Menu ✖

Mode Gelap
Film Banyak Anak Banyak Rejeki Siap Tayang Januari 2027 Lima Tahun Jaga Konsistensi, FIFGROUP Raih The Finance Golden Star Award 2026 Belum Tayang di Bioskop, Fadli Fuad Siapkan Sekuel Film Sumur Jiwo 1977 Bincang Buku Hasrat Kekuasaan dan Erosi Demokrasi, Soroti Tantangan Demokrasi di Indonesia NAY NBC Tetap Konsisten di Dunia Breakdance, Cetak Generasi Muda Berprestasi Penulis Lima Wilayah Gayo Ekspresikan Optimisme Hadapi Bencana Lewat Buku Puisi Dua Bahasa Indonesia-Gayo

EKOBIS

Aplikasi MyPertamina Bikin DPP APTRINDO Catat Kerugian Rp90 Miliar/Bulan

badge-check


 Jajaran DPP APTRINDO Perbesar

Jajaran DPP APTRINDO

Wartatrans.com, JAKARTA – Aplikasi MyPertamina bikin Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (DPP APTRINDO) catatkan kerugian hingga Rp90 miliar. Kenapa?

Ya, para pengusaha angkutan barang itu mempertanyakan sikap Pertamina terhadap kelancaran angkutan logistik, menyusul beragam kesulitan mendapatkan bahan bakar solar subsidi, sehingga distribusi barang menjadi terhambat.

Ketua DPP Aptrindo Gemilang Tarigan menyampaikan, permasalahan itu telah berulang kali disampaikan kepada pihak Pertamina, namun, belum juga memberikan solusi yang tepat.

“Mulai dari kelangkaan solar subsidi di SPBU, terutama di daerah-daerah hingga persoalan QR Code MyPertamina,” ujarnya di Jakarta, Senin (15/12/2025).

Menurutnya, saban melaporkan kesulitan yang terjadi, pihaknya selalu dipingpong, mereka punya beribu alasan.

“Pertanyaan kami, Pertamina ini suport distribusi logistik nasional enggak se?” tegasnya.

Misalnya soal berlarut-larutnya persoalan implementasi QR CodeMyPertamina dalam pembelian BBM Subsidi Bio Solar yang hingga saat ini akhirnya menghambat operasional angkutan barang dan mengganggu kelancaran distribusi logistik nasional.

“Kami telah sampaikan berbagai persoalan ke pihak Pertamina, namun tidak pernah ada solusi. Kami menilai perusahaan BUMN yang satu itu kurang berpihak pada kelancaran distribusi logistik,” kata dia.

DPP APTRINDO juga telah dua kali melaksanakan audiensi ke manajemen PT Pertamina Patra Niaga (Pusat), tetap tidak ada solusinya.

“Alasannya sangat klasik. PT Pertamina Patra Niaga mengaku tidak bisa memberikan solusi karena hanya menjalankan kuota yang bersumber dari BP Migas,” ungkapnya.

DPP APTRINDO mencatat saat ini 3.000 truk tidak bisa mengisi solar subsidi, karena QR Code MyPertamina telah diblokir.

“Dampak pemblokiran yang tidak jelas itu kami kehilangan pendapatan Rp90 miliar per bulan. Distribusi barang juga menjadi terhambat,” imbuhnya.

Kondisi ini berdampak langsung pada, terhentinya operasional kendaraan angkutan barang, kerugian ekonomi yang harus ditanggung pengusaha dan pengemudi, terganggunya rantai pasok dan distribusi logistik nasional

Lebih memprihatinkan, proses pengajuan ulang maupun pengurusan QR Code yang terblokir membutuhkan waktu 7 hingga 14 hari, bahkan dalam banyak kasus berlarut-larut tanpa kepastian
penyelesaian.

Selama periode tersebut, kendaraan praktis tidak dapat beroperasi, sementara kewajiban operasional dan biaya tetap terus berjalan.

Gemilang menegaskan, beragam problem, dan hilangnya solar subsidi Pertamina di lapangan menjadi persoalan yang sangat sistemik berskala nasional.

Keluhan serupa disampaikan pengusaha dan pengemudi truk di berbagai daerah, mulai dari kawasan industri, pelabuhan, hingga jalur distribusi antardaerah.

Kondisi ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan belum sepenuhnya mempertimbangkan
realitas operasional dunia angkutan barang, yang selama ini menjadi tulang punggung distribusi logistik nasional.

Kebijakan Nasional Tanpa Dukungan Layanan yang Memadai DPP APTRINDO mengkritisi keras ketidakseimbangan antara skala kebijakan dan kesiapan sistem
layanan pengaduan.

DPP APTRINDO menegaskan bahwa kendala akses QR Code MyPertamina semakin memperparah kondisi iklim bisnis dunia angkutan barang. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KMP Portlink III Disiapkan ASDP Perkuat Layanan Penyeberangan Merak-Bakauheni

23 Oktober 2026 - 18:41 WIB

AirNav Bersama Malaysia Perkuat Koordinasi Pelayanan Navigasi Penerbangan

23 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Tani Merdeka Indonesia dan SPPG Buka Peluang Pasar Baru bagi Petani Aceh

23 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Indonesia AirAsia Dukung Kebijakan Pemerintah, Libur Nataru Harga Tiket Domestik Turun Mulai dari 12%

23 Oktober 2026 - 12:13 WIB

CSR Bank BJB Biayai 3 Halte Transjakarta di Jatiasih

23 Oktober 2026 - 07:45 WIB

DAMRI Uji Coba Bus Listrik di Kota Serang, Dukung Transportasi Publik Berkelanjutan

23 Oktober 2026 - 05:01 WIB

WCCE 2026 Hasilkan Jakarta Vision, Indonesia Bidik Masa Depan Ekonomi Kreatif Dunia

22 Oktober 2026 - 19:41 WIB

ASDP Pastikan Penanganan Klaim dan Kawal Pemenuhan Hak Penumpang KMP Batumandi

22 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Dukung UMKM Naik Kelas, Sekjen DPP APPSI Mujiburrohman Kunjungi Zona BakuBae Kota Bitung

22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Hendak Investasi Emas Digital Mulai Rp1.000? Cek di Aplikasi GoPay

22 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Trending di EKOBIS