Menu

Mode Gelap
Menyusuri Jejak Chairil di HPN 2026 Kota Depok HPN 2026, Halimah Munawir: Puisi Adalah Nafas Jaman IPC TPK Dukung Pelindo Perkuat Peluang Kerja Sama Internasional Menhub dan Dirut KAI Bobby Takziah ke Rumah Korban, Duka Masih Menyelimuti Pascakecelakaan Bekasi Timur Kartini Bukan Kartono Band Tampil Memukau di Diskusi NGOBRAS 2026 Pemerintah Pastikan Penanganan dan Dukungan Bagi Korban Insiden KA Bekasi Timur

RAGAM

BPS Provinsi Kalbar Rilis Gambaran Terkini Kondisi Ketenagakerjaan

badge-check


 BPS Provinsi Kalbar Rilis Gambaran Terkini Kondisi Ketenagakerjaan Perbesar

Wartatrans.com KALBAR — Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Agustus 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kalimantan Barat tercatat sebesar 4,82 persen.

Angka ini menunjukkan bahwa dari setiap 100 orang angkatan kerja, hampir lima orang di antaranya masih belum memperoleh pekerjaan.

Secara umum, capaian tersebut mencerminkan situasi ketenagakerjaan yang relatif terkendali, namun tetap menyisakan tantangan serius, terutama di wilayah perkotaan.

BPS mencatat, konsentrasi pengangguran masih lebih tinggi di daerah dengan aktivitas ekonomi berbasis jasa, perdagangan, dan industri, yang umumnya terdapat di kota-kota besar.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa dinamika pasar kerja perkotaan masih rentan terhadap fluktuasi ekonomi dan ketidakseimbangan antara ketersediaan lapangan kerja dan jumlah pencari kerja.

Kota Pontianak menempati posisi tertinggi sebagai daerah dengan TPT paling besar di Kalimantan Barat, yakni mencapai 7,91 persen.

Tingginya angka pengangguran di ibu kota provinsi ini mencerminkan besarnya arus masuk pencari kerja dari daerah sekitar, sekaligus ketatnya persaingan di sektor formal.

Di posisi berikutnya terdapat Kota Singkawang dengan TPT 7,42 persen, disusul Kabupaten Kubu Raya sebesar 6,86 persen. Ketiga wilayah ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan pendidikan, sehingga daya tariknya terhadap angkatan kerja juga semakin besar.

Selain itu, Kabupaten Ketapang turut mencatat TPT yang cukup tinggi, yakni 6,75 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa daerah dengan basis ekonomi yang sedang bertransisi—dari sektor primer ke sektor sekunder dan tersier—kerap menghadapi tantangan dalam menyediakan lapangan kerja yang seimbang dengan pertumbuhan angkatan kerja.

Di sisi lain, Kabupaten Sambas dan Mempawah masing-masing mencatat TPT 4,91 persen dan 4,74 persen, mendekati rata-rata provinsi.

Berbeda dengan wilayah perkotaan, sejumlah kabupaten di Kalimantan Barat justru menunjukkan tingkat pengangguran yang relatif rendah. Kabupaten Kapuas Hulu tercatat sebagai daerah dengan TPT terendah, yakni hanya 2,09 persen.

Capaian ini diikuti oleh Kabupaten Sekadau sebesar 2,54 persen, Landak 2,69 persen, Sintang 2,78 persen, serta Melawi 2,94 persen. Rendahnya tingkat pengangguran di daerah-daerah tersebut mengindikasikan adanya daya serap tenaga kerja yang lebih stabil.

BPS menilai, dominasi sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, dan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam menjadi faktor utama yang menopang stabilitas ketenagakerjaan di wilayah tersebut.

Pola kerja di sektor-sektor ini umumnya bersifat padat karya dan mampu menyerap tenaga kerja lokal secara berkelanjutan. Selain itu, keterikatan masyarakat dengan aktivitas ekonomi tradisional turut mengurangi tekanan pengangguran terbuka.

Kabupaten Bengkayang dan Kayong Utara juga mencatat TPT yang relatif rendah, masing-masing sebesar 2,95 persen dan 3,77 persen. Sementara itu, Kabupaten Sanggau berada pada angka 3,89 persen.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah pedesaan di Kalimantan Barat masih memiliki ketahanan pasar kerja yang cukup baik, meskipun tantangan peningkatan kualitas pekerjaan dan produktivitas tetap menjadi pekerjaan rumah.

Secara rinci, TPT kabupaten/kota di Kalimantan Barat tahun 2025 adalah sebagai berikut:

Kabupaten Sambas 4,91 persen, Bengkayang 2,95 persen, Landak 2,69 persen, Mempawah 4,74 persen, Sanggau 3,89 persen, Ketapang 6,75 persen, Sintang 2,78 persen, Kapuas Hulu 2,09 persen, Sekadau 2,54 persen, Melawi 2,94 persen, Kayong Utara 3,77 persen, Kubu Raya 6,86 persen, Kota Pontianak 7,91 persen, dan Kota Singkawang 7,42 persen.

BPS menegaskan bahwa data ini bersumber dari SAKERNAS Agustus 2025 yang menggunakan penimbang hasil proyeksi penduduk berdasarkan SUPAS 2015.

Dengan metodologi tersebut, angka TPT diharapkan mampu memberikan gambaran yang akurat mengenai kondisi pasar kerja di Kalimantan Barat.

Ke depan, hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih tepat sasaran.

Penguatan sektor-sektor produktif di perkotaan, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi daerah dinilai menjadi langkah penting untuk menekan angka pengangguran dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di Kalimantan Barat.***

DWIGYDZIGY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

IPC TPK Dukung Pelindo Perkuat Peluang Kerja Sama Internasional

29 April 2026 - 22:03 WIB

May Day 2026: DPC KSPSI Gowa “Ketuk Pintu” Kekuasaan, Bupati Respons Nasib Buruh

29 April 2026 - 16:05 WIB

FIFGROUP Kukuhkan 37 Guru Terbaik SMK se-Indonesia sebagai Duta Literasi Keuangan 

29 April 2026 - 11:41 WIB

Prabowo ke Banyumas, Helikopter Kepresidenan Memporak Porandakan Lapak Pedagang

29 April 2026 - 04:34 WIB

Tomi Hermawan: Radio Harus Jadi Kurator dan Sahabat Pendengar

28 April 2026 - 19:50 WIB

Perpustakaan Sekolah di Banda Aceh Bergeliat, Buku Bermutu Diserbu Murid

28 April 2026 - 14:28 WIB

Kolaborasi Bahasa di Serambi Mekkah

28 April 2026 - 13:19 WIB

Presiden Prabowo dan Menhub Dudy Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di RSUD Kota Bekasi

28 April 2026 - 11:28 WIB

Pinisepuh Sunda Halimah Munawir Sampaikan Ucapan Selamat atas Penugasan Negara Dewan Pakar MMS

28 April 2026 - 08:09 WIB

IKATISA31 Gelar Halal Bihalal di Artotel Curated Jakarta, Pererat Silaturahmi Alumni

28 April 2026 - 01:09 WIB

Trending di RAGAM