Menu

Mode Gelap
Kemenhaj Buka Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi 2027 Mualeem Buka Suara: Rotasi Sekda Disebut sebagai Langkah Penyegaran Pemerintahan Aceh Dipimpin Wahyoe Winarto, DPC Partai Demokrat Semarang Sukses Adakan Lomba Kerakyatan FIFGROUP Salurkan 1.200 Paket Sembako bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT Semarak Kemerdekaan di Duta Mekar Asri, Warga RW 18 Cileungsi Tunjukkan Kekompakan Lewat Senam dan Karnaval Dalam Rangka Memperingati Perayaan 17 Agustus, KEMALA Jabodetabek Ziarah ke Makam Tjut Nyak Dien

NASIONAL

Bangkai Gajah Sumatera Ditemukan Tertimbun Kayu dan Lumpur di Pidie Jaya

badge-check


 Bangkai Gajah Sumatera Ditemukan Tertimbun Kayu dan Lumpur di Pidie Jaya Perbesar

Wartatrans.com, ACEH — Warga Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, Aceh, dikejutkan oleh penemuan bangkai seekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) pada Sabtu (29/11). Bangkai hewan dilindungi tersebut ditemukan dalam kondisi tertimbun material kayu, lumpur, dan sisa-sisa banjir di kawasan dekat permukiman warga.

Penemuan itu terjadi saat warga melakukan pengecekan kondisi lingkungan pascabanjir besar yang melanda wilayah tersebut. Gajah tersebut ditemukan tidak jauh dari aliran Sungai Meureudu, tepatnya di area yang sebelumnya terimbas arus deras dan membawa banyak material dari hulu.

Menurut keterangan warga, kemunculan gajah di area itu merupakan hal yang sangat tidak biasa. Selama ini, gajah liar jarang terlihat mendekati permukiman karena habitatnya berada jauh di pedalaman hutan.

“Kami sangat terkejut. Tidak pernah ada gajah muncul di kampung ini. Sepertinya gajah itu hanyut dari hutan saat banjir,” ujar seorang warga Meunasah Lhok yang ikut melihat lokasi kejadian.

Petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama aparat setempat yang turun ke lokasi menduga gajah tersebut terbawa banjir besar pada Selasa (25/11), setelah Sungai Meureudu meluap akibat curah hujan ekstrem. Arus kuat dan longsoran material dari hulu diduga membuat hewan besar itu terseret hingga ke area yang berjarak beberapa kilometer dari habitat alaminya.

Tim gabungan kini masih melakukan identifikasi lebih lanjut terkait penyebab pasti kematian, umur gajah, serta dugaan apakah ada luka akibat benturan selama terbawa arus. Proses evakuasi bangkai gajah juga sedang disiapkan, mengingat ukurannya yang besar dan kondisi medan yang sulit.

BKSDA mengimbau warga agar tetap waspada dan segera melapor bila menemukan satwa liar lain yang terdampak banjir. Selain itu, petugas juga melakukan pemantauan di kawasan hutan sekitar untuk memastikan tidak ada kelompok gajah lain yang tersesat atau membutuhkan penanganan darurat.

Peristiwa ini menambah daftar panjang dampak ekologis dari bencana banjir di wilayah Aceh, terutama terhadap satwa liar yang habitatnya berada di kawasan rawan longsor dan aliran sungai besar.*** (Nyaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kemenhaj Buka Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi 2027

23 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Mualeem Buka Suara: Rotasi Sekda Disebut sebagai Langkah Penyegaran Pemerintahan Aceh

23 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Dipimpin Wahyoe Winarto, DPC Partai Demokrat Semarang Sukses Adakan Lomba Kerakyatan

23 Agustus 2026 - 17:38 WIB

FIFGROUP Salurkan 1.200 Paket Sembako bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT

23 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Semarak Kemerdekaan di Duta Mekar Asri, Warga RW 18 Cileungsi Tunjukkan Kekompakan Lewat Senam dan Karnaval

23 Agustus 2026 - 15:50 WIB

Dalam Rangka Memperingati Perayaan 17 Agustus, KEMALA Jabodetabek Ziarah ke Makam Tjut Nyak Dien

23 Agustus 2026 - 14:49 WIB

M. Nasir Berakhir di Kursi Sekda Aceh, Keppres Prabowo Membuka Babak Baru Pemerintahan Aceh

23 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Catatan Halimah Munawir: 81 Tahun HUT RI, Jakarta Ramai, Hidup, dan Tetap Aman

23 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Pemuda Gampong Babah Rot Sukses Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Beragam Perlombaan

23 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Bantuan Perbaikan Rumah Rp30 Juta bagi Korban Gempa NTT

23 Agustus 2026 - 08:03 WIB

Trending di NASIONAL