Menu

Mode Gelap
Marlina Ditolak Jadi Pramugari, Perempuan Asli Papua Ini Justru Cetak Sejarah sebagai Pilot Airbus A320 Neno Warisman: Puisi Bukan Sekadar Rangkaian Kata, tetapi Cara Merawat Warisan Budaya Prabowo Pimpin Rapat Antisipasi El Nino, Pemerintah Diminta Perkuat Ketahanan Pangan dan Air KAI Gandeng BRIN Kembangkan Teknologi Automatic Train Protection untuk Tingkatkan Keselamatan Kereta Api BKM Masjid Bani Salim Rutin Gelar Kajian Fikih, Tauhid, dan Tasawuf Sejak Ramadan TJSL AirNav, Hadirkan Rumah Inspirasi Aceh Tamiang

ANJUNGAN

ASDP Matangkan Strategi Mudik Lancar dan Selamat di Lintas 3 Pulau

badge-check


 Layanan di Pelabuhan Penyeberangan Perbesar

Layanan di Pelabuhan Penyeberangan

Wartatrans.com, JAKARTA – Mudik selalu menjadi perjalanan menyenangkan dan penuh harapan: kembali ke kampung halaman, bertemu keluarga, dan melepaskan rindu.

Menjelang Angkutan Lebaran 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan setiap perjalanan berlangsung lebih aman, tertib, dan lancar, khususnya di lintasan strategis Sumatera–Jawa–Bali yang menjadi urat nadi pergerakan nasional.

Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano menegaskan, persiapan tidak dilakukan secara dadakan.

“Sejak berakhirnya periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026, ASDP telah memulai langkah kesiapan berkelanjutan,” ungkapnya, Kamis (29/1/2026).

Penguatan layanan dilakukan menyeluruh—mulai dari kesiapan armada, optimalisasi fasilitas, hingga kolaborasi erat dengan regulator dan para pemangku kepentingan.

Di lintasan Merak–Bakauheni, ASDP menyiapkan 75 kapal yang beroperasi sesuai pengaturan jadwal regulator.

Bersama stakeholder dan mitra, penguatan layanan dilakukan melalui penambahan Dermaga Ekspres Pelabuhan Merak menjadi dua dermaga, peningkatan kapasitas dermaga di Pelabuhan Ciwandan, serta penyiapan pelabuhan contingency seperti Krakatau Bandar Samudera (KBS) Cilegon, dan Pelabuhan Panjang-Bandar Lampung.

“Langkah antisipatif ini dirancang untuk menjaga kelancaran operasional saat puncak arus kendaraan dan penumpang,” tutur dia.

Sementara di lintasan Ketapang–Gilimanuk, 56 kapal disiagakan. Kapasitas layanan turut diperkuat dengan penambahan kapal berkapasitas besar (GRT besar) dari lima menjadi tujuh unit.

Strategi ini meningkatkan daya angkut sekaligus mempercepat rotasi kapal, sehingga waktu tunggu dapat ditekan selama periode tersibuk Angkutan Lebaran.

Perkuat Koordinasi dan Kolaborasi

Dari sisi manajemen arus, ASDP mengoptimalkan pola operasional Tiba–Bongkar–Berangkat pada kondisi padat, didukung pemantauan real time melalui Port Operational Control Center.

Evaluasi buffer zone juga menjadi fokus penting. Berbekal pengalaman tahun sebelumnya, ASDP memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan Kepolisian dan Badan Usaha Jalan Tol, agar buffer zone berfungsi efektif sebagai area penyangga dan pengendali kepadatan, baik saat pelabuhan lengang maupun ketika lonjakan terjadi.

Transformasi digital tetap menjadi tulang punggung pengelolaan arus.

Sistem tiket daring Ferizy dioptimalkan di seluruh lintasan, termasuk dukungan kenyamanan tambahan melalui Ferizy Lounge.

Tiket penyeberangan dapat dipesan mulai H-60 sebelum keberangkatan, sehingga masyarakat diimbau merencanakan perjalanan sejak dini dan datang sesuai jadwal pada tiket.

Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi potensi cuaca ekstrem menjelang periode Angkutan Lebaran, seiring masih aktifnya Monsun Asia sebagaimana diprakirakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang berpotensi meningkatkan curah hujan dan dinamika perairan.

“ASDP terus memastikan fleksibilitas tiket layanan melalui kebijakan refund dan reschedule, sehingga pengguna jasa dapat menyesuaikan rencana perjalanan bila terjadi penyesuaian operasional guna menjaga keselamatan penyeberangan,” imbuh Yossianis.

ASDP menegaskan pentingnya membeli tiket hanya melalui kanal resmi untuk menghindari praktik percaloan dan potensi kerugian.

Berbasis data, ASDP memproyeksikan pergerakan penumpang Angkutan Lebaran 2026 mencapai sekitar 5,8 juta orang atau naik 9,4 persen, dengan kendaraan sekitar 1,4 juta unit atau meningkat 9,3 persen.

Proyeksi ini menjadi dasar penyusunan kapasitas dan pengaturan operasional secara menyeluruh.

Dengan strategi terukur, kolaborasi lintas sektor, dan disiplin bersama, ASDP optimistis Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan lebih tertib, aman, dan berkesan—mengantarkan setiap pemudik kembali ke rumah dengan tenang. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Terdampak Serangan Misil,  Kemenhub Kawal Proses Pemulangan Awak Kapal MT Belma

28 Juli 2026 - 20:25 WIB

Keselamatan Tetap Prioritas Utama, ASDP Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem Selat Bali

28 Juli 2026 - 18:54 WIB

IPCC Jaga Kinerja Operasional di Tengah Pelemahan Pasar Kuartal II 2026

28 Juli 2026 - 15:17 WIB

ASDP Percepat Realisasi Long Distance Ferry, Perkuat Konektivitas Jawa–NTT

28 Juli 2026 - 14:15 WIB

Perkuat Kolaborasi Penanganan Masalah Hukum, Pelindo Regional 2 Banten dan Kejaksaan Negeri Cilegon Perpanjang Nota Kesepahaman

27 Juli 2026 - 21:11 WIB

Hadapi Dinamika Global, IPCC Bukukan Pertumbuhan Kinerja Keuangan Berkelanjutan pada Semester I 2026

27 Juli 2026 - 21:00 WIB

Tata Kelola BBM PELNI Disupervisi KPK

25 Juli 2026 - 19:47 WIB

12 Penumpang Speedboat SB. Mister Un Berhasil Dievakuasi di Perairan Gorontalo

25 Juli 2026 - 19:35 WIB

Teluk Ratai Siapkan Dermaga Kapal Induk, Infrastruktur Maritim RI Naik Kelas

25 Juli 2026 - 18:56 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Kinerja, Operasional Tumbuh Positif pada Semester I 2026

25 Juli 2026 - 08:47 WIB

Trending di ANJUNGAN