Menu

Mode Gelap
BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan Kemendagri dan Pemerintah Aceh Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Subulussalam–Aceh Selatan Audi Luncurkan The New Q5 Sportback di Indonesia, Bidik Segmen SUV Premium Rp1,9 Miliar Kejar Cuan Rp100 Triliun, Kemenpora Pangkas 1.440 Pasal untuk Genjot Industri Olahraga InJourney Airports Kebut Persiapan Optimalisasi Bandara Husein Sastranegara Layanan Perdana Umrah di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta Berjalan Lancar

JALUR

Instran Bahas Akselerasi Elektrifikasi Transportasi Publik dan Industri melalui FGD

badge-check


 FGD Instrans Perbesar

FGD Instrans

Wartatrans.com, JAKARTA – Pembahasanan akselerasi elektrifikasi dari kendaraan ICE (Internal Combustion Engine) ke EV (Electric Vehicle) pada transportasi publik dan industri mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Inisiatif Strategis Transportasi (Instrans) di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Secara umum kendaraan listrik dinilai lebih efisien karena tak lagi bergantung pada bahan bakar minyak (BBM) apalagi, di tengah kondisi geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada meningkatnya harga BBM.

Namun diakui harga kendaraan listrik ini masih cukup tinggi dibandingkan kendaraan konvensional.

Hadir pembicara Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Muiz Thohir, Perwakilan Dishub Jakarta Made Jony, Ketua Angkutan Pariwisata DPP Organda Anthony Steven H, Gatot Indra Koswara Spesialis Utama Transformasi dan Manajemen Perubahan Transjakarta, Albert Aulia Ilyas Dirut Kalista Group.

Muiz menyampaikan, masyarakat diharapkan untuk mengubah kebiasaan dalam berkendara, salah satunya untuk menekan pengeluaran BBM.

“Pengalihan ke kendaraan listrik utamanya untuk angkutan publik juga didorong demi mengurangi konsumsi BBM,” ujarnya.

Senada, Made mengungkapkan, pihaknya juga terus meningkatkan jumlah penggunaaan kendaraan listrik pada angkutan masal di DKI Jakarta.

“Saat ini kendaraan listrik sudah digunakan untuk TransJakarta hingga mencapai 500 unit dan ditargetkan mencapai 1.000 unit pada tahun 2027,” ungkap Made.

Dia menyoroti ecosystem chargering atau biasa disebut SPKLU, yang idealnya juga harus mumpuni jumlahnya.

Hal itu agar armada bus listrik dapat beroperasi dengan nyaman tanpa hambatan lainnya juga.

“Kemarin ada juga yang mengajukan untuk bus sedang dan kecil, untuk diremajakan dan beralih ke bus listrik,” katanya.

Anthony juga menyatakan bahwa Organda mendukung adanya peralihan dari kendaraan konvensional ke listrik untuk mengurangi penggunaan BBM.

“Namun yang perlu diperhatikan pemerintah adalah perlu adanya insentif pajak mengingat harga armada dan pendukung lainnya yang masih tinggi,” ungkapnya.

Ini bisa dilakukan untuk angkutan orang dan juga angkutan barang, di mana ekosistem kendaraan listrik untuk angkutan barang juga sudah mulai terjadi.

Gatot menambahkan, dengan penggunaaan kendaraan listrik juga dapat membantu menghemat biaya operasional dari sisi bahan bakar.

“Setiap mengkonversi armada TJ ke Bus Listrik, maka terjadi penghematan,” ulasnya.

Di antaranya untuk biaya perawatan di mana dengan armada ICE maka TJ mengeluarkan sebesar Rp4.5000/km sedangkan dengan EV maka hanya Rp2.600/km.

Pembicara terakhir, Dirut Kalista Grup Albert mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung pengusaha yang akan membangun SPKLU, untuk memudahkan pengisian bahan bakar kendaraan listrik.

“Sudah saatnya berganti penggunaan kendaraan konvensional ke kendaraan listrik,” katanya.
(omy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Daimler Truck Operasikan Pusat Suku Cadang Global di Jerman, Pasokan Mercedes-Benz Indonesia Dipastikan Makin Cepat

1 Juli 2026 - 23:38 WIB

Penerapan B50 masih Terkendala Teknis, Organda Lakukan ini

1 Juli 2026 - 09:42 WIB

Rampung 100%, Fly Over Teluk Lamong Siap Beroperasi untuk Perkuat Konektivitas dan Logistik Jawa Timur

29 Juni 2026 - 18:35 WIB

Mengabdi di Wilayah 3TP, Mengapa Guru Butuh Transportasi Layak?

29 Juni 2026 - 07:17 WIB

Revisi Aturan Komisi Ojol, Potongan Aplikator Maksimal 8 Persen Dimulai 1 Juli 2026

27 Juni 2026 - 05:22 WIB

Kemenhub Luncurkan Aplikasi SUMBA untuk Dukung Target Zero ODOL 2027

26 Juni 2026 - 08:05 WIB

Pramono Siapkan Kantong Parkir Ojol, Penataan Trotoar Jakarta Masih Hadapi Tantangan

26 Juni 2026 - 07:54 WIB

PLT BPJN Aceh Cabut Pernyataan Penutupan Jalan Enang-Enang, Minta Maaf kepada Tokoh Masyarakat Gayo

26 Juni 2026 - 05:56 WIB

Infrastruktur JIS-Ancol Rampung, 70% Warga Jakarta Tetap Pilih Mobil

24 Juni 2026 - 02:14 WIB

Selain Ada Stimulus Transportasi Libur Sekolah, Pemerintah juga Siapkan untuk Nataru

23 Juni 2026 - 12:33 WIB

Trending di ANJUNGAN