Wartatrans.com, BANDUNG — Penulis dan budayawati Halimah Munawir Anwar meluncurkan buku Keagungan Kota Suci versi Indonesia yang diterbitkan dalam empat bahasa di Hotel Holiday Inn Bandung, Minggu (14/6/2026). Peluncuran tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan sastra religius Indonesia kepada pembaca lintas budaya dan lintas negara.
Buku yang diterbitkan PT Majmu Musti Sundaya, Bandung, itu memuat puisi yang merekam pengalaman spiritual penulis, terutama refleksi tentang Makkah, Madinah, ibadah haji dan umrah, serta hubungan manusia dengan Sang Pencipta. Melalui bahasa puisi yang kontemplatif, Halimah menghadirkan narasi religius yang dekat dengan pengalaman batin masyarakat Muslim.

Keunikan buku ini terletak pada penyajiannya dalam empat bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Sunda, Inggris, dan Arab. Selain memperluas akses pembaca, penerbitan multibahasa tersebut juga menjadi ikhtiar memperkenalkan khazanah sastra religius Indonesia ke ruang pergaulan internasional tanpa meninggalkan akar budaya lokal.
Bahasa Sunda dalam buku ini diterjemahkan oleh Asep Ganjar Purnama, bahasa Inggris oleh Jumari Haryadi, dan bahasa Arab oleh R. Thohir Ashari (Noer). Penyusunan naskah dilakukan oleh Asep Zaenal Mustofa.
Dalam sambutannya, Halimah mengatakan bahwa Keagungan Kota Suci lahir dari perenungan panjang terhadap makna perjalanan spiritual dan kerinduan umat Islam kepada Tanah Suci. Puisi-puisi yang terkumpul di dalamnya menjadi medium untuk merekam pengalaman batin yang sulit diungkapkan melalui bahasa sehari-hari.
Peluncuran buku dihadiri kalangan sastrawan, budayawan, akademisi, pegiat literasi, serta pemerhati kebudayaan. Sejumlah peserta menilai kehadiran buku tersebut memperkaya khazanah sastra religius Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa karya sastra dapat menjadi jembatan dialog budaya melalui berbagai bahasa.
Produktivitas Halimah Munawir Anwar dalam dunia literasi telah melahirkan berbagai karya puisi, novel, dan catatan budaya. Melalui Keagungan Kota Suci, ia kembali menegaskan posisinya sebagai penulis yang konsisten mengangkat nilai-nilai spiritual, kemanusiaan, dan kebudayaan dalam karya-karyanya.
Peluncuran buku ini sekaligus menjadi pengingat bahwa sastra tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi artistik, tetapi juga sarana memperluas pemahaman lintas budaya dan memperkenalkan kekayaan spiritual masyarakat Indonesia kepada dunia.*** (PG)


























