Menu

Mode Gelap
InJourney Airports Kebut Transformasi Bandara Soekarno-Hatta Menuju 10 Besar Dunia 2029 Pelabuhan Patimban Mulai Layani Rute Peti Kemas Internasional ke Malaysia Anwar Aras: Gen Z Harus Kuasai Media Digital untuk Menebar Dakwah Perang Apparel Piala Dunia 2026: Hegemoni, Inovasi, dan Cuan Raksasa di Panggung 11 Miliar Dolar Paradoks Sampah: Swedia Sudah Impor Limbah, RI Kebakaran TPA Hingga 10 Hari Rp80 Triliun Subsidi Mobil Listrik, Industri Untung Rakyat Tetap Naik Motor

PERISTIWA

BFLF, LSM ACUT, dan Brigif Salurkan Bantuan ke Dusun Seuleumak yang Masih Terisolir

badge-check


 BFLF, LSM ACUT, dan Brigif Salurkan Bantuan ke Dusun Seuleumak yang Masih Terisolir Perbesar

Wartatrans.com, ACEH UTARA — Tim gabungan BFLF, LSM ACUT, dan Brigif menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Dusun Seuleumak, wilayah Subok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Rabu (17/12/2025). Wilayah tersebut hingga kini masih terisolir akibat bencana hidrometeorologi dan belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Menurut Mutia, Ketua BFLF Lhokseumawe menjelaskan, bahwa penyaluran bantuan dilakukan dengan medan yang cukup berat. Tim harus menggunakan kendaraan treel hingga ke Subok Pusaka, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan perahu boat selama sekitar 15 menit untuk mencapai Dusun Seuleumak. Akses darat yang sempat bisa dilalui motor kembali tertutup lumpur sehingga jalur air menjadi satu-satunya alternatif.

“Ada pun bantuan yang disalurkan berupa paket sembako dan kebutuhan dasar lainnya, antara lain beras, minyak goreng, susu, roti gulung, mie instan, mie gelas, sosis, mukena baru, serta pakaian layak pakai. Donasi tersebut berasal dari PT Nutrisius Sari Persada, Ibu Yuli dari Universitas Malikussaleh (Unimal), serta para donatur mukena,” jelas Mutia.

Lebih jauh Mutia menjelaskan, bantuan yang disalurkan meliputi enam sak beras, satu dus minyak goreng, lima dus susu, dua dus roti gulung, satu dus mie gelas, lima toples sosis, tiga dus mie instan, enam lembar mukena, serta pakaian layak pakai.

“Saat ini masih terdapat sekitar 38 kepala keluarga (KK) yang terisolir. Dua dusun terpaksa digabung menjadi satu lokasi pengungsian karena banyak rumah warga yang hanyut dan tidak dapat ditempati lagi,” kata Mutia lagi.

 

Warga saat ini tinggal di tenda darurat seadanya, bahkan masih ada beberapa KK yang belum memiliki tenda. Konndisi di lokasi pengungsian sangat memprihatinkan. Hingga kini tidak tersedia aliran listrik, tidak ada penerangan sama sekali, serta belum tersedia akses air bersih. Aktivitas warga terhenti total akibat rusaknya permukiman dan fasilitas umum.

Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 34 rumah warga dilaporkan hanyut terbawa arus, tiga rumah mengalami rusak ringan, dan satu rumah rusak berat. Selain itu, bangunan masjid dan balai desa juga terdampak bencana.

Para warga dan relawan masih sangat membutuhkan bantuan lanjutan, terutama tenda darurat untuk 38 KK, lampu tenaga surya sebagai penerangan malam hari guna menghindari risiko kebakaran jika menggunakan lilin, air bersih, pakaian layak pakai, serta perlengkapan ibadah seperti Al-Qur’an dan Iqra.

“Anak-anak dan warga sudah mulai kembali mengaji, tetapi perlengkapan ibadah belum tersedia,” tambah Mutia.

Tim relawan berharap perhatian dan dukungan dari pemerintah serta para dermawan terus mengalir agar kebutuhan dasar para korban bencana di Dusun Seuleumak dan wilayah sekitarnya dapat segera terpenuhi. *** (PG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Paradoks Sampah: Swedia Sudah Impor Limbah, RI Kebakaran TPA Hingga 10 Hari

12 Juli 2026 - 15:12 WIB

Normalisasi Ciliwung Telan Anggaran Rp300 M: 1 RT Pasti Hilang, Banjir Belum Tentu 

12 Juli 2026 - 15:05 WIB

390 Ton Logam Tanah Jarang Bocor, Hilirisasi Indonesia Sangat Dipertanyakan

12 Juli 2026 - 15:01 WIB

IPC TPK Rayakan 13 Tahun dengan Semangat ESG, Hadirkan Pertumbuhan yang Berdampak Positif

12 Juli 2026 - 07:11 WIB

Akhirnya, Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus

11 Juli 2026 - 07:53 WIB

Jum’at Berkah Aceh Bangun Ukhuwah Lewat Segelas Kopi dan Sepotong Kue di Masjid tansaran 

10 Juli 2026 - 20:37 WIB

Nobar Perempatfinal Hingga Final Piala Dunia 2026 Dihadirkan InJourney Airports di 7 Bandara

10 Juli 2026 - 18:55 WIB

Febrie Setelah Digeledah Tegaskan Tidak Mundur, Penanganan Kasus Asabri hingga MBG Tetap Berjalan

10 Juli 2026 - 18:07 WIB

Omah Jangan Diam Terus, Resto di Depok yang Menyajikan Kelezatan, Perjalanan, dan Nilai Kemanusiaan

10 Juli 2026 - 17:05 WIB

Pelita Air Hadirkan Senandung Musikal Maliq & D’Essentials di Penerbangan

10 Juli 2026 - 15:42 WIB

Trending di EKOBIS