Wartatrans.com, MAGELANG — Suasana haru dan khidmat mewarnai upacara pemakaman tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur dalam menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon. Mereka adalah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon.
Jasad para putra terbaik bangsa di bidang militer ini dimakamkan di tempat berbeda berdasar daerah asal atau kelahirannya. Contohnya Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Dharmoloyo II, Magelang, Minggu (5/4/2026).

Peti jenazah tiba di kompleks pemakaman jam 09.00 WIB, dengan bendera merah putih masih menyelimutinya. Bertindak sebagai pemimpin upacara pemakaman adalah Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.

“Saya atas nama negara dan Tentara Nasional Indonesia, dengan ini mempersembahkan ke persada Ibu Pertiwi jiwa raga dan jasa-jasa almarhum,” kata Jenderal Tandyo Budi Revita.
Lebih dari 200 anggota TNI dan Polri terlibat dalam upacara pemakaman. Mereka berasal dari Kodim 0705 /Magelang, Batalyon Armed 11, Batalyon Armed 3, Polri dan Regu Pengusung.
Terpisah, Komandan Komando Distrik Militer 0705 / Magelang Letkol Inf Afrizal Rakhman mengatakan, pemilihan Taman Makam Pahlawan Giri Dharmoloyo II Magelang, merupakan instruksi Presiden Prabowo Subianto, Kamis (2/4/2026).

Sebelumnya, keluarga Serka (Anm) Muhammad Nur Ichwan menginginkan jenazah putra terbaiknya dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum desa Deyangan, Kabupaten Mertoyudan. Tujuannya agar lebih mudah jika keluarga berziarah karena letak TPU dekat dengan kediaman keluarga almarhum.
Mendengar hal ini, Presiden Prabowo tidak berkenan. Pemerintah wajib memberikan penghargaan setinggi tingginya kepada Serka (Anm) Muhammad Nur Ichwan yang gugur dalam tugas negara. Dan keluarga yang ditinggalkan juga wajib menerimanya.
Intervensi Presiden Prabowo tidak ditolak pihak keluarga almarhum. Mereka setuju menggeser tempat peristirahatan terakhir Serka (Anm) Nur Ichwan. Dari rencana awalnya adalah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mertoyudan, tapi kini di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Dharmoloyo II Magelang.*** (Priyo PR/Slamet Widodo)

























