Menu

Mode Gelap
PNM Kenalkan Model Pembiayaan Syariah Berbasis Kepercayaan di Hadapan Negara-Negara D-8 Nina Nugroho Bergabung dengan IKAC, Wujud Pengabdian untuk Kampung Halaman Jum’at Berkah Aceh Bangun Ukhuwah Lewat Segelas Kopi dan Sepotong Kue di Masjid tansaran  Dirut PTPN I: Transformasi Harus Lebih Progresif! Nobar Perempatfinal Hingga Final Piala Dunia 2026 Dihadirkan InJourney Airports di 7 Bandara Kemenhub Sabet Penghargaan Indonesia Public Sector Initiative of the Year Transportation

RAGAM

Beringin Batutulis: Saksi Seribu Tahun Sejarah Dayeuh Pakuan

badge-check


 Beringin Batutulis: Saksi Seribu Tahun Sejarah Dayeuh Pakuan Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Ilustrasi dalam tulisan ini menampilkan sebuah pohon beringin raksasa yang pernah berdiri megah di kawasan Batutulis, Bogor. Pohon tersebut bukan sekadar penanda alam, melainkan saksi hidup perjalanan panjang sejarah Sunda. Keberadaannya tercatat dalam Rumphia, Vol. II, karya Karel Lodewijk Blume—seorang ahli botani sekaligus wakil direktur Kebun Botani Bogor pada periode 1823–1826.

Dalam catatannya, Blume memperkirakan usia pohon beringin ini telah mencapai sekitar 1.000 tahun. Sebuah usia yang menakjubkan, bahkan luar biasa, untuk sebuah makhluk hidup yang berakar di tengah denyut peradaban manusia.

Catatan tentang beringin Batutulis sebenarnya jauh lebih tua. Arsip VOC menyebutkan bahwa pada tahun 1690, Winkler melaporkan keberadaan tujuh pohon beringin di sekitar kawasan Batutulis. Sebelas tahun kemudian, Ram dan Coops (1701) mencatat bahwa masih tersisa dua pohon beringin besar di sekitar reruntuhan parit dan benteng di lokasi yang sama. Dari tujuh menjadi dua, lalu tinggal satu—waktu perlahan menggerus keberadaan mereka.

Kesaksian para penjelajah Eropa ini seakan menggemakan memori yang lebih purba. Dalam naskah perjalanan Bujangga Manik, yang ditulis beberapa abad sebelumnya, disebutkan sebuah tempat bernama Pakeun Caringin. Secara harfiah, nama itu berarti “perkampungan beringin”, menandakan bahwa kawasan ini sejak lama memang lekat dengan keberadaan pohon-pohon raksasa tersebut.

Jika benar saat digambar oleh ilustrator Blume pohon itu telah berusia sekitar seribu tahun, maka besar kemungkinan ia mulai ditanam pada abad ke-9. Masa itu bertepatan dengan awal berdirinya Dayeuh Pakuan, pada zaman Tarusbawa atau generasi penerusnya. Artinya, pohon beringin ini tumbuh seiring tumbuhnya sebuah pusat peradaban.

Di bawah naungan daunnya, sejarah Sunda berdenyut. Ia menyaksikan kelahiran Dayeuh Pakuan, kejayaannya sebagai pusat politik dan budaya, hingga akhirnya kejatuhannya. Di sekitarnya, purbatisti dan purbajati keraton tersebar, tradisi tutur diwariskan, dan literasi kesundaan berkembang dari generasi ke generasi.

Namun, pohon-pohon tua itu juga menjadi saksi bisu sebuah pralaya besar. Pada paruh kedua abad ke-16, Dayeuh Pakuan runtuh. Seolah ikut meratapi kehancuran patron peradabannya, dalam waktu kurang dari 250 tahun, satu per satu beringin raksasa itu tumbang. Hingga akhirnya, hanya satu yang tersisa—itulah yang kemudian digambar oleh Blume.

Kini, bahkan yang terakhir itu pun telah lenyap. Tak ada lagi beringin raksasa di Batutulis. Yang tersisa hanyalah catatan, ilustrasi, dan ingatan kolektif tentang sebuah pohon yang pernah menjadi penghubung lintas abad—antara alam, manusia, dan sejarah.*** (PG/BS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jum’at Berkah Aceh Bangun Ukhuwah Lewat Segelas Kopi dan Sepotong Kue di Masjid tansaran 

10 Juli 2026 - 20:37 WIB

Nobar Perempatfinal Hingga Final Piala Dunia 2026 Dihadirkan InJourney Airports di 7 Bandara

10 Juli 2026 - 18:55 WIB

Omah Jangan Diam Terus, Resto di Depok yang Menyajikan Kelezatan, Perjalanan, dan Nilai Kemanusiaan

10 Juli 2026 - 17:05 WIB

Pelita Air Hadirkan Senandung Musikal Maliq & D’Essentials di Penerbangan

10 Juli 2026 - 15:42 WIB

Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun

10 Juli 2026 - 09:27 WIB

Sengkarut 4 Blok Lahan Kosong Negara di Kemayoran: Ketegasan Negara Menghilang?

10 Juli 2026 - 09:11 WIB

Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta

10 Juli 2026 - 04:10 WIB

Sabet Penghargaan, Model 3R mGanik Jadi Terobosan Kebuntuan Diabetes Tipe 2

10 Juli 2026 - 04:05 WIB

TEMUAN BPK: Defisit Keuangan Membengkak, Transparansi Perjalanan Dinas Pemko Subulussalam Dipertanyakan

10 Juli 2026 - 03:56 WIB

Tindak Lanjut MoU, Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah dan PT Bio Energy Rimba Perkuat Pendampingan Petani

10 Juli 2026 - 03:44 WIB

Trending di RAGAM