Menu ✖

Mode Gelap
26 UMKM Binaan PLN UID Jakarta Raup Rp200 Juta Selama FIFA ASEAN Cup Apa yang Dibahas Jokowi Saat Sambangi Prabowo di Kertanegara Jelang MK Putus Perkara Gibran? Ditjen Hubla Perkuat Sistem Kenavigasian Bersama IALA Usai Putusan MK, Wakil Ketua DPRD Sukabumi Turunkan Foto Gibran dari Ruang Kerjanya Bandara Lombok Sambut Kedatangan Ofisial, Kru, Pembalap, dan Kargo MotoGP 2026 MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SLTA Gibran, Buku Rismon Kembali Disorot

RAGAM

Catatan Halimah Munawir: 100 Tahun Ali Sadikin, Merawat Roh Taman Ismail Marzuki

badge-check


 Catatan Halimah Munawir: 100 Tahun Ali Sadikin, Merawat Roh Taman Ismail Marzuki Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — 100 kelahiran Ali Sadikin mengingatkan kita pada satu warisan besar yang tak lekang oleh waktu: keberaniannya menempatkan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan Jakarta. Di tengah berbagai kebutuhan kota, ia menyadari bahwa sebuah ibu kota juga membutuhkan ruang bagi imajinasi, kreativitas, dan kebebasan berekspresi.

Ketika sastrawan Ajip Rosidi mengusulkan berdirinya pusat kesenian, Ali Sadikin tidak berlama-lama menimbang. Gagasan itu disambut, diwujudkan, dan lahirlah Taman Ismail Marzuki (TIM), yang kemudian menjadi rumah bagi para seniman Indonesia lintas generasi. Tak heran, hingga kini nama Bang Ali tetap dikenang dengan penuh hormat oleh kalangan seni dan budaya.

Saya pun memiliki kenangan dengan tempat itu. Saat masih duduk di bangku SMA, saya mulai mengenal dunia teater bersama Teater Bela binaan Radio ARH. Kami berlatih di ruang terbuka yang kini telah berubah menjadi Gedung Teater Kecil. Seiring pembangunan kawasan TIM, Radio ARH beserta jejak para senimannya perlahan menghilang ditelan perubahan zaman. Yang tersisa adalah kenangan dan harapan agar ruh kesenian tidak ikut hilang.

Kini, setiap kali rindu pada atmosfer TIM tempo dulu, saya hanya bisa menyeruput secangkir kopi sambil mengenang masa-masa ketika kawasan itu benar-benar menjadi ruang hidup para seniman, bukan sekadar bangunan megah.

Menjelang lima abad Jakarta, saya berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan saat ini, terlebih dengan kehadiran Wakil Gubernur Rano Karno yang berasal dari dunia seni pertunjukan, dapat menghidupkan kembali semangat yang diwariskan Ali Sadikin. Bukan sekadar mempercantik fisik TIM, tetapi mengembalikannya sebagai pusat kesenian yang terbuka, inklusif, dan menjadi rumah yang sesungguhnya bagi para seniman.

Karena sebuah kota besar tidak hanya dikenang dari gedung-gedung pencakar langitnya, tetapi juga dari keberpihakannya kepada kebudayaan. Dan dalam hal itu, Ali Sadikin telah memberi teladan yang layak diwariskan.***

Baca Lainnya

Apa yang Dibahas Jokowi Saat Sambangi Prabowo di Kertanegara Jelang MK Putus Perkara Gibran?

7 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Usai Putusan MK, Wakil Ketua DPRD Sukabumi Turunkan Foto Gibran dari Ruang Kerjanya

7 Oktober 2026 - 16:58 WIB

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SLTA Gibran, Buku Rismon Kembali Disorot

7 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Bengkel Kreatif Aceh Multi Vision, 15 Tahun Mengembangkan Karya dan Ekonomi Kreatif Aceh

7 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Pengurus APPSI Aceh Tengah Periode 2025–2030 Siap Dilantik

7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Maulid Akbar dan Peusijuk Kapolda Aceh Warnai Silaturrahmi Masyarakat Aceh Tenggara di Banda Aceh

7 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Adab dan Ilusi Pengetahuan di Era Digital

7 Oktober 2026 - 13:26 WIB

Zulfitri Nahkodai APPSI Aceh 2026–2031, Pedagang Pasar Siap Perkuat Ekonomi Kerakyatan

7 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Kekeringan Hampir Empat Bulan, Bupati Fakfak Kerahkan Seluruh OPD Bantu Salurkan Air Bersih

6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Almujaini Abdul Karim Kembali Pimpin Musara Gayo Jabodetabek

6 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Trending di RAGAM