Menu

Mode Gelap
Dari Bandung, Halimah Munawir Kenalkan Sastra Religi Multibahasa Sambut Liburan Sekolah, ASDP Perkuat Layanan dan Keselamatan Penyeberangan Holopis, Semangat Kebersamaan dalam Ragam Ekspresi Seni Rupa Catatan Iwan Piliang: Saatnya Animator Jadi Pemilik UDD PMI Kota Langsa Ikut Memperingati (HDDS) Hari Donor Darah Sedunia CFD Kota Langsa Kian Berwarna, Budaya, Kesehatan dan Aksi Kemanusiaan Menyatu di Lapangan Merdeka

Uncategorized

Holopis, Semangat Kebersamaan dalam Ragam Ekspresi Seni Rupa

badge-check


 Holopis, Semangat Kebersamaan dalam Ragam Ekspresi Seni Rupa Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Pameran seni rupa bertajuk Holopis resmi dibuka di 75 Gallery, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (14/6/2026). Pameran ini menghadirkan karya-karya dari 12 perupa dengan latar belakang, pengalaman, dan pendekatan artistik yang beragam.

Para seniman yang berpartisipasi dalam pameran tersebut antara lain Agus Salim, Arifien Neif, Dede Eri Supria, Gunawan Hanjaya, Hanny Widjaja, Inda C. Noerhadi, Iryanto Hadi, JB. Iwan Sulistyo, Neneng S. Ferrier, P. Lanny Andriani, Siont Teja, serta Tommy F. Awuy.

Mengusung judul Holopis, pameran ini meminjam istilah yang lekat dalam ungkapan “holopis kuntul baris”, yang dalam tradisi masyarakat Jawa dimaknai sebagai ajakan untuk bekerja bersama, bergotong royong, dan menyatukan kekuatan demi mencapai tujuan bersama. Semangat tersebut tercermin dalam kehadiran para perupa yang menampilkan karya dengan karakter visual berbeda, namun dipersatukan dalam ruang dialog yang sama.

Setiap seniman menghadirkan gagasan yang berangkat dari pengalaman personal maupun pembacaan terhadap realitas sosial, budaya, dan lingkungan sekitarnya. Keragaman medium, teknik, serta pendekatan estetik menjadi daya tarik tersendiri yang memperlihatkan kekayaan praktik seni rupa kontemporer Indonesia.

Pameran ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya, tetapi juga wadah pertemuan gagasan antarperupa dan publik. Melalui Holopis, para seniman mengajak pengunjung untuk melihat bagaimana perbedaan perspektif dapat hadir secara berdampingan dan membangun percakapan yang produktif dalam lanskap seni rupa.

Di tengah perkembangan seni rupa yang semakin dinamis, pameran ini menunjukkan bahwa semangat kolektivitas tetap memiliki relevansi penting. Karya-karya yang ditampilkan menjadi pengingat bahwa seni tidak semata-mata berbicara tentang ekspresi individual, melainkan juga tentang kemampuan membangun hubungan, dialog, dan kebersamaan di tengah keberagaman.

Pameran Holopis di 75 Gallery menjadi salah satu penanda bagaimana ruang seni terus berupaya menghadirkan perjumpaan antara seniman dan publik, sekaligus memperkaya wacana budaya melalui berbagai kemungkinan tafsir yang ditawarkan oleh karya-karya yang dipamerkan.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Bandung, Halimah Munawir Kenalkan Sastra Religi Multibahasa

14 Juni 2026 - 18:38 WIB

Catatan Iwan Piliang: Saatnya Animator Jadi Pemilik

14 Juni 2026 - 16:17 WIB

UDD PMI Kota Langsa Ikut Memperingati (HDDS) Hari Donor Darah Sedunia

14 Juni 2026 - 15:35 WIB

CFD Kota Langsa Kian Berwarna, Budaya, Kesehatan dan Aksi Kemanusiaan Menyatu di Lapangan Merdeka

14 Juni 2026 - 15:06 WIB

Semangat Gotong Royong Warga Desa Lae Oram Perbaiki Jalan Berlubang Secara Swadaya

14 Juni 2026 - 12:51 WIB

Roy Romly, Konselor dan Pegiat Sosial Siap Luncurkan Anthem Filantropi untuk Para Pejuang Kemanusiaan

14 Juni 2026 - 05:30 WIB

SP2HP Terbit, Kasus Dugaan Pengeroyokan Suriati Naik Penyidikan; Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas dan Tangkap Seluruh Pelaku

14 Juni 2026 - 00:18 WIB

Depok Main Tegas: 52 SMP Swasta Gratis, Tapi Jangan Cuma Jualan Angka

13 Juni 2026 - 19:53 WIB

Bedah Novel di Distrik Gintung Bahas Cinta, Perjuangan, dan Ruang Literasi

13 Juni 2026 - 19:42 WIB

PT Bejira Cipta Media Gelar Berbagi dan Doa Bersama Anak Yatim di Pesantren Tahfiz Ruhama

13 Juni 2026 - 19:29 WIB

Trending di RAGAM