Menu

Mode Gelap
Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin Sapuan Kuas Jadi Wasiat Budaya, Perhelatan Mural #Sinergi Sukowati 2 Digelar di Sragen Ramainya WNA Naik Whoosh Sepanjang 2026, Malaysia Jadi Penumpang Terbanyak HUT ke-23, KAI Services Tegaskan Komitmen Perkuat Layanan dan Keamanan Pangan Lewat Sertifikasi ISO 22000 Pegawai KSOP Utama Tanjung Priok Raih Medali Emas ISKA, Harumkan Nama Kemenhub

RAGAM

Catatan Iwan Piliang: Indonesia Dibangun Tidak Dengan Keserakahan

badge-check


 Catatan Iwan Piliang: Indonesia Dibangun Tidak Dengan Keserakahan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Beberapa waktu lalu, dalam sebuah obrolan bersama Aqiel Siradj, muncul satu pembahasan menarik tentang amanah Tuhan kepada seorang pemimpin keluarga. Bahwa tugas utama seorang ayah sesungguhnya bukan sekadar meninggalkan harta berlimpah bagi anak cucunya, melainkan mendidik mereka setinggi mungkin dalam ilmu, akhlak, dan kemanusiaan.

Obrolan itu terasa relevan di tengah zaman ketika ukuran keberhasilan sering kali dihitung dari seberapa banyak kekayaan yang mampu diwariskan. Muncul kebanggaan tentang “harta tujuh turunan”, bahkan ada yang bercita-cita membangun kekayaan untuk 21 keturunan.

Padahal cara berpikir semacam itu bisa melahirkan ketimpangan sosial yang serius. Ketika seseorang terlalu bernafsu mengumpulkan kekayaan tanpa batas demi garis keturunannya sendiri, maka pada saat yang sama ia berpotensi membiarkan masyarakat lain hidup dalam kemiskinan dan ketertinggalan.

Indonesia tidak dibangun dengan semangat seperti itu.

Pancasila menempatkan keadilan sosial sebagai fondasi bernegara. Ada nilai gotong royong, keseimbangan, dan tanggung jawab bersama agar kesejahteraan tidak hanya berputar pada segelintir kelompok.

Namun dalam praktiknya, kerakusan ekonomi sering menemukan jalannya sendiri. Apa yang bisa diakali, diakali. Apa yang bisa diraup, diraup. Bahkan berbagai praktik kejahatan kerah putih seperti transfer pricing, manipulasi pajak, hingga eksploitasi sumber daya berlangsung bertahun-tahun, sering kali tanpa rasa bersalah.

Yang dirugikan bukan hanya negara secara angka, tetapi juga rakyat, lingkungan, dan masa depan generasi berikutnya. Alam rusak, ketimpangan melebar, sementara segelintir elite terus memperbesar akumulasi kekayaan mereka.

Dalam obrolan itu, terasa sekali pesan moral yang sederhana namun mendalam: mendidik anak menjadi manusia baik jauh lebih penting dibanding mewariskan kerakusan yang dibungkus nama kesuksesan.

Sebab bangsa ini tidak kekurangan orang kaya. Yang sering kurang adalah rasa cukup, rasa malu, dan tanggung jawab sosial.

Dan mungkin di situlah pendidikan keluarga menjadi titik awal perubahan.***

Jakarta – 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta

3 Juli 2026 - 21:59 WIB

Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin

3 Juli 2026 - 21:05 WIB

Masyarakat Beutong Ateuh Menjaga Warisan Alam, Sejahtera Karena Hutan Bukan Tambang

3 Juli 2026 - 15:29 WIB

Bagian dari Ekosistem Astra, FIFGROUP Perkuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Desa Sejahtera Astra

3 Juli 2026 - 15:14 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Berikan Wajah Baru Sarana Publik Masyarakat Ring 1 Terminal Teluk Lamong

3 Juli 2026 - 14:24 WIB

Pengoperasian QCC 004 Perkuat Daya Saing Pelabuhan Panjang sebagai Gerbang Logistik Sumatera

3 Juli 2026 - 13:35 WIB

13 Tahun, Mengabdi Direktur Ernawati Komit Bawa PT CMN Melayani Sepenuh Hati

3 Juli 2026 - 12:41 WIB

Cost Sharing ala Carpooling: Solusi Atasi Kemacetan, Biaya Energi dan Emisi Karbon

3 Juli 2026 - 12:28 WIB

265 Anak Penyintas Banjir di Aceh Tamiang Jalani Khitan Gratis, Senyum Warnai Masa Pemulihan

3 Juli 2026 - 11:16 WIB

Sebanyak 265 anak penyintas banjir di Aceh Tamiang mengikuti program khitan gratis yang digelar relawan dari Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/7/2026). (Foto:Serambinews)

Catatan Iwan Piliang: Di Balik Pidato Prabowo – Di Antara Omon-Omon dan Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat

3 Juli 2026 - 02:26 WIB

Trending di RAGAM