Menu

Mode Gelap
Patroli Cipta Kondisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok Antisipasi Gangguan Kamtibmas IPCC Tebar Manfaat Qurban 2026, Perkuat Kepedulian Sosial dan Komitmen Keberlanjutan PJBW Pekan ke-77 Gandeng BudayantaraTV, Salurkan Ratusan Paket Makanan bagi Warga Membutuhkan Beutong Ateuh Kembali Disorot, Izin Tambang Baru Picu Kekhawatiran di Kawasan Terdampak Banjir Bandang Tak Hanya Berbagi Hewan Kurban, IDSurvey Perkuat Standar Sertifikasi Halal Tempat Potong Hewan dan Unggas Hari Keempat Libur Panjang, Penjualan Tiket KA Divre III Palembang Tembus 139 Persen

RAGAM

Beutong Ateuh Kembali Disorot, Izin Tambang Baru Picu Kekhawatiran di Kawasan Terdampak Banjir Bandang

badge-check


 Beutong Ateuh Kembali Disorot, Izin Tambang Baru Picu Kekhawatiran di Kawasan Terdampak Banjir Bandang Perbesar

Wartatrans.com, NAGAN RAYA– Beutong Ateuh di Kabupaten Nagan Raya kembali menjadi perhatian publik setelah munculnya izin tambang baru di kawasan yang sebelumnya terdampak banjir bandang pada tahun 2025. Kebijakan tersebut memicu perdebatan di tengah masyarakat, akademisi, dan pemerhati lingkungan mengenai arah pembangunan serta masa depan kawasan penyangga Ekosistem Leuser.

Dalam sebuah kajian yang dipublikasikan oleh Universitas Gadjah Mada, persoalan ini tidak hanya dipandang sebagai isu lingkungan semata, tetapi juga dianalisis melalui berbagai pendekatan ilmu sosial, seperti Teori Konflik, Risk Society, Ekologi Politik, hingga Regulatory Capture.

Kajian tersebut menyoroti adanya potensi benturan kepentingan antara aktivitas industri ekstraktif dan ruang hidup masyarakat lokal yang selama ini bergantung pada keberadaan hutan untuk menjaga sumber air, mata pencaharian, serta keseimbangan lingkungan. Kawasan Beutong Ateuh sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki keterkaitan ekologis dengan Ekosistem Leuser, yang merupakan habitat penting berbagai satwa liar dan sumber kehidupan bagi masyarakat di sekitarnya.

Sejumlah pihak menilai bahwa pemberian izin tambang di wilayah yang baru saja mengalami bencana hidrometeorologi berpotensi menimbulkan risiko ekologis baru.

Kekhawatiran tersebut mencakup kemungkinan meningkatnya kerusakan tutupan hutan, terganggunya daerah tangkapan air, hingga ancaman bencana yang dapat berdampak langsung terhadap masyarakat setempat.

Dalam perspektif Risk Society atau masyarakat berisiko, pembangunan yang tidak memperhitungkan daya dukung lingkungan dinilai dapat menghasilkan ancaman baru yang dampaknya justru dirasakan oleh warga lokal.

Sementara itu, pendekatan Ekologi Politik melihat persoalan ini sebagai perebutan akses dan kontrol atas sumber daya alam antara berbagai kelompok kepentingan.

Perdebatan mengenai izin tambang di Beutong Ateuh juga memunculkan tuntutan agar pemerintah mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, serta melibatkan masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam.

Di tengah upaya pemulihan pasca banjir bandang 2025, berbagai kalangan berharap kebijakan pembangunan di Aceh dapat berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan keselamatan masyarakat, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan keberlanjutan ekosistem yang menjadi penopang kehidupan warga.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

IPCC Tebar Manfaat Qurban 2026, Perkuat Kepedulian Sosial dan Komitmen Keberlanjutan

30 Mei 2026 - 17:29 WIB

PJBW Pekan ke-77 Gandeng BudayantaraTV, Salurkan Ratusan Paket Makanan bagi Warga Membutuhkan

30 Mei 2026 - 13:51 WIB

Tak Hanya Berbagi Hewan Kurban, IDSurvey Perkuat Standar Sertifikasi Halal Tempat Potong Hewan dan Unggas

30 Mei 2026 - 11:07 WIB

Semangat Kebangkitan Bangsa Dalam Sastra Indonesia Kini

30 Mei 2026 - 05:36 WIB

Catatan Iwan Piliang: Menjaga Persahabatan dan Silaturahmi Lama, Bertemu Demer di Kerobokan Bali

30 Mei 2026 - 05:23 WIB

Erick Dharma Hadiri Qurban Bersama LMK ARDI dan LMK RAI, Pererat Solidaritas Insan Dangdut Indonesia

29 Mei 2026 - 22:18 WIB

Perkuat Perdagangan Intra-Asia, IPC TPK Layani Perdana Service SCJX X-Press Feeders

29 Mei 2026 - 20:38 WIB

HIS Raih TOP CSR Awards 2026, Perkuat Komitmen ESG Berkelanjutan

29 Mei 2026 - 19:42 WIB

Arus Ekspor Dongkrak Kinerja IPCC, Tumbuh Solid 16,01 Persen di Awal Kuartal II

29 Mei 2026 - 17:48 WIB

Silaturahmi Kemanusiaan, Bunda Salma Terima Founder BFLF Indonesia dan Berikan Motivasi bagi Relawan

29 Mei 2026 - 13:21 WIB

Trending di RAGAM