Menu

Mode Gelap
Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial

Uncategorized

Neno Warisman Buka Pameran “Betawie Punye Yahye” Karya Yahya TS

badge-check


 Neno Warisman Buka Pameran “Betawie Punye Yahye” Karya Yahya TS Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Perupa Yahya TS kembali menggelar pameran tunggal bertajuk “Betawie Punye Yahye” di Ruang Darmin, Jalan Duren Tiga No. 7e, Kalibata, Jakarta Selatan. Pameran yang dibuka pada Sabtu, 4 April 2026 itu berlangsung hingga 15 April mendatang. Pembukaannya dilakukan oleh Neno Warisman, dengan kurasi Semut Prasidha.

Agenda ini menjadi bagian dari perayaan 40 tahun HIPTA. Organisasi yang kini dipimpin Dedi Yusmen itu menandai empat dekade kiprahnya sebagai ruang temu dan dialog para pelukis di Jakarta.

Dalam pameran ini, Yahya menampilkan 13 karya. Tema yang diangkat berpusat pada identitas dan dinamika budaya Betawi. Ia mengolahnya melalui pendekatan visual yang ekspresif, menghadirkan figur, suasana, serta simbol keseharian dalam tafsir personal.

Pembukaan oleh Neno Warisman memberi penekanan tersendiri pada arah pembacaan pameran. Dalam sambutannya, Neno menyoroti pentingnya seni sebagai medium perawatan identitas. Ia menilai karya-karya Yahya tidak berhenti pada nostalgia, melainkan menghidupkan kembali ingatan kultural dalam konteks kota yang terus berubah.

Menurut Neno, kekuatan pameran ini terletak pada kemampuannya menjembatani masa lalu dan masa kini. Ia melihat ada upaya sadar untuk menjaga memori kolektif Betawi tetap hadir di tengah tekanan modernitas Jakarta. “Ini bukan sekadar lukisan, tetapi cara merawat ingatan bersama,” ujarnya.

Ia juga menilai pendekatan ekspresif Yahya menghadirkan kejujuran visual yang membuat karya-karya tersebut terasa dekat. Dalam pandangannya, kejujuran itu justru menjadi daya tarik utama, terutama bagi generasi muda yang tidak mengalami langsung lanskap Betawi lama.

Sementara itu, kurator Semut Prasidha menyebut karya Yahya sebagai upaya merawat memori sekaligus membangun bahasa visual yang intuitif. Ia menilai setiap kanvas menjadi ruang pertemuan antara nostalgia dan realitas kontemporer.

Pameran ini dibuka untuk umum. Selain sebagai ruang apresiasi, “Betawie Punye Yahye” juga menawarkan refleksi tentang posisi budaya Betawi dalam lanskap seni rupa Indonesia hari ini.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

“Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial

26 Agustus 2026 - 17:14 WIB

7Dunia Seandainya Engkau Tahu Single Raih Ratusan Ribu Views YouTube, Kini Tembus Puluhan Ribu Stream Spotify

26 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Lewat Panggung Seni, Guruh Sukarno Putra Ajak Masyarakat Peduli Anak Penyintas Kanker

25 Agustus 2026 - 13:31 WIB

Sandrinna Michelle Ungkap Serunya Bangun Chemistry di Sinetron *Seindah Masa Remaja

24 Agustus 2026 - 10:55 WIB

FIFGROUP Salurkan 1.200 Paket Sembako bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT

23 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Guruh Sukarno Putra Galang Dana untuk Anak Penyintas Kanker Lewat “Untuk Indonesia”

22 Agustus 2026 - 08:36 WIB

Naga Kemuliaan di Tangan Tanah: Yoyo dan Rika Hidupkan Filosofi Borobudur melalui Lukisan Gerabah

21 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Bumi Atsanti, Ruang Harmoni dan Kearifan Lokal Tumbuh di Tengah Sawah Borobudur

21 Agustus 2026 - 21:27 WIB

Ketua BFLF Dampingi Putri Pariwisata Aceh 2026 Raih Dukungan Forkopimda Lhokseumawe

21 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Di Upacara Peringatan HUT ke 81 Jawa Tengah, Gubernur Ahmad Luthfi Pamer Keberhasilan

20 Agustus 2026 - 15:03 WIB

Trending di Uncategorized