Menu

Mode Gelap
ASDP Tunda Pengalihan Lintasan Siwa–Kolaka, Tetap Jaga Kelancaran Layanan Operasional Elektrifikasi Lintas Rangkasbitung-Merak Perkuat Layanan KRL dan Kapasitas Angkut KAI Catat Lonjakan Penumpang KRL Lintas Rangkasbitung, Tembus 77 Juta pada 2025 Pemkot Semarang Tidak Melaksanakan WFH, Wamendagri Perintahkan untuk Memviralkan The Meru Sanur Sabet Penghargaan Best New Hotel Indonesia 2026 Dirut InJourney Airports Terpilih jadi Anggota Dewan ACI Asia Pasifik dan Timur Tengah

NASIONAL

Bangkai Gajah Sumatera Ditemukan Tertimbun Kayu dan Lumpur di Pidie Jaya

badge-check


 Bangkai Gajah Sumatera Ditemukan Tertimbun Kayu dan Lumpur di Pidie Jaya Perbesar

Wartatrans.com, ACEH — Warga Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, Aceh, dikejutkan oleh penemuan bangkai seekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) pada Sabtu (29/11). Bangkai hewan dilindungi tersebut ditemukan dalam kondisi tertimbun material kayu, lumpur, dan sisa-sisa banjir di kawasan dekat permukiman warga.

Penemuan itu terjadi saat warga melakukan pengecekan kondisi lingkungan pascabanjir besar yang melanda wilayah tersebut. Gajah tersebut ditemukan tidak jauh dari aliran Sungai Meureudu, tepatnya di area yang sebelumnya terimbas arus deras dan membawa banyak material dari hulu.

Menurut keterangan warga, kemunculan gajah di area itu merupakan hal yang sangat tidak biasa. Selama ini, gajah liar jarang terlihat mendekati permukiman karena habitatnya berada jauh di pedalaman hutan.

“Kami sangat terkejut. Tidak pernah ada gajah muncul di kampung ini. Sepertinya gajah itu hanyut dari hutan saat banjir,” ujar seorang warga Meunasah Lhok yang ikut melihat lokasi kejadian.

Petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama aparat setempat yang turun ke lokasi menduga gajah tersebut terbawa banjir besar pada Selasa (25/11), setelah Sungai Meureudu meluap akibat curah hujan ekstrem. Arus kuat dan longsoran material dari hulu diduga membuat hewan besar itu terseret hingga ke area yang berjarak beberapa kilometer dari habitat alaminya.

Tim gabungan kini masih melakukan identifikasi lebih lanjut terkait penyebab pasti kematian, umur gajah, serta dugaan apakah ada luka akibat benturan selama terbawa arus. Proses evakuasi bangkai gajah juga sedang disiapkan, mengingat ukurannya yang besar dan kondisi medan yang sulit.

BKSDA mengimbau warga agar tetap waspada dan segera melapor bila menemukan satwa liar lain yang terdampak banjir. Selain itu, petugas juga melakukan pemantauan di kawasan hutan sekitar untuk memastikan tidak ada kelompok gajah lain yang tersesat atau membutuhkan penanganan darurat.

Peristiwa ini menambah daftar panjang dampak ekologis dari bencana banjir di wilayah Aceh, terutama terhadap satwa liar yang habitatnya berada di kawasan rawan longsor dan aliran sungai besar.*** (Nyaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkot Semarang Tidak Melaksanakan WFH, Wamendagri Perintahkan untuk Memviralkan

12 April 2026 - 13:57 WIB

Semangat Kartini Di Cijeruk Bersama Halimah Munawir

11 April 2026 - 14:18 WIB

Kecelakaan Berulang di Silayur, Wali Kota Semarang Menyalahkan Tata Ruang dan Ujungnya Pengadaan Proyek

11 April 2026 - 12:28 WIB

Pelukis “Garis Liris” Titis Djabarudin Berpulang, Dunia Seni Kehilangan Sosok Puitik

11 April 2026 - 00:06 WIB

Pidie Jaya Kembali Terendam, Jalan Nasional Lumpuh

10 April 2026 - 20:38 WIB

Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pascalebaran Lebih Terkendali

10 April 2026 - 13:07 WIB

Perkuat Ekosistem Logistik Nasional, Pelindo Dukung Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat

10 April 2026 - 12:58 WIB

Begini Skema Kebijakan Penerapan WFH bagi ASN Kemenhub

10 April 2026 - 08:52 WIB

Scoot Perluas Jangkauan di Indonesia, Buka Rute Baru ke Belitung dan Pontianak

10 April 2026 - 06:50 WIB

Presiden Prabowo Mengaku Tengah Membentuk Perusahaan Sedan Listrik 

9 April 2026 - 18:04 WIB

Trending di JALUR