Menu

Mode Gelap
Kemenhub Gelar Pelatihan ICAO GSI Angkatan KE-2 Bagi 16 Inspektur Penerbangan 6 Negara Ketua BFLF Dampingi Putri Pariwisata Aceh 2026 Raih Dukungan Forkopimda Lhokseumawe Bantu Korban Gempa NTT, Kemenhub Lepas Tim Medis Balai Kesehatan Penerbangan Kemenhub Pantau Dampak Asap Karhutla di Kalimantan terhadap Operasional Penerbangan Clairefontaine-Kudus, PSSI Bangun Jalur Talenta Putri U-17 Ciputra Life Catat Kinerja Positif 2025 dan Berlanjut di Semester I-2026

JALUR

Aceh Tengah Kembali Dikepung Banjir, Warga Panik — Kampung Terisolir, Akses Lumpuh

badge-check


 Aceh Tengah Kembali Dikepung Banjir, Warga Panik — Kampung Terisolir, Akses Lumpuh Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH— Hujan deras yang mengguyur tanpa henti kembali membawa petaka. Sejumlah wilayah di Aceh Tengah kembali dilanda banjir, Selasa (7/4/2026), membuat warga panik dan berhamburan menyelamatkan diri.

Air datang tiba-tiba dengan arus deras, bercampur lumpur dan material kayu dari hulu sungai. Dalam hitungan jam, rumah-rumah warga mulai terendam. Sebagian warga hanya sempat menyelamatkan diri tanpa membawa harta benda.

Di Kecamatan Bintang, beberapa kampung dilaporkan kembali terisolir total. Akses jalan tertutup longsor, sementara jembatan darurat yang sebelumnya digunakan warga kini tidak lagi bisa dilalui.

Sementara itu, di Lut Tawar dan Kebayakan, air terus naik hingga merendam pemukiman warga. Puluhan kepala keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dengan kondisi seadanya.

“Air datang sangat cepat, kami tidak sempat selamatkan barang. Sekarang hanya bisa mengungsi,” ujar salah satu warga dengan wajah cemas.

Tak hanya banjir, bencana ini juga disertai longsor di sejumlah titik, memperparah kondisi. Jalur utama antar kecamatan lumpuh, membuat distribusi bantuan terhambat.

Di Ketol dan Linge, kondisi dilaporkan semakin mengkhawatirkan. Beberapa wilayah sulit dijangkau, bahkan oleh kendaraan roda dua.

Hingga saat ini, hujan masih terus turun dengan intensitas sedang hingga tinggi. Warga diminta tetap waspada, terutama yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan longsor.

Banjir kali ini menjadi pengingat bahwa wilayah Aceh Tengah masih rentan, terutama setelah bencana besar sebelumnya yang belum sepenuhnya pulih.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

DAMRI Hadirkan Promo Tarif Rp50.000 untuk Layanan Blok M–Bandara Soekarno-Hatta

20 Agustus 2026 - 20:24 WIB

DAMRI Hadirkan Promo Cashback SPayLater selama Bulan Agustus 2026

20 Agustus 2026 - 20:04 WIB

Pascagempa NTT, DAMRI Pastikan Layanan Tetap Berjalan dan Dukung Distribusi Logistik

19 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Bantu Penanganan Pascagempa NTT, Ditjen Hubdat Optimalkan Angkutan Penyeberangan

19 Agustus 2026 - 07:52 WIB

Perpres Ojol Masuk Tahap Final, Aturan Tarif hingga Pengantaran Barang dan Makanan Segera Terbit

18 Agustus 2026 - 20:36 WIB

FIFGROUP Dukung Lintangnusa Kibarkan Merah Putih dan Bawa Semangat Optimisme

18 Agustus 2026 - 14:07 WIB

Menata Ulang Konektivitas Jawa–Sumatera: Urgensi UU Sistranas

18 Agustus 2026 - 09:53 WIB

Menimbang Motor Listrik Nasional, Antara Transisi Energi, Risiko Kemacetan, dan Keselamatan Jalan

18 Agustus 2026 - 06:40 WIB

Gempa M7,7 NTT, Jaringan Jalan Flores Terdampak

16 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Peringati Hari Kemerdekaan, Menhub Dudy Ajak Masyarakat Manfaatkan Tarif Spesial Angkutan Umum, cuma Rp8!

15 Agustus 2026 - 07:44 WIB

Trending di JALUR