Menu ✖

Mode Gelap
Catatan M. Mujiburrohman: MBG dan Cara Kita Membaca Uang Negara BGN Keluarkan Aturan Baru Tentang Insentif SPPG, Berlaku Mulai 5 Oktober 2026 Pencuri Kabel Whoosh Berhasil Ditangkap, KCIC: Aksinya Bisa Membahayakan Keselamatan Perjalanan Perawatan Sistem Avionik, FL Technics Indonesia Gandeng GE Aerospace InJourney Airports dan SDhI Rampungkan Transisi Pengelolaan Bandara Dhoho Garuda dan Yoowifi Hadirkan eSIM, Komunikasi  jadi Makin Terjangkau Saat di Luar Negeri

Uncategorized

Holopis, Semangat Kebersamaan dalam Ragam Ekspresi Seni Rupa

badge-check


 Holopis, Semangat Kebersamaan dalam Ragam Ekspresi Seni Rupa Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Pameran seni rupa bertajuk Holopis resmi dibuka di 75 Gallery, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (14/6/2026). Pameran ini menghadirkan karya-karya dari 12 perupa dengan latar belakang, pengalaman, dan pendekatan artistik yang beragam.

Para seniman yang berpartisipasi dalam pameran tersebut antara lain Agus Salim, Arifien Neif, Dede Eri Supria, Gunawan Hanjaya, Hanny Widjaja, Inda C. Noerhadi, Iryanto Hadi, JB. Iwan Sulistyo, Neneng S. Ferrier, P. Lanny Andriani, Siont Teja, serta Tommy F. Awuy.

Mengusung judul Holopis, pameran ini meminjam istilah yang lekat dalam ungkapan “holopis kuntul baris”, yang dalam tradisi masyarakat Jawa dimaknai sebagai ajakan untuk bekerja bersama, bergotong royong, dan menyatukan kekuatan demi mencapai tujuan bersama. Semangat tersebut tercermin dalam kehadiran para perupa yang menampilkan karya dengan karakter visual berbeda, namun dipersatukan dalam ruang dialog yang sama.

Setiap seniman menghadirkan gagasan yang berangkat dari pengalaman personal maupun pembacaan terhadap realitas sosial, budaya, dan lingkungan sekitarnya. Keragaman medium, teknik, serta pendekatan estetik menjadi daya tarik tersendiri yang memperlihatkan kekayaan praktik seni rupa kontemporer Indonesia.

Pameran ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya, tetapi juga wadah pertemuan gagasan antarperupa dan publik. Melalui Holopis, para seniman mengajak pengunjung untuk melihat bagaimana perbedaan perspektif dapat hadir secara berdampingan dan membangun percakapan yang produktif dalam lanskap seni rupa.

Di tengah perkembangan seni rupa yang semakin dinamis, pameran ini menunjukkan bahwa semangat kolektivitas tetap memiliki relevansi penting. Karya-karya yang ditampilkan menjadi pengingat bahwa seni tidak semata-mata berbicara tentang ekspresi individual, melainkan juga tentang kemampuan membangun hubungan, dialog, dan kebersamaan di tengah keberagaman.

Pameran Holopis di 75 Gallery menjadi salah satu penanda bagaimana ruang seni terus berupaya menghadirkan perjumpaan antara seniman dan publik, sekaligus memperkaya wacana budaya melalui berbagai kemungkinan tafsir yang ditawarkan oleh karya-karya yang dipamerkan.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Catatan M. Mujiburrohman: MBG dan Cara Kita Membaca Uang Negara

1 Oktober 2026 - 23:01 WIB

BGN Keluarkan Aturan Baru Tentang Insentif SPPG, Berlaku Mulai 5 Oktober 2026

1 Oktober 2026 - 20:41 WIB

El Nino Sangat Kuat, 669 Hotspot Terdeteksi di Fakfak

1 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Lima Tahun Merger, Pelindo Regional 2 Perkuat Transformasi Layanan dan Kinerja Kepelabuhanan

1 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Dukung Mobilitas Kemayoran, DAMRI Jadi Mitra Operasional Layanan Kemon

1 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Lima Tahun Pascamerger, Pelindo Teguhkan Transformasi Berlandaskan Semangat Persatuan

1 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Sambut Hari Pelindo, Regional 4 Gelar Donor Darah dan Target 100 Kantong

1 Oktober 2026 - 14:29 WIB

DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Ucapkan Selamat atas Pelantikan Plt. Kepala Dinas Pertanian

1 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Pengobatan Gratis BMPRI Dekatkan Layanan Kesehatan kepada Warga Kampung Antalisa

1 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai

1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Trending di SENI BUDAYA