Menu ✖

Mode Gelap
Catatan M. Mujiburrohman: MBG dan Cara Kita Membaca Uang Negara BGN Keluarkan Aturan Baru Tentang Insentif SPPG, Berlaku Mulai 5 Oktober 2026 Pencuri Kabel Whoosh Berhasil Ditangkap, KCIC: Aksinya Bisa Membahayakan Keselamatan Perjalanan Perawatan Sistem Avionik, FL Technics Indonesia Gandeng GE Aerospace InJourney Airports dan SDhI Rampungkan Transisi Pengelolaan Bandara Dhoho Garuda dan Yoowifi Hadirkan eSIM, Komunikasi  jadi Makin Terjangkau Saat di Luar Negeri

Uncategorized

Dari Bandung, Halimah Munawir Kenalkan Sastra Religi Multibahasa

badge-check


 Dari Bandung, Halimah Munawir Kenalkan Sastra Religi Multibahasa Perbesar

Wartatrans.com, BANDUNG — Penulis dan budayawati Halimah Munawir Anwar meluncurkan buku Keagungan Kota Suci versi Indonesia yang diterbitkan dalam empat bahasa di Hotel Holiday Inn Bandung, Minggu (14/6/2026). Peluncuran tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan sastra religius Indonesia kepada pembaca lintas budaya dan lintas negara.

Buku yang diterbitkan PT Majmu Musti Sundaya, Bandung, itu memuat puisi yang merekam pengalaman spiritual penulis, terutama refleksi tentang Makkah, Madinah, ibadah haji dan umrah, serta hubungan manusia dengan Sang Pencipta. Melalui bahasa puisi yang kontemplatif, Halimah menghadirkan narasi religius yang dekat dengan pengalaman batin masyarakat Muslim.

Keunikan buku ini terletak pada penyajiannya dalam empat bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Sunda, Inggris, dan Arab. Selain memperluas akses pembaca, penerbitan multibahasa tersebut juga menjadi ikhtiar memperkenalkan khazanah sastra religius Indonesia ke ruang pergaulan internasional tanpa meninggalkan akar budaya lokal.

Bahasa Sunda dalam buku ini diterjemahkan oleh Asep Ganjar Purnama, bahasa Inggris oleh Jumari Haryadi, dan bahasa Arab oleh R. Thohir Ashari (Noer). Penyusunan naskah dilakukan oleh Asep Zaenal Mustofa.

Dalam sambutannya, Halimah mengatakan bahwa Keagungan Kota Suci lahir dari perenungan panjang terhadap makna perjalanan spiritual dan kerinduan umat Islam kepada Tanah Suci. Puisi-puisi yang terkumpul di dalamnya menjadi medium untuk merekam pengalaman batin yang sulit diungkapkan melalui bahasa sehari-hari.

Peluncuran buku dihadiri kalangan sastrawan, budayawan, akademisi, pegiat literasi, serta pemerhati kebudayaan. Sejumlah peserta menilai kehadiran buku tersebut memperkaya khazanah sastra religius Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa karya sastra dapat menjadi jembatan dialog budaya melalui berbagai bahasa.

Produktivitas Halimah Munawir Anwar dalam dunia literasi telah melahirkan berbagai karya puisi, novel, dan catatan budaya. Melalui Keagungan Kota Suci, ia kembali menegaskan posisinya sebagai penulis yang konsisten mengangkat nilai-nilai spiritual, kemanusiaan, dan kebudayaan dalam karya-karyanya.

Peluncuran buku ini sekaligus menjadi pengingat bahwa sastra tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi artistik, tetapi juga sarana memperluas pemahaman lintas budaya dan memperkenalkan kekayaan spiritual masyarakat Indonesia kepada dunia.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Catatan M. Mujiburrohman: MBG dan Cara Kita Membaca Uang Negara

1 Oktober 2026 - 23:01 WIB

BGN Keluarkan Aturan Baru Tentang Insentif SPPG, Berlaku Mulai 5 Oktober 2026

1 Oktober 2026 - 20:41 WIB

El Nino Sangat Kuat, 669 Hotspot Terdeteksi di Fakfak

1 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Lima Tahun Merger, Pelindo Regional 2 Perkuat Transformasi Layanan dan Kinerja Kepelabuhanan

1 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Dukung Mobilitas Kemayoran, DAMRI Jadi Mitra Operasional Layanan Kemon

1 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Lima Tahun Pascamerger, Pelindo Teguhkan Transformasi Berlandaskan Semangat Persatuan

1 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Sambut Hari Pelindo, Regional 4 Gelar Donor Darah dan Target 100 Kantong

1 Oktober 2026 - 14:29 WIB

DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Ucapkan Selamat atas Pelantikan Plt. Kepala Dinas Pertanian

1 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Pengobatan Gratis BMPRI Dekatkan Layanan Kesehatan kepada Warga Kampung Antalisa

1 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai

1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Trending di SENI BUDAYA