Menu

Mode Gelap
GGRM Suntik Rp200 Miliar, Bandara Dhoho Hadapi Balik Modal 26 Tahun Indonesia Alami 3 Gempa Besar dalam Sehari Hari Kemerdekaan! Ongkos Cuma Rp8 Naik MRT, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL dan Busway Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat

Uncategorized

Holopis, Semangat Kebersamaan dalam Ragam Ekspresi Seni Rupa

badge-check


 Holopis, Semangat Kebersamaan dalam Ragam Ekspresi Seni Rupa Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Pameran seni rupa bertajuk Holopis resmi dibuka di 75 Gallery, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (14/6/2026). Pameran ini menghadirkan karya-karya dari 12 perupa dengan latar belakang, pengalaman, dan pendekatan artistik yang beragam.

Para seniman yang berpartisipasi dalam pameran tersebut antara lain Agus Salim, Arifien Neif, Dede Eri Supria, Gunawan Hanjaya, Hanny Widjaja, Inda C. Noerhadi, Iryanto Hadi, JB. Iwan Sulistyo, Neneng S. Ferrier, P. Lanny Andriani, Siont Teja, serta Tommy F. Awuy.

Mengusung judul Holopis, pameran ini meminjam istilah yang lekat dalam ungkapan “holopis kuntul baris”, yang dalam tradisi masyarakat Jawa dimaknai sebagai ajakan untuk bekerja bersama, bergotong royong, dan menyatukan kekuatan demi mencapai tujuan bersama. Semangat tersebut tercermin dalam kehadiran para perupa yang menampilkan karya dengan karakter visual berbeda, namun dipersatukan dalam ruang dialog yang sama.

Setiap seniman menghadirkan gagasan yang berangkat dari pengalaman personal maupun pembacaan terhadap realitas sosial, budaya, dan lingkungan sekitarnya. Keragaman medium, teknik, serta pendekatan estetik menjadi daya tarik tersendiri yang memperlihatkan kekayaan praktik seni rupa kontemporer Indonesia.

Pameran ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya, tetapi juga wadah pertemuan gagasan antarperupa dan publik. Melalui Holopis, para seniman mengajak pengunjung untuk melihat bagaimana perbedaan perspektif dapat hadir secara berdampingan dan membangun percakapan yang produktif dalam lanskap seni rupa.

Di tengah perkembangan seni rupa yang semakin dinamis, pameran ini menunjukkan bahwa semangat kolektivitas tetap memiliki relevansi penting. Karya-karya yang ditampilkan menjadi pengingat bahwa seni tidak semata-mata berbicara tentang ekspresi individual, melainkan juga tentang kemampuan membangun hubungan, dialog, dan kebersamaan di tengah keberagaman.

Pameran Holopis di 75 Gallery menjadi salah satu penanda bagaimana ruang seni terus berupaya menghadirkan perjumpaan antara seniman dan publik, sekaligus memperkaya wacana budaya melalui berbagai kemungkinan tafsir yang ditawarkan oleh karya-karya yang dipamerkan.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe

16 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat

16 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

16 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Penyair LK Ara dan Salman Yoga Baca Puisi di Hari Didong

16 Agustus 2026 - 16:35 WIB

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata

16 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Laznas ASAR Humanity Bergerak Tanggap Bencana Bersama Relawan KSATRIA di NTT

16 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Penanganan Bencana Lambat, Hasil Bumi Dikeruk, Tapi Butir MoU Tidak Pernah Diselesaikan Pemerintah Pusat. Aceh Sudah Muak!

16 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Semarang Terancam Rob Permanen, Tanahnya Amblas 12 Sentimeter Pertahun

16 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Delegasi Rimba Raya Kecam Keras Insiden Pelecehan Budaya Aceh di Panggung Jamnas: “Jangan Lupakan Sejarah Aceh”

16 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Trending di RAGAM