Menu

Mode Gelap
Hari Kemerdekaan! Ongkos Cuma Rp8 Naik MRT, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL dan Busway Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani

PERON

Penumpang Stasiun Lampegan Naik pada Triwulan I 2026

badge-check


 Penumpang Stasiun Lampegan Naik pada Triwulan I 2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pertumbuhan jumlah pelanggan di Stasiun Lampegan, Cianjur, sepanjang Januari hingga Maret 2026. Stasiun yang dilayani KA Siliwangi relasi Cipatat-Sukabumi pulang pergi itu mencatat 8.482 pelanggan berangkat dan 9.680 pelanggan tiba.

Jumlah tersebut meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu. Pada Triwulan I 2025, pelanggan yang berangkat tercatat 7.502 orang, sedangkan pelanggan turun sebanyak 7.589 orang.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan kenaikan penumpang menunjukkan layanan kereta api masih menjadi pilihan masyarakat di berbagai wilayah.

“Di Stasiun Lampegan, perjalanan terasa dekat dengan keseharian. Pagi hari, ada yang berangkat membawa dagangan ke kota. Siang hingga sore, ada yang kembali dengan cerita dan hasil usaha,” kata Anne dalam keterangannya, Sabtu (18/4/2026).

KAI mencatat jumlah penumpang naik tumbuh sekitar 13,1 persen, sedangkan pelanggan turun meningkat 27,6 persen dibanding tahun sebelumnya.
Stasiun Lampegan hanya melayani KA Siliwangi dengan tarif berkisar Rp 2.000 hingga Rp 5.000.

Kereta tersebut menjadi sarana mobilitas masyarakat untuk bekerja, berdagang, maupun memenuhi kebutuhan perjalanan menuju Sukabumi, Cianjur, dan Cipatat.

Selain melayani mobilitas warga, stasiun ini juga berada dekat dengan Situs Gunung Padang sehingga berpotensi mendukung perjalanan wisata.

Stasiun Lampegan merupakan bangunan bersejarah yang dibangun pada periode 1879-1882 dan berkaitan dengan Terowongan Lampegan yang berada tak jauh dari lokasi. Bangunan bergaya kolonial itu kini ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur KAI.

Menurut Anne, KAI akan terus menjaga layanan di stasiun-stasiun kecil agar tetap dapat diakses masyarakat yang membutuhkan.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek

17 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

16 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Kereta Merdeka KAI Semarakkan HUT ke-81 RI, Ada Lomba hingga Upgrade Kelas Gratis

16 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Libur Panjang HUT RI, Penumpang Whoosh Tembus 45.889 Orang dalam Dua Hari

16 Agustus 2026 - 13:08 WIB

KAI Group Layani 307,86 Juta Pelanggan, Kereta Api Dorong Mobilitas Rendah Emisi

16 Agustus 2026 - 12:58 WIB

KAI Siapkan 3.740 Hunian di TOD Manggarai, 1.232 Unit untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah-Menengah

16 Agustus 2026 - 01:55 WIB

KAI Catat 9.614 Tiket Promo Diskon 17% untuk Keberangkatan 17 Agustus Terjual

16 Agustus 2026 - 01:31 WIB

Sambut Libur Panjang HUT ke-81 RI, Promo Naik Whoosh Cuma Rp8.800 dan Potongan hingga Rp200.000

15 Agustus 2026 - 16:04 WIB

Perjalanan KA di Sumatra Tumbuh, KAI Layani 35,26 Juta Pelanggan

15 Agustus 2026 - 10:21 WIB

Peringati Hari Kemerdekaan, Menhub Dudy Ajak Masyarakat Manfaatkan Tarif Spesial Angkutan Umum, cuma Rp8!

15 Agustus 2026 - 07:44 WIB

Trending di JALUR