Menu ✖

Mode Gelap
Gangguan LRT Jabodebek Pagi Hari, Penumpang Jatimulya-Dukuh Atas Dialihkan di Halim Belajar dari Bogor dan Semarang, Djoko Setijowarno Ingatkan Lima Tantangan Trem Bali Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius KRL Buatan INKA Bermasalah Lagi, Dua Rangkaian Gangguan hingga 5 Perjalanan Dibatalkan KAI Siapkan Integrasi LRT Jakarta dan Stasiun Manggarai, 8,17 Juta Aktivitas KRL Tercatat Hingga 2026, KAI Rawat 17.025 Bantalan Rel KA Beton dan 3.556 Bantalan Sintetis

PERISTIWA

BFLF, LSM ACUT, dan Brigif Salurkan Bantuan ke Dusun Seuleumak yang Masih Terisolir

badge-check


 BFLF, LSM ACUT, dan Brigif Salurkan Bantuan ke Dusun Seuleumak yang Masih Terisolir Perbesar

Wartatrans.com, ACEH UTARA — Tim gabungan BFLF, LSM ACUT, dan Brigif menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Dusun Seuleumak, wilayah Subok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Rabu (17/12/2025). Wilayah tersebut hingga kini masih terisolir akibat bencana hidrometeorologi dan belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Menurut Mutia, Ketua BFLF Lhokseumawe menjelaskan, bahwa penyaluran bantuan dilakukan dengan medan yang cukup berat. Tim harus menggunakan kendaraan treel hingga ke Subok Pusaka, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan perahu boat selama sekitar 15 menit untuk mencapai Dusun Seuleumak. Akses darat yang sempat bisa dilalui motor kembali tertutup lumpur sehingga jalur air menjadi satu-satunya alternatif.

“Ada pun bantuan yang disalurkan berupa paket sembako dan kebutuhan dasar lainnya, antara lain beras, minyak goreng, susu, roti gulung, mie instan, mie gelas, sosis, mukena baru, serta pakaian layak pakai. Donasi tersebut berasal dari PT Nutrisius Sari Persada, Ibu Yuli dari Universitas Malikussaleh (Unimal), serta para donatur mukena,” jelas Mutia.

Lebih jauh Mutia menjelaskan, bantuan yang disalurkan meliputi enam sak beras, satu dus minyak goreng, lima dus susu, dua dus roti gulung, satu dus mie gelas, lima toples sosis, tiga dus mie instan, enam lembar mukena, serta pakaian layak pakai.

“Saat ini masih terdapat sekitar 38 kepala keluarga (KK) yang terisolir. Dua dusun terpaksa digabung menjadi satu lokasi pengungsian karena banyak rumah warga yang hanyut dan tidak dapat ditempati lagi,” kata Mutia lagi.

 

Warga saat ini tinggal di tenda darurat seadanya, bahkan masih ada beberapa KK yang belum memiliki tenda. Konndisi di lokasi pengungsian sangat memprihatinkan. Hingga kini tidak tersedia aliran listrik, tidak ada penerangan sama sekali, serta belum tersedia akses air bersih. Aktivitas warga terhenti total akibat rusaknya permukiman dan fasilitas umum.

Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 34 rumah warga dilaporkan hanyut terbawa arus, tiga rumah mengalami rusak ringan, dan satu rumah rusak berat. Selain itu, bangunan masjid dan balai desa juga terdampak bencana.

Para warga dan relawan masih sangat membutuhkan bantuan lanjutan, terutama tenda darurat untuk 38 KK, lampu tenaga surya sebagai penerangan malam hari guna menghindari risiko kebakaran jika menggunakan lilin, air bersih, pakaian layak pakai, serta perlengkapan ibadah seperti Al-Qur’an dan Iqra.

“Anak-anak dan warga sudah mulai kembali mengaji, tetapi perlengkapan ibadah belum tersedia,” tambah Mutia.

Tim relawan berharap perhatian dan dukungan dari pemerintah serta para dermawan terus mengalir agar kebutuhan dasar para korban bencana di Dusun Seuleumak dan wilayah sekitarnya dapat segera terpenuhi. *** (PG)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius

16 Oktober 2026 - 21:21 WIB

KPK Mengonfirmasi Clue Pejabat Jateng yang Kena OTT di Klaten adalah Ahmad Luthfi.

16 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Menebar Kebaikan di Tanjung Barat Jaksel, PJBW & GPIB Berbagi Ratusan Paket Nasi Siap Saji ke Para Penerima Manfaat

16 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Masyarakat ALA Desak Presiden Prabowo Sahkan Provinsi Baru, Bendera Alam Pedang Jadi Simbol Marwah Gayo

16 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Catatan Iwan Piliang: Indonesia Bisa Membuat Pesawat, tetapi Mengapa Sulit Menerbangkan Mimpi?

16 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Asap Karhutla Kalimantan Terdeteksi di Jakarta

16 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Korban Dugaan Keracunan MBG Batang Mencapai 717 Orang, SPPG Bawang Ditutup Permanen

16 Oktober 2026 - 14:49 WIB

ORARI Lokal Bener Meriah, Turun Kejalan Gelar Bakti Sosial Pembagian Masker, untuk Antisipasi Kabut Asap

16 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Mantan Kapolda NTB Hadi Gunawan Maju Pimpin Demokrat, Kantongi 11 Surat Dukungan

16 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Arsip Sejarah Seulawah Agam: Pernah Disebut Goldberg, Benarkah Gunung Emas?

16 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Trending di RAGAM