Menu

Mode Gelap
HUT Ke-81 RI, Pelindo Tegaskan Komitmen Penguatan Konektivitas untuk Memajukan Ekonomi Indonesia Musara Gayo Jabodetabek Gelar Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Kenang Perjuangan Pejuang Gayo dan Radio Rimba Raya Peringatan 21 Tahun Damai Aceh Diwarnai Tembakan, Rakyat Aceh Melawan Mutia Sari Tendik UIN Sultanah Nahrasiyah Hadiri Upacara HUT RI di Simeulue Patriotisme Bukan Seremoni: Menjaga Indonesia 81 Tahun dengan Konstitusi, Hukum, dan Persatuan Perayaan Hari Didong 2026 Dihadiri Perwakilan Korea Selatan, Diusulkan Ditetapkan melalui Perda

Uncategorized

Catatan Halimah Munawir: Belajar Ketulusan dari Teteh Mulya di Tanah Suci

badge-check


 Catatan Halimah Munawir: Belajar Ketulusan dari Teteh Mulya di Tanah Suci Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Ada kalanya sebuah pertemuan yang sederhana justru meninggalkan kesan yang mendalam. Sekian puluh tahun bersahabat dengan suaminya, baru kali ini saya mendapatkan momen berfoto bersama Teteh Mulya. Sebuah foto yang mungkin tampak biasa, namun menyimpan cerita luar biasa di baliknya.

Kesempatan itu hadir setelah saya mendengarkan langsung kisah perjuangannya mendampingi anak-anak yatim di Tanah Suci. Dengan penuh kerendahan hati, beliau bercerita bagaimana dirinya berupaya agar anak-anak yatim yang dibawanya dapat memperoleh kesempatan yang sangat istimewa: mencium pintu Ka’bah dan melaksanakan salat di kawasan antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah yang dikenal sebagai Multazam, tempat yang diyakini sebagai salah satu lokasi mustajab untuk berdoa.

Yang membuat saya semakin kagum adalah cara beliau mewujudkan harapan tersebut. Tidak dengan kekuasaan, jabatan, atau fasilitas khusus, melainkan dengan ketulusan dan bahasa tubuh yang mampu menyentuh hati para penjaga serta “laskar Mekah” yang bertugas mengatur jamaah di sekitar Ka’bah. Dengan penuh kesabaran dan kelembutan, beliau menyampaikan maksudnya agar anak-anak yatim itu diberi kesempatan mendekat ke tempat yang selama ini hanya mereka impikan.

Mendengar kisah itu, saya membayangkan wajah-wajah bahagia anak-anak yatim yang akhirnya bisa menyentuh pintu Ka’bah, memanjatkan doa di Multazam, dan merasakan kedekatan spiritual yang mungkin akan mereka kenang sepanjang hidup. Di balik kebahagiaan mereka, ada perjuangan seorang perempuan yang lebih mengutamakan kebahagiaan orang lain daripada dirinya sendiri.

Kisah Teteh Mulya mengajarkan bahwa ketulusan memiliki bahasa yang dipahami oleh siapa pun, bahkan ketika kata-kata tidak cukup. Kebaikan yang lahir dari hati sering kali mampu membuka jalan yang tampaknya sulit ditembus.

Masya Allah. Dari cerita itu saya belajar bahwa kemuliaan bukan hanya tentang seberapa dekat kita dengan Ka’bah, tetapi juga tentang seberapa besar usaha kita membawa orang lain mendekat kepada-Nya.Semoga catatan ini dapat menjadi pengingat bahwa ketulusan dan kasih sayang selalu menemukan jalannya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

HUT Ke-81 RI, Pelindo Tegaskan Komitmen Penguatan Konektivitas untuk Memajukan Ekonomi Indonesia

17 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Musara Gayo Jabodetabek Gelar Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Kenang Perjuangan Pejuang Gayo dan Radio Rimba Raya

17 Agustus 2026 - 10:58 WIB

Peringatan 21 Tahun Damai Aceh Diwarnai Tembakan, Rakyat Aceh Melawan

17 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Mutia Sari Tendik UIN Sultanah Nahrasiyah Hadiri Upacara HUT RI di Simeulue

17 Agustus 2026 - 10:36 WIB

Patriotisme Bukan Seremoni: Menjaga Indonesia 81 Tahun dengan Konstitusi, Hukum, dan Persatuan

17 Agustus 2026 - 10:24 WIB

Perayaan Hari Didong 2026 Dihadiri Perwakilan Korea Selatan, Diusulkan Ditetapkan melalui Perda

17 Agustus 2026 - 09:42 WIB

Semangat HUT Ke-81 RI, Pelindo Teguhkan Kedaulatan Maritim

17 Agustus 2026 - 09:39 WIB

Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe

16 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat

16 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

16 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Trending di NASIONAL