Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

JALUR

Instran Bahas Akselerasi Elektrifikasi Transportasi Publik dan Industri melalui FGD

badge-check


 FGD Instrans Perbesar

FGD Instrans

Wartatrans.com, JAKARTA – Pembahasanan akselerasi elektrifikasi dari kendaraan ICE (Internal Combustion Engine) ke EV (Electric Vehicle) pada transportasi publik dan industri mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Inisiatif Strategis Transportasi (Instrans) di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Secara umum kendaraan listrik dinilai lebih efisien karena tak lagi bergantung pada bahan bakar minyak (BBM) apalagi, di tengah kondisi geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada meningkatnya harga BBM.

Namun diakui harga kendaraan listrik ini masih cukup tinggi dibandingkan kendaraan konvensional.

Hadir pembicara Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Muiz Thohir, Perwakilan Dishub Jakarta Made Jony, Ketua Angkutan Pariwisata DPP Organda Anthony Steven H, Gatot Indra Koswara Spesialis Utama Transformasi dan Manajemen Perubahan Transjakarta, Albert Aulia Ilyas Dirut Kalista Group.

Muiz menyampaikan, masyarakat diharapkan untuk mengubah kebiasaan dalam berkendara, salah satunya untuk menekan pengeluaran BBM.

“Pengalihan ke kendaraan listrik utamanya untuk angkutan publik juga didorong demi mengurangi konsumsi BBM,” ujarnya.

Senada, Made mengungkapkan, pihaknya juga terus meningkatkan jumlah penggunaaan kendaraan listrik pada angkutan masal di DKI Jakarta.

“Saat ini kendaraan listrik sudah digunakan untuk TransJakarta hingga mencapai 500 unit dan ditargetkan mencapai 1.000 unit pada tahun 2027,” ungkap Made.

Dia menyoroti ecosystem chargering atau biasa disebut SPKLU, yang idealnya juga harus mumpuni jumlahnya.

Hal itu agar armada bus listrik dapat beroperasi dengan nyaman tanpa hambatan lainnya juga.

“Kemarin ada juga yang mengajukan untuk bus sedang dan kecil, untuk diremajakan dan beralih ke bus listrik,” katanya.

Anthony juga menyatakan bahwa Organda mendukung adanya peralihan dari kendaraan konvensional ke listrik untuk mengurangi penggunaan BBM.

“Namun yang perlu diperhatikan pemerintah adalah perlu adanya insentif pajak mengingat harga armada dan pendukung lainnya yang masih tinggi,” ungkapnya.

Ini bisa dilakukan untuk angkutan orang dan juga angkutan barang, di mana ekosistem kendaraan listrik untuk angkutan barang juga sudah mulai terjadi.

Gatot menambahkan, dengan penggunaaan kendaraan listrik juga dapat membantu menghemat biaya operasional dari sisi bahan bakar.

“Setiap mengkonversi armada TJ ke Bus Listrik, maka terjadi penghematan,” ulasnya.

Di antaranya untuk biaya perawatan di mana dengan armada ICE maka TJ mengeluarkan sebesar Rp4.5000/km sedangkan dengan EV maka hanya Rp2.600/km.

Pembicara terakhir, Dirut Kalista Grup Albert mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung pengusaha yang akan membangun SPKLU, untuk memudahkan pengisian bahan bakar kendaraan listrik.

“Sudah saatnya berganti penggunaan kendaraan konvensional ke kendaraan listrik,” katanya.
(omy)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Gempa M7,7 NTT, Jaringan Jalan Flores Terdampak

16 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Peringati Hari Kemerdekaan, Menhub Dudy Ajak Masyarakat Manfaatkan Tarif Spesial Angkutan Umum, cuma Rp8!

15 Agustus 2026 - 07:44 WIB

Hanya Rp100 Ribu, DAMRI Hubungkan Grand Metropolitan Bekasi dengan Bandara Soekarno-Hatta

14 Agustus 2026 - 06:58 WIB

DAMRI Berbagi Pengalaman Pengelolaan Bus Listrik, Dorong Transportasi Hijau di Indonesia

14 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Molinas Ramaikan Pilihan bagi Pengguna Motor Listrik

14 Agustus 2026 - 04:44 WIB

Dukung Revalidasi UNESCO Global Geopark Ijen, DAMRI Hadirkan Layanan KSPN Kawah Ijen

12 Agustus 2026 - 07:21 WIB

Pengamat: Penerapan Zero ODOL 2027, Akankah Sesuai Rencana?

11 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Trans Saijaan Resmi Beroperasi, DAMRI Siap Perkuat Konektivitas Transportasi di Kotabaru

11 Agustus 2026 - 09:19 WIB

Perkuat Penegakan Hukum Berbasis Teknologi, Kemenhub Luncurkan ETLE HUB

10 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Kemenhub Catat hingga Agustus, 74,57% Kendaraan Angkutan Barang Patuhi Aturan

10 Agustus 2026 - 09:45 WIB

Trending di JALUR