Menu

Mode Gelap
Jelang MotoGP Mandalika 2026: Ada 27 Penerbangan Tambahan ke Lombok Gempa di Kepulauan Seribu, BMKG: Guncangan Jauh Hingga Ratusan KM Menunggu Penerbangan Sambil Menikmati Kopi Sanger, Kolaborasi Pelita Air dan Port & Co Hadirkan Pengalaman Berbeda Gempa M6,5 Guncang Laut Jawa, Getaran Dirasakan di Jakarta hingga Jawa Tengah KRL Terdampak Gempa, KAI Commuter Lakukan Pemeriksaan Jalur Sabtu Pagi Kasus Dugaan Keracunan Menu MBG di Pati Ditetapkan Sebagai Kejadian Luar Biasa, Korban Bertambah Banyak

ANJUNGAN

ASDP Matangkan Strategi Mudik Lancar dan Selamat di Lintas 3 Pulau

badge-check


 Layanan di Pelabuhan Penyeberangan Perbesar

Layanan di Pelabuhan Penyeberangan

Wartatrans.com, JAKARTA – Mudik selalu menjadi perjalanan menyenangkan dan penuh harapan: kembali ke kampung halaman, bertemu keluarga, dan melepaskan rindu.

Menjelang Angkutan Lebaran 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan setiap perjalanan berlangsung lebih aman, tertib, dan lancar, khususnya di lintasan strategis Sumatera–Jawa–Bali yang menjadi urat nadi pergerakan nasional.

Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano menegaskan, persiapan tidak dilakukan secara dadakan.

“Sejak berakhirnya periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026, ASDP telah memulai langkah kesiapan berkelanjutan,” ungkapnya, Kamis (29/1/2026).

Penguatan layanan dilakukan menyeluruh—mulai dari kesiapan armada, optimalisasi fasilitas, hingga kolaborasi erat dengan regulator dan para pemangku kepentingan.

Di lintasan Merak–Bakauheni, ASDP menyiapkan 75 kapal yang beroperasi sesuai pengaturan jadwal regulator.

Bersama stakeholder dan mitra, penguatan layanan dilakukan melalui penambahan Dermaga Ekspres Pelabuhan Merak menjadi dua dermaga, peningkatan kapasitas dermaga di Pelabuhan Ciwandan, serta penyiapan pelabuhan contingency seperti Krakatau Bandar Samudera (KBS) Cilegon, dan Pelabuhan Panjang-Bandar Lampung.

“Langkah antisipatif ini dirancang untuk menjaga kelancaran operasional saat puncak arus kendaraan dan penumpang,” tutur dia.

Sementara di lintasan Ketapang–Gilimanuk, 56 kapal disiagakan. Kapasitas layanan turut diperkuat dengan penambahan kapal berkapasitas besar (GRT besar) dari lima menjadi tujuh unit.

Strategi ini meningkatkan daya angkut sekaligus mempercepat rotasi kapal, sehingga waktu tunggu dapat ditekan selama periode tersibuk Angkutan Lebaran.

Perkuat Koordinasi dan Kolaborasi

Dari sisi manajemen arus, ASDP mengoptimalkan pola operasional Tiba–Bongkar–Berangkat pada kondisi padat, didukung pemantauan real time melalui Port Operational Control Center.

Evaluasi buffer zone juga menjadi fokus penting. Berbekal pengalaman tahun sebelumnya, ASDP memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan Kepolisian dan Badan Usaha Jalan Tol, agar buffer zone berfungsi efektif sebagai area penyangga dan pengendali kepadatan, baik saat pelabuhan lengang maupun ketika lonjakan terjadi.

Transformasi digital tetap menjadi tulang punggung pengelolaan arus.

Sistem tiket daring Ferizy dioptimalkan di seluruh lintasan, termasuk dukungan kenyamanan tambahan melalui Ferizy Lounge.

Tiket penyeberangan dapat dipesan mulai H-60 sebelum keberangkatan, sehingga masyarakat diimbau merencanakan perjalanan sejak dini dan datang sesuai jadwal pada tiket.

Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi potensi cuaca ekstrem menjelang periode Angkutan Lebaran, seiring masih aktifnya Monsun Asia sebagaimana diprakirakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang berpotensi meningkatkan curah hujan dan dinamika perairan.

“ASDP terus memastikan fleksibilitas tiket layanan melalui kebijakan refund dan reschedule, sehingga pengguna jasa dapat menyesuaikan rencana perjalanan bila terjadi penyesuaian operasional guna menjaga keselamatan penyeberangan,” imbuh Yossianis.

ASDP menegaskan pentingnya membeli tiket hanya melalui kanal resmi untuk menghindari praktik percaloan dan potensi kerugian.

Berbasis data, ASDP memproyeksikan pergerakan penumpang Angkutan Lebaran 2026 mencapai sekitar 5,8 juta orang atau naik 9,4 persen, dengan kendaraan sekitar 1,4 juta unit atau meningkat 9,3 persen.

Proyeksi ini menjadi dasar penyusunan kapasitas dan pengaturan operasional secara menyeluruh.

Dengan strategi terukur, kolaborasi lintas sektor, dan disiplin bersama, ASDP optimistis Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan lebih tertib, aman, dan berkesan—mengantarkan setiap pemudik kembali ke rumah dengan tenang. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Serukan Peningkatan Keselamatan Transportasi, Menhub Dudy Kumpulkan UPT se-Jawa Timur

11 September 2026 - 21:47 WIB

Strategi Urai Kepadatan dan Perkuat Layanan Ketapang-Gilimanuk jadi Bahasan Menarik

11 September 2026 - 19:06 WIB

IPCM Ajak Generasi Muda Melek Investasi, Wujudkan Generasi Cerdas Finansial

11 September 2026 - 18:10 WIB

Perkuat Tata Kelola dan Operasional, IPC TPK Sabet Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

11 September 2026 - 18:01 WIB

Dukung Pencarian Jurnalis, Pelindo Banten Buka Akses Pelabuhan Ciwandan untuk Kapal SAR Basarnas

11 September 2026 - 13:49 WIB

ASDP Ungkap Penyebab Antrean Ketapang-Gilimanuk

11 September 2026 - 12:33 WIB

Menhub Dudy Prihatin 5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Hendak Liput Gunung Anak Krakatau

11 September 2026 - 05:25 WIB

IPCC Raih Tiga Penghargaan di TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 - 15:03 WIB

KKP Tangkap Kapal Pencuri Ikan Filipina, 25 Rumpon Ilegal Ditertibkan di Maluku Utara

10 September 2026 - 10:35 WIB

Pelindo Regional 4 & Kejati Maluku Perkuat Sinergi Hukum

9 September 2026 - 20:41 WIB

Trending di ANJUNGAN