Menu

Mode Gelap
Tanta Ginting Tertantang Perankan Tan Malaka, Belajar Sejarah hingga Bangun Chemistry dengan Arswendy Bening Swara Citilink Salurkan 91,5 Ton Bantuan Gempa NTT melalui Delapan Penerbangan KKP Terbitkan Izin Pemanfaatan Air Laut untuk 16 Pembangkit PLN Nusantara Power JPL 183 Rangkasbitung Ditutup Permanen 4 September, Warga Dialihkan ke JPO Ditjen Intram dan JICA Perkuat Integrasi Transportasi Publik Jabodetabek, Dorong Warga Tinggalkan Kendaraan Pribadi ASDP Sterilisasi Pelabuhan Merak, Perkuat Keselamatan dan Keamanan Kawasan

PERON

Penumpang KA Malabar Naik 39,9 Persen pada Triwulan I 2026

badge-check


 Penumpang KA Malabar Naik 39,9 Persen pada Triwulan I 2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jumlah pelanggan KA Malabar mencapai 232.422 orang sepanjang Triwulan I 2026. Jumlah itu meningkat 39,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 166.125 pelanggan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan kenaikan jumlah penumpang menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap perjalanan antarkota yang menawarkan kenyamanan sekaligus pengalaman selama di perjalanan.

“Perjalanan dengan kereta api sekarang memberi pengalaman yang berbeda, karena pelanggan bisa menikmati pemandangan yang terus berubah sepanjang jalur selatan, dari sawah, perbukitan, hingga terowongan,” kata Anne dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/4/2026).

KA Malabar melayani relasi Bandung-Malang pulang pergi melalui jalur selatan Pulau Jawa. Kereta ini menjadi satu-satunya layanan langsung yang menghubungkan kedua kota tersebut.

Dalam sehari, KAI menyediakan dua jadwal perjalanan, yakni KA Malabar Pagi dan KA Malabar Sore. Layanan ini menggunakan rangkaian kelas eksekutif dan ekonomi premium stainless steel untuk perjalanan jarak jauh.

Sepanjang perjalanan sejauh sekitar 779 kilometer, KA Malabar melintasi sejumlah kota dan stasiun di jalur selatan, antara lain Bandung, Kiaracondong, Tasikmalaya, Banjar, Kroya, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Kediri, Blitar, hingga Malang.

Menurut Anne, KAI akan terus menyesuaikan layanan dengan kebutuhan pelanggan agar perjalanan antarkota semakin mudah direncanakan dan tetap nyaman untuk berbagai aktivitas.

KA Malabar pertama kali dioperasikan pada 30 April 2010 dan terus mengalami penyesuaian layanan, termasuk pembaruan sarana kereta yang digunakan saat ini.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

JPL 183 Rangkasbitung Ditutup Permanen 4 September, Warga Dialihkan ke JPO

27 Agustus 2026 - 19:29 WIB

Belajar dari Insiden KA Malabar, KAI Daop 1 Jakarta: Disiplin di Perlintasan Lindungi Nyawa dan Perjalanan

27 Agustus 2026 - 18:03 WIB

KAI Commuter Siagakan 126 Personel di Stasiun Strategis Antisipasi Aksi Massa

27 Agustus 2026 - 11:26 WIB

KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api

26 Agustus 2026 - 22:22 WIB

KAI Services Perkuat Kemitraan Strategis melalui Mitra Gathering 2026

26 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Mobilitas Sumatra Meningkat, KA Rajabasa Layani 534.748 Pelanggan hingga Juli 2026

26 Agustus 2026 - 12:35 WIB

TOD MRT, Ketika Stasiun Membentuk Ekonomi Baru Ibu Kota

26 Agustus 2026 - 09:37 WIB

KAI Kaji Penguatan Konektivitas Logistik KITB Batang ke Tanjung Priok, Patimban hingga Tanjung Perak

25 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Puncak Arus Balik Maulid, 37.964 Pelanggan Tiba di Jakarta

25 Agustus 2026 - 11:25 WIB

KAI Sederhanakan Nama Kereta Semarang-Gambir, Argo Muria hingga Merbabu Jadi KA Muria

24 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Trending di PERON