Menu

Mode Gelap
Melalui TJSL, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Perkuat Pelestarian Terumbu Karang dan Ekosistem Laut Kepulauan Seribu Nucke Rahma SH, Novelis Kondang Siap Jadi Narasumber Ngobrol Santai Bareng Kartini Seni, Musik dan Film 2026 Penumpang Stasiun Lampegan Naik pada Triwulan I 2026 KAI Services Resmikan Laboratorium QC di Dapur Manggarai Mahasiswa FH Unsyiah Perdalam Peran Advokat dalam Perkara Narkotika Jelang Moot Court Competition XI Penumpang KA Malabar Naik 39,9 Persen pada Triwulan I 2026

PERON

Penumpang Stasiun Lampegan Naik pada Triwulan I 2026

badge-check


 Penumpang Stasiun Lampegan Naik pada Triwulan I 2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pertumbuhan jumlah pelanggan di Stasiun Lampegan, Cianjur, sepanjang Januari hingga Maret 2026. Stasiun yang dilayani KA Siliwangi relasi Cipatat-Sukabumi pulang pergi itu mencatat 8.482 pelanggan berangkat dan 9.680 pelanggan tiba.

Jumlah tersebut meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu. Pada Triwulan I 2025, pelanggan yang berangkat tercatat 7.502 orang, sedangkan pelanggan turun sebanyak 7.589 orang.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan kenaikan penumpang menunjukkan layanan kereta api masih menjadi pilihan masyarakat di berbagai wilayah.

“Di Stasiun Lampegan, perjalanan terasa dekat dengan keseharian. Pagi hari, ada yang berangkat membawa dagangan ke kota. Siang hingga sore, ada yang kembali dengan cerita dan hasil usaha,” kata Anne dalam keterangannya, Sabtu (18/4/2026).

KAI mencatat jumlah penumpang naik tumbuh sekitar 13,1 persen, sedangkan pelanggan turun meningkat 27,6 persen dibanding tahun sebelumnya.
Stasiun Lampegan hanya melayani KA Siliwangi dengan tarif berkisar Rp 2.000 hingga Rp 5.000.

Kereta tersebut menjadi sarana mobilitas masyarakat untuk bekerja, berdagang, maupun memenuhi kebutuhan perjalanan menuju Sukabumi, Cianjur, dan Cipatat.

Selain melayani mobilitas warga, stasiun ini juga berada dekat dengan Situs Gunung Padang sehingga berpotensi mendukung perjalanan wisata.

Stasiun Lampegan merupakan bangunan bersejarah yang dibangun pada periode 1879-1882 dan berkaitan dengan Terowongan Lampegan yang berada tak jauh dari lokasi. Bangunan bergaya kolonial itu kini ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur KAI.

Menurut Anne, KAI akan terus menjaga layanan di stasiun-stasiun kecil agar tetap dapat diakses masyarakat yang membutuhkan.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Services Resmikan Laboratorium QC di Dapur Manggarai

18 April 2026 - 17:46 WIB

Penumpang KA Malabar Naik 39,9 Persen pada Triwulan I 2026

18 April 2026 - 17:22 WIB

Wisman Naik Kereta Jarak Jauh Capai 129 Ribu pada Triwulan I 2026, Tertinggi Lima Tahun

18 April 2026 - 12:17 WIB

Ramah Lingkungan, KAI Services Klaim Pangkas 7 Ton Sampah Plastik dari Operasional Kereta pada 2025

18 April 2026 - 11:47 WIB

KA Batara Kresna Jadi Pilihan Wisata Akhir Pekan dari Solo ke Wonogiri, Tarif Rp4.000

17 April 2026 - 22:01 WIB

KAI Wisata Gandeng Jakarta Infrastruktur Propertindo, Hadirkan Integrasi Transportasi Wisata dan Media Iklan Digital

17 April 2026 - 21:54 WIB

Meningkat, Pengguna Commuter Line Jabodetabek Tembus 86,8 Juta pada Triwulan I 2026

17 April 2026 - 21:40 WIB

KA Blora Jaya Tumbuh 72,76% pada Triwulan I 2026, Perjalanan yang Menghubungkan Harapan Banyak Masyarakat

17 April 2026 - 18:16 WIB

KAI Kirim 780 Gerbong Datar Produk Dalam Negeri ke Palembang, Perkuat Angkutan Batu Bara dan Logistik Nasional

17 April 2026 - 17:57 WIB

Ciptakan Petugas Andal, KAI Daop 7 Madiun Selenggarakan Diklat Refreshing PPKA

17 April 2026 - 12:04 WIB

Trending di PERON