Wartatrans.com, SUBANG – Stasiun Pegaden Baru di Kabupaten Subang kembali menunjukkan peningkatan aktivitas penumpang setelah sempat tidak melayani naik turun pelanggan kereta api jarak jauh. Kini, stasiun tersebut kembali menjadi titik keberangkatan dan kedatangan masyarakat dengan jumlah pengguna yang terus bertumbuh.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan antusiasme masyarakat terhadap layanan di Stasiun Pegaden Baru terus meningkat seiring kebutuhan perjalanan yang semakin beragam.

“Kami melihat antusiasme masyarakat yang terus tumbuh. Pegaden Baru kembali digunakan sebagai titik keberangkatan dan kedatangan, seiring kebutuhan perjalanan yang semakin beragam,” ujar Anne.
Berdasarkan data KAI, jumlah pelanggan naik pada periode Januari–Maret 2022 tercatat 3.252 orang, kemudian meningkat menjadi 8.488 pelanggan pada 2023, 12.430 pelanggan pada 2024, 12.847 pelanggan pada 2025, dan mencapai 16.110 pelanggan pada Triwulan I 2026.
Sementara itu, pelanggan turun juga meningkat dari 3.146 orang pada 2022 menjadi 8.422 pelanggan pada 2023, 12.612 pelanggan pada 2024, 14.142 pelanggan pada 2025, dan 16.063 pelanggan pada Triwulan I 2026.
Anne menyebut kehadiran kembali layanan tersebut memudahkan masyarakat Subang yang sebelumnya harus berangkat dari Stasiun Haurgeulis di Kabupaten Indramayu atau menuju Kota Bandung.
Saat ini, Stasiun Pegaden Baru melayani sejumlah kereta api jarak jauh, di antaranya KA Gunungjati, KA Dharmawangsa Ekspres, KA Bengawan, KA Airlangga, KA Gaya Baru Malam Selatan, KA Matarmaja, KA Bangunkarta, KA Brantas, hingga KA Tawang Jaya Premium.
“Perjalanan dengan kereta api kini semakin mudah dijangkau. Masyarakat dapat menyesuaikan rencana perjalanannya, baik untuk aktivitas rutin maupun momen di akhir pekan,” tambah Anne.
Stasiun Pegaden Baru merupakan satu-satunya stasiun yang melayani naik turun penumpang di Kabupaten Subang. KAI menyatakan akan terus menyesuaikan layanan dengan kebutuhan masyarakat.
“Masukan dari pelanggan menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan kami. Dengan konektivitas yang semakin luas, perjalanan dapat direncanakan dengan lebih mudah dan menjadi bagian dari aktivitas masyarakat di berbagai wilayah,” tutup Anne.(fahmi)






























