karena Berorientasi pada Keadilan dan Kemaslahatan Umat Di Pati Koruptor Mendapat Simpati Insiden di Jalan Mambruk Dalam, Korban Jalani Penanganan Medis, Polisi Belum Beri Keterangan Resmi Ibu Sina dan Seni Menghadapi Ketidakpastian Hidup 

JALUR

Aceh Tengah Kembali Dikepung Banjir, Warga Panik — Kampung Terisolir, Akses Lumpuh

badge-check


 Aceh Tengah Kembali Dikepung Banjir, Warga Panik — Kampung Terisolir, Akses Lumpuh Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH— Hujan deras yang mengguyur tanpa henti kembali membawa petaka. Sejumlah wilayah di Aceh Tengah kembali dilanda banjir, Selasa (7/4/2026), membuat warga panik dan berhamburan menyelamatkan diri.

Air datang tiba-tiba dengan arus deras, bercampur lumpur dan material kayu dari hulu sungai. Dalam hitungan jam, rumah-rumah warga mulai terendam. Sebagian warga hanya sempat menyelamatkan diri tanpa membawa harta benda.

Di Kecamatan Bintang, beberapa kampung dilaporkan kembali terisolir total. Akses jalan tertutup longsor, sementara jembatan darurat yang sebelumnya digunakan warga kini tidak lagi bisa dilalui.

Sementara itu, di Lut Tawar dan Kebayakan, air terus naik hingga merendam pemukiman warga. Puluhan kepala keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dengan kondisi seadanya.

“Air datang sangat cepat, kami tidak sempat selamatkan barang. Sekarang hanya bisa mengungsi,” ujar salah satu warga dengan wajah cemas.

Tak hanya banjir, bencana ini juga disertai longsor di sejumlah titik, memperparah kondisi. Jalur utama antar kecamatan lumpuh, membuat distribusi bantuan terhambat.

Di Ketol dan Linge, kondisi dilaporkan semakin mengkhawatirkan. Beberapa wilayah sulit dijangkau, bahkan oleh kendaraan roda dua.

Hingga saat ini, hujan masih terus turun dengan intensitas sedang hingga tinggi. Warga diminta tetap waspada, terutama yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan longsor.

Banjir kali ini menjadi pengingat bahwa wilayah Aceh Tengah masih rentan, terutama setelah bencana besar sebelumnya yang belum sepenuhnya pulih.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Hingga September, Penumpang Transjakarta-MRT-LRT Jakarta Tembus 368,4 Juta

22 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Pengembangan Terminal Purabaya dan Betan Subing Ditawarkan Kemenhub Melalui KPBU

20 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Sewa Bus DAMRI, Pilihan Tepat untuk Perjalanan Bersama yang Nyaman

19 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Raperda Jatim Kejar Integrasi Angkutan Umum

19 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Kecelakaan Hiace vs Truk di Tol Ngawi-Kertosono KM 616 A, Jasa Raharja Jamin Asuransi Seluruh Korban

19 Oktober 2026 - 15:40 WIB

DAMRI Sampaikan Permohonan Maaf Atas Potensi Gangguan Perjalanan Akibat Kelangkaan BBM

19 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Mari Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri

19 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Pengawasan Kendaraan ODOL di Pelabuhan Tanjung Perak Diperkuat

18 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Pendapatan Non-Tol Jasa Marga Tumbuh 17,62%

17 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Belajar dari Bogor dan Semarang, Djoko Setijowarno Ingatkan Lima Tantangan Trem Bali

16 Oktober 2026 - 23:20 WIB

Trending di JALUR