Wartatrans.com, BALI — Siang ini saya bersama Papi Ho berkesempatan mampir dan bersilaturahmi ke kediaman sahabat lama saya, I Gusti Agung Anom Gumanti, yang akrab disapa Demer, di kawasan Kerobokan, Denpasar, Bali. Pertemuan berlangsung hangat, santai, dan penuh suasana kekeluargaan. Meski waktu terus berjalan dan kesibukan masing-masing semakin padat, saya merasakan bahwa persahabatan yang dibangun sejak puluhan tahun lalu ternyata tetap terjaga dengan baik hingga hari ini.
Saya dan Demer merupakan bagian dari generasi HIPMI tahun 1991. Pada masa itu, banyak anak muda yang memiliki semangat besar membangun dunia usaha sekaligus ikut berkontribusi bagi daerah dan bangsa melalui organisasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia. HIPMI bukan hanya tempat belajar tentang kewirausahaan, tetapi juga ruang membangun jaringan persahabatan, kepemimpinan, serta semangat kebangsaan.

Dalam perjalanan waktu, masing-masing dari kami menempuh jalan pengabdian yang berbeda. Demer sendiri dikenal sebagai tokoh politik dan pengusaha di Bali. Selain pernah menjadi anggota DPR RI, beliau juga dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Bali. Sementara saya tetap percaya bahwa menjaga komunikasi dan silaturahmi dengan sahabat lama adalah bagian penting dari kehidupan.
Di kediamannya siang tadi, kami banyak berbincang mengenai perkembangan Bali, situasi nasional, dunia usaha, hingga pentingnya menjaga semangat persaudaraan di tengah berbagai tantangan zaman. Obrolan sederhana yang ditemani suasana santai justru terasa sangat bermakna. Ada banyak kenangan lama yang kembali muncul, terutama ketika mengingat masa-masa awal perjuangan kami sebagai anak muda yang aktif di organisasi.
Bagi saya, hubungan yang dibangun sejak muda memiliki nilai tersendiri. Waktu mungkin membuat usia bertambah, jabatan berubah, dan kesibukan semakin tinggi, tetapi persahabatan sejati tetap menemukan jalannya untuk dipertemukan kembali. Saya percaya, salah satu kekuatan bangsa ini lahir dari budaya silaturahmi yang terus dijaga.
Bali sendiri selalu memiliki energi tersendiri dalam menjaga keharmonisan sosial dan budaya. Di tengah perkembangan pariwisata dan modernisasi yang begitu cepat, masyarakat Bali tetap dikenal kuat menjaga tradisi, nilai kekeluargaan, dan budaya gotong royong. Mungkin itulah sebabnya setiap pertemuan di Pulau Dewata selalu menghadirkan rasa hangat dan nyaman.
Pertemuan siang ini bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi juga pengingat bahwa hubungan antarmanusia jauh lebih penting daripada sekadar urusan pekerjaan atau jabatan. Saya merasa bersyukur masih diberikan kesempatan untuk terus menjalin silaturahmi dengan sahabat-sahabat lama yang sudah bersama sejak masa muda.
Terima kasih kepada Demer yang sudah menerima saya bersama Papi Ho dengan penuh kehangatan dan persaudaraan. Semoga hubungan baik, komunikasi, dan silaturahmi ini terus terjaga dalam semangat kebersamaan dan kekeluargaan.***
Bali – 2026

























