Menu

Mode Gelap
InJourney Airports Kebut Transformasi Bandara Soekarno-Hatta Menuju 10 Besar Dunia 2029 Pelabuhan Patimban Mulai Layani Rute Peti Kemas Internasional ke Malaysia Anwar Aras: Gen Z Harus Kuasai Media Digital untuk Menebar Dakwah Perang Apparel Piala Dunia 2026: Hegemoni, Inovasi, dan Cuan Raksasa di Panggung 11 Miliar Dolar Paradoks Sampah: Swedia Sudah Impor Limbah, RI Kebakaran TPA Hingga 10 Hari Rp80 Triliun Subsidi Mobil Listrik, Industri Untung Rakyat Tetap Naik Motor

NASIONAL

Bangkai Gajah Sumatera Ditemukan Tertimbun Kayu dan Lumpur di Pidie Jaya

badge-check


 Bangkai Gajah Sumatera Ditemukan Tertimbun Kayu dan Lumpur di Pidie Jaya Perbesar

Wartatrans.com, ACEH — Warga Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, Aceh, dikejutkan oleh penemuan bangkai seekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) pada Sabtu (29/11). Bangkai hewan dilindungi tersebut ditemukan dalam kondisi tertimbun material kayu, lumpur, dan sisa-sisa banjir di kawasan dekat permukiman warga.

Penemuan itu terjadi saat warga melakukan pengecekan kondisi lingkungan pascabanjir besar yang melanda wilayah tersebut. Gajah tersebut ditemukan tidak jauh dari aliran Sungai Meureudu, tepatnya di area yang sebelumnya terimbas arus deras dan membawa banyak material dari hulu.

Menurut keterangan warga, kemunculan gajah di area itu merupakan hal yang sangat tidak biasa. Selama ini, gajah liar jarang terlihat mendekati permukiman karena habitatnya berada jauh di pedalaman hutan.

“Kami sangat terkejut. Tidak pernah ada gajah muncul di kampung ini. Sepertinya gajah itu hanyut dari hutan saat banjir,” ujar seorang warga Meunasah Lhok yang ikut melihat lokasi kejadian.

Petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama aparat setempat yang turun ke lokasi menduga gajah tersebut terbawa banjir besar pada Selasa (25/11), setelah Sungai Meureudu meluap akibat curah hujan ekstrem. Arus kuat dan longsoran material dari hulu diduga membuat hewan besar itu terseret hingga ke area yang berjarak beberapa kilometer dari habitat alaminya.

Tim gabungan kini masih melakukan identifikasi lebih lanjut terkait penyebab pasti kematian, umur gajah, serta dugaan apakah ada luka akibat benturan selama terbawa arus. Proses evakuasi bangkai gajah juga sedang disiapkan, mengingat ukurannya yang besar dan kondisi medan yang sulit.

BKSDA mengimbau warga agar tetap waspada dan segera melapor bila menemukan satwa liar lain yang terdampak banjir. Selain itu, petugas juga melakukan pemantauan di kawasan hutan sekitar untuk memastikan tidak ada kelompok gajah lain yang tersesat atau membutuhkan penanganan darurat.

Peristiwa ini menambah daftar panjang dampak ekologis dari bencana banjir di wilayah Aceh, terutama terhadap satwa liar yang habitatnya berada di kawasan rawan longsor dan aliran sungai besar.*** (Nyaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Paradoks Sampah: Swedia Sudah Impor Limbah, RI Kebakaran TPA Hingga 10 Hari

12 Juli 2026 - 15:12 WIB

Normalisasi Ciliwung Telan Anggaran Rp300 M: 1 RT Pasti Hilang, Banjir Belum Tentu 

12 Juli 2026 - 15:05 WIB

390 Ton Logam Tanah Jarang Bocor, Hilirisasi Indonesia Sangat Dipertanyakan

12 Juli 2026 - 15:01 WIB

IPC TPK Rayakan 13 Tahun dengan Semangat ESG, Hadirkan Pertumbuhan yang Berdampak Positif

12 Juli 2026 - 07:11 WIB

Akhirnya, Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus

11 Juli 2026 - 07:53 WIB

Jum’at Berkah Aceh Bangun Ukhuwah Lewat Segelas Kopi dan Sepotong Kue di Masjid tansaran 

10 Juli 2026 - 20:37 WIB

Nobar Perempatfinal Hingga Final Piala Dunia 2026 Dihadirkan InJourney Airports di 7 Bandara

10 Juli 2026 - 18:55 WIB

Febrie Setelah Digeledah Tegaskan Tidak Mundur, Penanganan Kasus Asabri hingga MBG Tetap Berjalan

10 Juli 2026 - 18:07 WIB

Omah Jangan Diam Terus, Resto di Depok yang Menyajikan Kelezatan, Perjalanan, dan Nilai Kemanusiaan

10 Juli 2026 - 17:05 WIB

Pelita Air Hadirkan Senandung Musikal Maliq & D’Essentials di Penerbangan

10 Juli 2026 - 15:42 WIB

Trending di EKOBIS