Menu

Mode Gelap
Main di Solo Lalu ke Puncak Dunia, Begini Lompatan Pau Cubarsí dalam 3 Tahun Pemerintah Pastikan Layanan Penyeberangan Perintis di Wilayah 3TP Tetap Berjalan PELNI Perkuat Layanan Keagenan Kapal hingga Malaysia AirNav Gandeng Badan Informasi Geospasial, Perkuat Sistem Navigasi Berbasis Satelit Kemenhub Pastikan Layanan Angkutan Perintis Terus Berjalan KAI Tanamkan Budaya Keselamatan Perkeretaapian kepada Generasi Muda di Bandung

RAGAM

Catatan Halimah Munawir: 100 Tahun Ali Sadikin, Merawat Roh Taman Ismail Marzuki

badge-check


 Catatan Halimah Munawir: 100 Tahun Ali Sadikin, Merawat Roh Taman Ismail Marzuki Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — 100 kelahiran Ali Sadikin mengingatkan kita pada satu warisan besar yang tak lekang oleh waktu: keberaniannya menempatkan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan Jakarta. Di tengah berbagai kebutuhan kota, ia menyadari bahwa sebuah ibu kota juga membutuhkan ruang bagi imajinasi, kreativitas, dan kebebasan berekspresi.

Ketika sastrawan Ajip Rosidi mengusulkan berdirinya pusat kesenian, Ali Sadikin tidak berlama-lama menimbang. Gagasan itu disambut, diwujudkan, dan lahirlah Taman Ismail Marzuki (TIM), yang kemudian menjadi rumah bagi para seniman Indonesia lintas generasi. Tak heran, hingga kini nama Bang Ali tetap dikenang dengan penuh hormat oleh kalangan seni dan budaya.

Saya pun memiliki kenangan dengan tempat itu. Saat masih duduk di bangku SMA, saya mulai mengenal dunia teater bersama Teater Bela binaan Radio ARH. Kami berlatih di ruang terbuka yang kini telah berubah menjadi Gedung Teater Kecil. Seiring pembangunan kawasan TIM, Radio ARH beserta jejak para senimannya perlahan menghilang ditelan perubahan zaman. Yang tersisa adalah kenangan dan harapan agar ruh kesenian tidak ikut hilang.

Kini, setiap kali rindu pada atmosfer TIM tempo dulu, saya hanya bisa menyeruput secangkir kopi sambil mengenang masa-masa ketika kawasan itu benar-benar menjadi ruang hidup para seniman, bukan sekadar bangunan megah.

Menjelang lima abad Jakarta, saya berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan saat ini, terlebih dengan kehadiran Wakil Gubernur Rano Karno yang berasal dari dunia seni pertunjukan, dapat menghidupkan kembali semangat yang diwariskan Ali Sadikin. Bukan sekadar mempercantik fisik TIM, tetapi mengembalikannya sebagai pusat kesenian yang terbuka, inklusif, dan menjadi rumah yang sesungguhnya bagi para seniman.

Karena sebuah kota besar tidak hanya dikenang dari gedung-gedung pencakar langitnya, tetapi juga dari keberpihakannya kepada kebudayaan. Dan dalam hal itu, Ali Sadikin telah memberi teladan yang layak diwariskan.***

Baca Lainnya

FIFpreneur 2026 Hadirkan Kisah Purnabakti Bangun Usaha Indekos

20 Juli 2026 - 14:14 WIB

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Berapa Uang yang Dibawa Pulang La Roja? Inilah Nilai Hadiahnya

20 Juli 2026 - 12:05 WIB

Catatan Maryoko Aiko: Pengurus Baru SWI dan Tanggung Jawab Menjaga Kepercayaan Publik

19 Juli 2026 - 22:42 WIB

Menteri ESDM Bahlil Dorong Solusi Win-Win Terkait Pengelolaan Gas Blok Andaman

19 Juli 2026 - 11:25 WIB

KKP Latih 5.153 Calon Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih

19 Juli 2026 - 07:22 WIB

Anna Latuconsina Ajak Hentikan Normalisasi Kekerasan terhadap Perempuan Lewat Bincang Buku di Gedung Parlemen

18 Juli 2026 - 22:58 WIB

Jatiwaringin Hingga Cipayung, TPA Membakar Anggaran Negara

18 Juli 2026 - 22:48 WIB

Di Tengah Keterbatasan Keuangan Daerah, Oknum Pungut Dana Titipan Rp7 Juta Per Desa di Subulussalam  

18 Juli 2026 - 22:21 WIB

Paus Bungkuk Terdampar di Pantai Perancak Bali, KKP dan Tim Gabungan Lakukan Penanganan

18 Juli 2026 - 21:51 WIB

Bank Sampah Mapolis-BK3 Himpun Rata-rata 1 Ton Sampah Anorganik per Bulan, Warga Diajak Konsisten Pilah Sampah

18 Juli 2026 - 11:15 WIB

Trending di RAGAM