Menu ✖

Mode Gelap
Hamdi Afkar Hadirkan Keindahan Alam Aceh dalam Kanvas di Pameran Internasional USK Thomas Oentoro jadi Dirut Garuda Indonesia, ini Profilnya KKP Luncurkan Aturan Pengelolaan Alat Tangkap Tertinggal, Hilang, dan Rusak Krishna Sakti Buktikan Talenta Anak Indonesia, Rilis Dua Single dengan Dua Wajah Berbeda PELNI Salurkan Ribuan Life Jacket, Perkuat Kespel Masyarakat Pesisir Perlintasan Tak Dijaga Dominasi Kecelakaan, KAI Perkuat Keselamatan

RAGAM

Beutong Ateuh Kembali Disorot, Izin Tambang Baru Picu Kekhawatiran di Kawasan Terdampak Banjir Bandang

badge-check


 Beutong Ateuh Kembali Disorot, Izin Tambang Baru Picu Kekhawatiran di Kawasan Terdampak Banjir Bandang Perbesar

Wartatrans.com, NAGAN RAYA– Beutong Ateuh di Kabupaten Nagan Raya kembali menjadi perhatian publik setelah munculnya izin tambang baru di kawasan yang sebelumnya terdampak banjir bandang pada tahun 2025. Kebijakan tersebut memicu perdebatan di tengah masyarakat, akademisi, dan pemerhati lingkungan mengenai arah pembangunan serta masa depan kawasan penyangga Ekosistem Leuser.

Dalam sebuah kajian yang dipublikasikan oleh Universitas Gadjah Mada, persoalan ini tidak hanya dipandang sebagai isu lingkungan semata, tetapi juga dianalisis melalui berbagai pendekatan ilmu sosial, seperti Teori Konflik, Risk Society, Ekologi Politik, hingga Regulatory Capture.

Kajian tersebut menyoroti adanya potensi benturan kepentingan antara aktivitas industri ekstraktif dan ruang hidup masyarakat lokal yang selama ini bergantung pada keberadaan hutan untuk menjaga sumber air, mata pencaharian, serta keseimbangan lingkungan. Kawasan Beutong Ateuh sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki keterkaitan ekologis dengan Ekosistem Leuser, yang merupakan habitat penting berbagai satwa liar dan sumber kehidupan bagi masyarakat di sekitarnya.

Sejumlah pihak menilai bahwa pemberian izin tambang di wilayah yang baru saja mengalami bencana hidrometeorologi berpotensi menimbulkan risiko ekologis baru.

Kekhawatiran tersebut mencakup kemungkinan meningkatnya kerusakan tutupan hutan, terganggunya daerah tangkapan air, hingga ancaman bencana yang dapat berdampak langsung terhadap masyarakat setempat.

Dalam perspektif Risk Society atau masyarakat berisiko, pembangunan yang tidak memperhitungkan daya dukung lingkungan dinilai dapat menghasilkan ancaman baru yang dampaknya justru dirasakan oleh warga lokal.

Sementara itu, pendekatan Ekologi Politik melihat persoalan ini sebagai perebutan akses dan kontrol atas sumber daya alam antara berbagai kelompok kepentingan.

Perdebatan mengenai izin tambang di Beutong Ateuh juga memunculkan tuntutan agar pemerintah mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, serta melibatkan masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam.

Di tengah upaya pemulihan pasca banjir bandang 2025, berbagai kalangan berharap kebijakan pembangunan di Aceh dapat berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan keselamatan masyarakat, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan keberlanjutan ekosistem yang menjadi penopang kehidupan warga.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Politikus PSI Dian Sandi: Putusan MK Bukti Negara Tidak Dikelola Amatiran

8 Oktober 2026 - 15:36 WIB

HUT ke-79 Korpasgat, Donor Darah Serentak Digelar di Lhokseumawe

8 Oktober 2026 - 15:31 WIB

H. Fikri Hudi Oktiarwan Dorong Pengelolaan Sampah Jawa Barat Tuntas dari Hulu Hingga Hilir

8 Oktober 2026 - 10:59 WIB

WASPADA ! Udara di Kaimana, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama Masuk Kategori BERBAHAYA pada 9 Oktober 2026

8 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Di Tengah Kekeringan Hampir Empat Bulan, PUPR2KP  Alirkan Air Bersih ke Kampung Lusiferi

8 Oktober 2026 - 10:41 WIB

PERADI: Kantor Hukum Tidak Boleh Menjadi Sarana Menampung atau Menyamarkan Dana Hasil Kejahatan

8 Oktober 2026 - 10:36 WIB

Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Serap 1.102 Tenaga Kerja

8 Oktober 2026 - 00:22 WIB

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

7 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Alhamdulillah, Biaya yang Ditanggung Jemaah Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta

7 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Trending di NASIONAL