Menu

Mode Gelap
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Hotman Paris Resmi Jadi Kuasa Hukum Prabowo Targetkan Bangun 30-50 Pabrik Etanol, Dorong Implementasi BBM E20 KAI: 61 Persen Aktivitas Penumpang Kereta Api Terjadi di Luar 10 Stasiun Terpadat Sambangi Masjid dan Warga Cileungsi Kidul Bogor, Jumat Berkah Wartawan Didoakan Supaya Terus Berbagi Dari Balik Drum ke Layar Kaca, Dica Melo Makin Bersinar Lewat Sinetron Indosiar Piala AFF 2026 Masuk YouTube, Reza Arap Picu Awal Revolusi Bisnis Hak Siar Olahraga ?

ANJUNGAN

ASDP Jaga Denyut Mobilitas di Tengah Cuaca Ekstrem dan Bantu Pemulihan Bencana di Sumatera

badge-check


 Kapal ASDP di Sunatera Perbesar

Kapal ASDP di Sunatera

Wartatrans.com, JAKARTA – Hujan deras yang turun tanpa jeda, tanah yang melemah, dan kontur perbukitan yang tak lagi stabil membuat sejumlah wilayah di Sumatera menghadapi hari-hari yang berat.

Akses jalan terhambat, jembatan putus, jaringan komunikasi hilang-timbul, sementara masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berupaya menjaga aktivitas dan keselamatan keluarga mereka.

Di tengah situasi yang bergerak cepat itu, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tetap berdiri sebagai salah satu simpul penting yang menjaga mobilitas dan mengalirkan bantuan di wilayah terdampak.

Direktur Operasional dan Transformasi ASDP Rio Lasse mengungkapkan, perusahaan mengaktifkan seluruh protokol darurat untuk memastikan layanan tetap berjalan dengan fokus utama pada keselamatan.

“ASDP hadir bukan hanya sebagai operator penyeberangan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pemulihan masyarakat. Kami menjaga agar layanan tetap tersedia, sekaligus memastikan karyawan dan keluarga di daerah terdampak mendapat perlindungan,” urai Rio, Sabtu (29/11/2025).

Sejak cuaca ekstrem melanda, tim ASDP di berbagai cabang di Sumatera bergerak simultan.

Mereka mendokumentasikan kondisi akses, menyiagakan armada, memantau cuaca, dan berkoordinasi intens dengan pemerintah setempat.

Upaya ini dilakukan demi menjaga optimisme masyarakat bahwa gangguan tidak akan memutus sepenuhnya konektivitas antardaerah.

Jalur Laut Nadi Logistik

Di Sumatera Utara, terputusnya akses jalan menuju pelabuhan menjadi gambaran nyata betapa beratnya situasi. Jembatan yang rusak, tanah longsor, hingga jalan yang runtuh menutup akses sepanjang 7–10 kilometer menuju Sibolga.

Sekitar 20 titik lain masih dipenuhi material tanah dan batang kayu besar yang terbawa arus banjir.

Berbeda dengan wilayah pesisir, Danau Toba justru menjadi titik stabil dalam badai. Penyeberangan Ajibata, Ambarita, dan Balige tetap berjalan normal.

Di Aceh, gangguan listrik dan jaringan membuat tiket digital tak dapat diakses.

“ASDP segera kembali membuka tiket manual agar masyarakat tetap bisa menyeberang tanpa hambatan teknologi,” ucap dia.

Sementara di Singkil, longsor di Rimo memutus jalan sehingga kapal menjadi satu-satunya moda untuk evakuasi.

KMP Teluk Sinabang dan KMP Aceh Hebat 3 kini disiagakan penuh untuk mengangkut warga, karyawan, dan bantuan menuju Pulau Banyak dan Pulau Sinabang.

Untuk memperkuat komunikasi, kantor pusat ASDP mengirimkan telepon satelit ke empat cabang terdampak: Danau Toba, Singkil, Banda Aceh, dan Padang. Perangkat ini menjadi tulang punggung koordinasi ketika jaringan seluler nyaris hilang.

Keselamatan Prioritas Utama

Sementara itu, Kementerian Perhubungan turut mengawal dinamika situasi di lapangan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan belasungkawa atas bencana yang terjadi dan menegaskan bahwa seluruh jajarannya siaga penuh.

“Seluruh lini transportasi bergerak cepat membantu penanganan bencana ini. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” ujar Menhub.

Kemenhub memastikan sejumlah pelabuhan penyeberangan tetap beroperasi dengan penyesuaian, termasuk penguatan pemantauan cuaca dan pengaturan arus kendaraan evakuasi.

Di Aceh dan Sumatera Utara, terminal dan pelabuhan tetap dibuka dengan dukungan genset dan komunikasi satelit, sementara tim BPTD menjaga agar arus logistik—termasuk sembako dan BBM—dapat bergerak tanpa hambatan.

Koordinasi dengan BNPB, Basarnas, pemerintah daerah, dan operator transportasi terus diperkuat untuk mempercepat pemulihan jaringan transportasi.

Meski situasi belum sepenuhnya pulih, tanda-tanda pemulihan sudah terlihat. Warga Sibolga mulai membersihkan rumah mereka yang sebelumnya terendam banjir.

Air mulai surut di banyak wilayah, dan konektivitas komunikasi perlahan kembali.

Di antara jalan yang retak dan tanah yang belum sepenuhnya stabil, ada harapan yang tumbuh dari kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan operator layanan publik.

“ASDP memastikan layanan penyeberangan tetap menjadi jembatan kehidupan: menghubungkan, mengirim bantuan, dan menjaga mobilitas masyarakat,” imbuh Rio.

Dengan koordinasi yang solid dan komitmen pada keselamatan, pemulihan Sumatera diyakini dapat berlangsung lebih cepat, selangkah demi selangkah, bersama. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

IPCC Kenalkan Ekosistem Logistik Otomotif kepada GIBEI FEB UNJ

17 Juli 2026 - 21:41 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gelar  Pemeriksaan TBC Gratis dan Santunan Anak Yatim di Kalibaru

17 Juli 2026 - 21:33 WIB

Sambut HUT Ke-13, IPC TPK Bukukan Peningkatan Kinerja Arus Peti Kemas 7 Persen

17 Juli 2026 - 21:24 WIB

Wujudkan Kepedulian Lingkungan Laut, Pelindo Regional 2 Banten Gelar Program TJSL Konservasi Terumbu Karang di Pulau Merak Besar

17 Juli 2026 - 21:17 WIB

Dari Kolong Tol untuk Ketahanan Pangan, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Panen Perdana TJSL Ikan Nila

17 Juli 2026 - 21:11 WIB

ASDP Percepat Sterilisasi 6 Pelabuhan demi Layanan Modern Berstandar Keselamatan Tinggi

17 Juli 2026 - 18:14 WIB

Sekjen IABI: Kompensasi Delay Bentuk Tanggung Jawab Maskapai

17 Juli 2026 - 15:24 WIB

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PTPN I Kembangkan Bioetanol

17 Juli 2026 - 10:25 WIB

KKP Segera Bangun Tahap 2 K-SIGN di Rote Ndao, Dapat Dukungan Masyarakat

16 Juli 2026 - 21:15 WIB

Pelindo Regional 2 Catat Pertumbuhan Positif di Seluruh Lini Layanan Kepelabuhanan

16 Juli 2026 - 20:38 WIB

Trending di ANJUNGAN