Menu

Mode Gelap
Indra Adhari Rilis ‘Lima Tahun’ Dimomen HUT RI: September Rilis Single di Label Internasional Malaysia! AHY Inginkan Pimpinan Demokrat Yang Efektif Dan Berdampak Nyata Bagi Masyarakat  Masyarakat Beutong Ateuh Banggalang Ingin Merdeka di Tanah Sendiri dengan Menolak Tambang Perusak Alam KAI Perkuat Safety at Scale di Tengah Pertumbuhan Pelanggan 8,32 Persen Dikpol di Bojonggede, Haji Fikri Kenalkan PKS sebagai Partai Islam Rahmatan Lil ‘Alamin Jakarta Butuh Hub Logistik

RAGAM

Catatan Halimah Munawir: Persahabatan di Ujung Fajar

badge-check


 Catatan Halimah Munawir: Persahabatan di Ujung Fajar Perbesar

Wartatrans.com, KOLOM — Pada jelang fajar, 16 Januari 2026, ingatan itu datang pelan—seperti cahaya yang tak pernah benar-benar pergi, hanya menunggu waktu untuk kembali.

Dua puluh tiga tahun lalu, aku adalah seorang ibu yang sedang gelisah. Anak keduaku, baru sepuluh tahun usianya, akan memamerkan lukisan-lukisannya di Galeri Nasional. Pameran kecil itu ingin kami rayakan dengan meriah: ada lomba, ada seni budaya, ada kegembiraan yang hendak kami bagi. Namun satu pertanyaan terus berputar di kepala: siapa yang akan membuka acara itu?

Dalam kebingungan, Tuhan bekerja dengan cara-Nya sendiri. Aku bertemu seorang jenderal di Kuarnas, seberang Gambir. Kepadanya aku bercerita—tentang seni, tentang anak, tentang harapanku yang sederhana. Ia tak menjawab dengan kata-kata. Tangannya justru bergerak, menggoreskan pensil yang runcing, menggambar wajahku di atas kertas. Aku terdiam. Seolah sedang disaksikan oleh takdir yang sedang bekerja.

Usai membuat sketsa, ia merobek secarik kertas lain. Dengan pensil yang sama, ia menulis sebuah nama dan alamat.

Dewi Motik.

“Pergilah ke rumahnya,” katanya.

“Bilangkan ini dariku.”

Ia menatapku singkat, lalu menambahkan,

“Jangan takut. Dia malaikat.”

Aku pergi dengan langkah ragu dan doa yang diam-diam kupanjatkan.

Dan sungguh—Masya Allah—rumah itu menyambutku dengan kehangatan yang sulit dilukiskan. Dewi Motik membuka pintu bukan hanya dengan senyum, tapi dengan keluasan hati. Tanpa banyak tanya, tanpa syarat, ia bersedia membuka pameran lukisan seorang anak kecil yang bahkan belum dikenalnya.

Sejak hari itu, persahabatan kami dimulai. Usia memisahkan kami empat belas tahun, namun waktu justru merapatkan. Kini ia berusia tujuh puluh tujuh tahun, dan aku enam puluh dua. Kami sering berbincang di ujung telepon, saat dunia masih setengah terjaga, ketika fajar belum sepenuhnya menampakkan diri. Obrolan ringan, cerita-cerita kecil, dan tawa yang jujur—cukup untuk mengingatkan bahwa hidup tak selalu harus berat.

Beberapa hari lalu, ia bercerita tentang masa muda. Tentang “tiga anak Menteng” yang oleh para aktivis mahasiswa disebut pesta dansa. Tentang lomba fashion show yang ia ikuti bersama Pinky Mardikusno—ibu dari Tora Sudiro. Pinky, katanya, cantik sekali. Tapi langkahnya, Dewi Motik mengaku, lebih luwes.

Ia tertawa kecil sebelum berkata jujur, tanpa beban: “Juri-jurinya gue kenal.”

Kami tertawa bersama—tawa yang lahir dari penerimaan diri, dari usia yang tak lagi sibuk berpura-pura.

Di ujung percakapan, ia menutup dengan kalimat sederhana: Happy anniversary.

Aku menutup telepon dengan perasaan penuh. Sadar bahwa dalam hidup, ada pertemuan-pertemuan yang bukan kebetulan. Ia hadir seperti sketsa yang ditarik dengan pensil takdir—sekilas, sederhana, namun menetap lama di ingatan.

Seperti fajar: Ia tak pernah berjanji akan indah, namun selalu datang tepat waktu.***

Duren Sawit, 2026

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

AHY Inginkan Pimpinan Demokrat Yang Efektif Dan Berdampak Nyata Bagi Masyarakat 

30 Agustus 2026 - 23:31 WIB

Masyarakat Beutong Ateuh Banggalang Ingin Merdeka di Tanah Sendiri dengan Menolak Tambang Perusak Alam

30 Agustus 2026 - 23:12 WIB

Dikpol di Bojonggede, Haji Fikri Kenalkan PKS sebagai Partai Islam Rahmatan Lil ‘Alamin

30 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Suroto Ketua RW 06 Cengbar Jakbar: Bangun Kepedulian dan Kebersamaan Warga Dengan Semangat Kemerdekaan

30 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Pedang, Amanah, dan Marwah Linge

30 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Manusia Di Antara Dua Setan 

30 Agustus 2026 - 08:25 WIB

BNN Kabupaten Gianyar Meriahkan Peringatan Hari Pramuka ke-65 melalui Pameran UMKM, Expo dan Panggung Kreatif, 50 Anggota Pramuka di Tes Urin

29 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Agnez Mo Inspirasi Perdana di Indonesia Berkarya Besutan InJourney Airports

29 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Sumber Air Baku IPA Kudu Menurun, Pelanggan PDAM di Semarang Diminta Siaga

29 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Dua Dekade Menghidupkan Kembali Suara Radio Rimba Raya

29 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Trending di RAGAM