Menu

Mode Gelap
InJourney Hospitality Boyong 2 Penghargaan TOP CSR Awards 2026 Tiga Pasangan Pengantin Melangsungkan Akad Nikah di Masjid Jami’ Teungku Chik Reubee KCIC Operasikan 6 Perjalanan Tambahan pada Puncak Arus Balik, 78% Penumpang Whoosh Mengarah ke Jakarta Puncak Arus Balik Long Weekend, Kedatangan Penumpang KA di Daop 1 Jakarta Capai 41.534 Orang Penjualan Tiket Long Weekend Tembus 1,3 Juta, KAI Layani 956 Ribu Pelanggan dalam Lima Hari KAI Services Hadirkan Kuliner Khas Banyuwangi di Kereta Api Tujuan Ketapang

ANJUNGAN

ASDP Matangkan Strategi Mudik Lancar dan Selamat di Lintas 3 Pulau

badge-check


 Layanan di Pelabuhan Penyeberangan Perbesar

Layanan di Pelabuhan Penyeberangan

Wartatrans.com, JAKARTA – Mudik selalu menjadi perjalanan menyenangkan dan penuh harapan: kembali ke kampung halaman, bertemu keluarga, dan melepaskan rindu.

Menjelang Angkutan Lebaran 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan setiap perjalanan berlangsung lebih aman, tertib, dan lancar, khususnya di lintasan strategis Sumatera–Jawa–Bali yang menjadi urat nadi pergerakan nasional.

Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano menegaskan, persiapan tidak dilakukan secara dadakan.

“Sejak berakhirnya periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026, ASDP telah memulai langkah kesiapan berkelanjutan,” ungkapnya, Kamis (29/1/2026).

Penguatan layanan dilakukan menyeluruh—mulai dari kesiapan armada, optimalisasi fasilitas, hingga kolaborasi erat dengan regulator dan para pemangku kepentingan.

Di lintasan Merak–Bakauheni, ASDP menyiapkan 75 kapal yang beroperasi sesuai pengaturan jadwal regulator.

Bersama stakeholder dan mitra, penguatan layanan dilakukan melalui penambahan Dermaga Ekspres Pelabuhan Merak menjadi dua dermaga, peningkatan kapasitas dermaga di Pelabuhan Ciwandan, serta penyiapan pelabuhan contingency seperti Krakatau Bandar Samudera (KBS) Cilegon, dan Pelabuhan Panjang-Bandar Lampung.

“Langkah antisipatif ini dirancang untuk menjaga kelancaran operasional saat puncak arus kendaraan dan penumpang,” tutur dia.

Sementara di lintasan Ketapang–Gilimanuk, 56 kapal disiagakan. Kapasitas layanan turut diperkuat dengan penambahan kapal berkapasitas besar (GRT besar) dari lima menjadi tujuh unit.

Strategi ini meningkatkan daya angkut sekaligus mempercepat rotasi kapal, sehingga waktu tunggu dapat ditekan selama periode tersibuk Angkutan Lebaran.

Perkuat Koordinasi dan Kolaborasi

Dari sisi manajemen arus, ASDP mengoptimalkan pola operasional Tiba–Bongkar–Berangkat pada kondisi padat, didukung pemantauan real time melalui Port Operational Control Center.

Evaluasi buffer zone juga menjadi fokus penting. Berbekal pengalaman tahun sebelumnya, ASDP memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan Kepolisian dan Badan Usaha Jalan Tol, agar buffer zone berfungsi efektif sebagai area penyangga dan pengendali kepadatan, baik saat pelabuhan lengang maupun ketika lonjakan terjadi.

Transformasi digital tetap menjadi tulang punggung pengelolaan arus.

Sistem tiket daring Ferizy dioptimalkan di seluruh lintasan, termasuk dukungan kenyamanan tambahan melalui Ferizy Lounge.

Tiket penyeberangan dapat dipesan mulai H-60 sebelum keberangkatan, sehingga masyarakat diimbau merencanakan perjalanan sejak dini dan datang sesuai jadwal pada tiket.

Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi potensi cuaca ekstrem menjelang periode Angkutan Lebaran, seiring masih aktifnya Monsun Asia sebagaimana diprakirakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang berpotensi meningkatkan curah hujan dan dinamika perairan.

“ASDP terus memastikan fleksibilitas tiket layanan melalui kebijakan refund dan reschedule, sehingga pengguna jasa dapat menyesuaikan rencana perjalanan bila terjadi penyesuaian operasional guna menjaga keselamatan penyeberangan,” imbuh Yossianis.

ASDP menegaskan pentingnya membeli tiket hanya melalui kanal resmi untuk menghindari praktik percaloan dan potensi kerugian.

Berbasis data, ASDP memproyeksikan pergerakan penumpang Angkutan Lebaran 2026 mencapai sekitar 5,8 juta orang atau naik 9,4 persen, dengan kendaraan sekitar 1,4 juta unit atau meningkat 9,3 persen.

Proyeksi ini menjadi dasar penyusunan kapasitas dan pengaturan operasional secara menyeluruh.

Dengan strategi terukur, kolaborasi lintas sektor, dan disiplin bersama, ASDP optimistis Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan lebih tertib, aman, dan berkesan—mengantarkan setiap pemudik kembali ke rumah dengan tenang. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mulai Besok, ASDP Uji Coba Sterilisasi Pelabuhan Strategis Nasional Merak dan Bakauheni

31 Mei 2026 - 19:53 WIB

PTP Nonpetikemas Perkuat Terminalisasi, Bidik Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

31 Mei 2026 - 18:33 WIB

Perkuat Perdagangan Intra-Asia, IPC TPK Layani Perdana Service SCJX X-Press Feeders

29 Mei 2026 - 20:38 WIB

Penuhi Kebutuhan Pelaut, PELNI Perkuat Kolaborasi dengan Dunia Pendidikan

29 Mei 2026 - 18:14 WIB

Arus Ekspor Dongkrak Kinerja IPCC, Tumbuh Solid 16,01 Persen di Awal Kuartal II

29 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertumbuhan Arus Peti Kemas Internasional Tembus 11%

29 Mei 2026 - 14:53 WIB

Semangat Idul Adha Kuatkan Kepedulian, Senilai Rp900 Juta, ASDP Salurkan Kurban hingga ke Wilayah 3TP

29 Mei 2026 - 13:03 WIB

PT Pelindo Sinergi Lokaseva Tingkatkan Kompetensi dan Integritas SDM untuk Dukung Transformasi Bisnis

29 Mei 2026 - 12:53 WIB

Green Port PTP Nonpetikemas: Jaga Lingkungan, Melindungi Kesehatan Pekerja

29 Mei 2026 - 07:59 WIB

PTP Nonpetikemas menuju Green Port

Ekonomi dan Konektivitas Nasional: Silaturahmi Ala PTP Nonpetikemas

28 Mei 2026 - 12:25 WIB

Trending di ANJUNGAN