Menu

Mode Gelap
Catatan Iwan Piliang: Di Balik Pidato Prabowo – Di Antara Omon-Omon dan Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat Duet Air Kemasan Kuasai 71,6 Persen Pasar AMDK, Pengamat Soroti Potensi Oligopoli BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan Kemendagri dan Pemerintah Aceh Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Subulussalam–Aceh Selatan Audi Luncurkan The New Q5 Sportback di Indonesia, Bidik Segmen SUV Premium Rp1,9 Miliar Kejar Cuan Rp100 Triliun, Kemenpora Pangkas 1.440 Pasal untuk Genjot Industri Olahraga

PERON

Penumpang Stasiun Lampegan Naik pada Triwulan I 2026

badge-check


 Penumpang Stasiun Lampegan Naik pada Triwulan I 2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pertumbuhan jumlah pelanggan di Stasiun Lampegan, Cianjur, sepanjang Januari hingga Maret 2026. Stasiun yang dilayani KA Siliwangi relasi Cipatat-Sukabumi pulang pergi itu mencatat 8.482 pelanggan berangkat dan 9.680 pelanggan tiba.

Jumlah tersebut meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu. Pada Triwulan I 2025, pelanggan yang berangkat tercatat 7.502 orang, sedangkan pelanggan turun sebanyak 7.589 orang.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan kenaikan penumpang menunjukkan layanan kereta api masih menjadi pilihan masyarakat di berbagai wilayah.

“Di Stasiun Lampegan, perjalanan terasa dekat dengan keseharian. Pagi hari, ada yang berangkat membawa dagangan ke kota. Siang hingga sore, ada yang kembali dengan cerita dan hasil usaha,” kata Anne dalam keterangannya, Sabtu (18/4/2026).

KAI mencatat jumlah penumpang naik tumbuh sekitar 13,1 persen, sedangkan pelanggan turun meningkat 27,6 persen dibanding tahun sebelumnya.
Stasiun Lampegan hanya melayani KA Siliwangi dengan tarif berkisar Rp 2.000 hingga Rp 5.000.

Kereta tersebut menjadi sarana mobilitas masyarakat untuk bekerja, berdagang, maupun memenuhi kebutuhan perjalanan menuju Sukabumi, Cianjur, dan Cipatat.

Selain melayani mobilitas warga, stasiun ini juga berada dekat dengan Situs Gunung Padang sehingga berpotensi mendukung perjalanan wisata.

Stasiun Lampegan merupakan bangunan bersejarah yang dibangun pada periode 1879-1882 dan berkaitan dengan Terowongan Lampegan yang berada tak jauh dari lokasi. Bangunan bergaya kolonial itu kini ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur KAI.

Menurut Anne, KAI akan terus menjaga layanan di stasiun-stasiun kecil agar tetap dapat diakses masyarakat yang membutuhkan.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Gandeng Jaring Esports Nusantara, Delapan Stasiun Disiapkan Jadi Digital Hub dan Arena Esports

2 Juli 2026 - 16:29 WIB

Tiket Diskon Kereta Libur Sekolah Laris, KAI Catat 1,24 Juta Pemesanan dengan Okupansi Tembus 105,75 Persen

2 Juli 2026 - 15:46 WIB

KAI Services Bekali Prama Prami dengan Teknik Sales untuk Dongkrak Penjualan Merchandise di Kereta

2 Juli 2026 - 15:40 WIB

Kereta Petani Pedagang KAI Layani 26.074 Pelanggan di Lintas Rangkasbitung-Merak pada Semester I 2026

2 Juli 2026 - 11:16 WIB

Dukung Transisi Energi, KAI Terapkan Biodiesel B50 pada Seluruh Sarana Diesel

2 Juli 2026 - 09:12 WIB

Semester I 2026, Penumpang KAI Divre III Palembang Tembus 603.967 Orang, Naik 11 Persen

1 Juli 2026 - 15:39 WIB

Kepala Dinas Keuangan Subulussalam Belum Dilantik Meski Lelang Jabatan Selesai, Publik Pertanyakan Alasannya

1 Juli 2026 - 15:34 WIB

HUT ke-23 KAI Services, Program Reska Berbagi Salurkan Bingkisan untuk Pekerja di Jawa dan Sumatera

1 Juli 2026 - 15:27 WIB

KAI Ajak Masyarakat Ciptakan Identitas Baru Lewat IP Contest 2026, Pemenang Bisa Dapat Hadiah Rp50 Juta

30 Juni 2026 - 20:30 WIB

Stasiun JIS Disambut Antusias, Penumpang KRL Tembus 4.200 Orang dalam Sepekan

30 Juni 2026 - 19:37 WIB

Trending di PERON