Menu

Mode Gelap
Eks Bassist Zivilia Gabung The Orion, Formasi Baru Siap Tancap Gas dengan Tiga Single Bupati Banggai Mangkir Lagi, PTUN Palu Siapkan Tahapan Eksekusi 6 Kades KGP Menyusuri Pelosok Gayo, dari Pipa Air hingga Seragam Pramuka Pelaku Usaha Makin Selektif Pilih Mal MK Pulihkan Aturan Anti-Evergreening, Batasi Celah Perpanjangan Paten Obat Stasiun Karet Ditutup Mulai 1 September, Penumpang KRL Dialihkan ke BNI City

RAGAM

Beringin Batutulis: Saksi Seribu Tahun Sejarah Dayeuh Pakuan

badge-check


 Beringin Batutulis: Saksi Seribu Tahun Sejarah Dayeuh Pakuan Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Ilustrasi dalam tulisan ini menampilkan sebuah pohon beringin raksasa yang pernah berdiri megah di kawasan Batutulis, Bogor. Pohon tersebut bukan sekadar penanda alam, melainkan saksi hidup perjalanan panjang sejarah Sunda. Keberadaannya tercatat dalam Rumphia, Vol. II, karya Karel Lodewijk Blume—seorang ahli botani sekaligus wakil direktur Kebun Botani Bogor pada periode 1823–1826.

Dalam catatannya, Blume memperkirakan usia pohon beringin ini telah mencapai sekitar 1.000 tahun. Sebuah usia yang menakjubkan, bahkan luar biasa, untuk sebuah makhluk hidup yang berakar di tengah denyut peradaban manusia.

Catatan tentang beringin Batutulis sebenarnya jauh lebih tua. Arsip VOC menyebutkan bahwa pada tahun 1690, Winkler melaporkan keberadaan tujuh pohon beringin di sekitar kawasan Batutulis. Sebelas tahun kemudian, Ram dan Coops (1701) mencatat bahwa masih tersisa dua pohon beringin besar di sekitar reruntuhan parit dan benteng di lokasi yang sama. Dari tujuh menjadi dua, lalu tinggal satu—waktu perlahan menggerus keberadaan mereka.

Kesaksian para penjelajah Eropa ini seakan menggemakan memori yang lebih purba. Dalam naskah perjalanan Bujangga Manik, yang ditulis beberapa abad sebelumnya, disebutkan sebuah tempat bernama Pakeun Caringin. Secara harfiah, nama itu berarti “perkampungan beringin”, menandakan bahwa kawasan ini sejak lama memang lekat dengan keberadaan pohon-pohon raksasa tersebut.

Jika benar saat digambar oleh ilustrator Blume pohon itu telah berusia sekitar seribu tahun, maka besar kemungkinan ia mulai ditanam pada abad ke-9. Masa itu bertepatan dengan awal berdirinya Dayeuh Pakuan, pada zaman Tarusbawa atau generasi penerusnya. Artinya, pohon beringin ini tumbuh seiring tumbuhnya sebuah pusat peradaban.

Di bawah naungan daunnya, sejarah Sunda berdenyut. Ia menyaksikan kelahiran Dayeuh Pakuan, kejayaannya sebagai pusat politik dan budaya, hingga akhirnya kejatuhannya. Di sekitarnya, purbatisti dan purbajati keraton tersebar, tradisi tutur diwariskan, dan literasi kesundaan berkembang dari generasi ke generasi.

Namun, pohon-pohon tua itu juga menjadi saksi bisu sebuah pralaya besar. Pada paruh kedua abad ke-16, Dayeuh Pakuan runtuh. Seolah ikut meratapi kehancuran patron peradabannya, dalam waktu kurang dari 250 tahun, satu per satu beringin raksasa itu tumbang. Hingga akhirnya, hanya satu yang tersisa—itulah yang kemudian digambar oleh Blume.

Kini, bahkan yang terakhir itu pun telah lenyap. Tak ada lagi beringin raksasa di Batutulis. Yang tersisa hanyalah catatan, ilustrasi, dan ingatan kolektif tentang sebuah pohon yang pernah menjadi penghubung lintas abad—antara alam, manusia, dan sejarah.*** (PG/BS)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bupati Banggai Mangkir Lagi, PTUN Palu Siapkan Tahapan Eksekusi 6 Kades

1 September 2026 - 09:26 WIB

KGP Menyusuri Pelosok Gayo, dari Pipa Air hingga Seragam Pramuka

1 September 2026 - 09:05 WIB

TPK Koja Pastikan Kelancaran Operasional dan Pelayanan Terminal Tetap Terjaga

31 Agustus 2026 - 21:27 WIB

13 Hari Hilang di Laut, Awak KM El Malika Ditemukan Selamat di Palau

31 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Pelindo, KSOP, dan Pelni Kolaborasi Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di NTT

31 Agustus 2026 - 17:48 WIB

FIFGROUP Raih Indonesia Best Multifinance Awards 2026

31 Agustus 2026 - 17:41 WIB

Pelindo Regional 2 Bersama BNN Jakarta Utara Dorong Pelajar SMAN 80 Jakarta Jadi Generasi Bersih Narkoba

31 Agustus 2026 - 17:37 WIB

Uji Coba Optimalisasi EAZI di TPK Berlian Berhasil Pangkas Waktu Pergantian Kapal Menjadi 29 Menit

31 Agustus 2026 - 17:31 WIB

Gandeng Berbagai Pihak, PSM Dorong Pemulihan dan Kebangkitan Pascabencana NTT

31 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Program IPCC GEMBIRA Beri Dampak Nyata, IPCC Raih InvestorTrust CSR Awards 2026

31 Agustus 2026 - 10:24 WIB

Trending di NASIONAL