Menu

Mode Gelap
INKOPPAS Dorong Modernisasi Koperasi Pasar, Siapkan Tujuh Program Strategis Nasional Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Serahkan Bantuan Program Pelindo Berbagi Hewan Qurban Seni Rupa Masuk Mal, Pameran Nasional 2026 Digelar di Semanggi Bunga Rampai Kebudayaan Gayo: Menjaga Identitas di Tengah Perubahan Zaman Pelindo Gelar Soft Launching Layanan Kepelabuhanan di Perairan Nipa PT Terminal Teluk Lamong Tebar Manfaat Idul Adha, 12 Sapi dan 21 Kambing Disalurkan untuk Warga Sekitar

Uncategorized

Catatan Iwan Piliang: Pertanahan dan Syaraf Negara

badge-check


 Catatan Iwan Piliang: Pertanahan dan Syaraf Negara Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Pekan lalu saya berkesempatan bertemu dengan Azis Subekti, Anggota Komisi II DPR RI. Di sela makan siang yang sederhana, percakapan kami bergerak ke satu topik yang tampaknya tidak pernah kehilangan relevansi di republik ini: pertanahan.

Persoalan tanah di Indonesia ibarat syaraf kejepit pada tubuh manusia. Kadang cukup dipulihkan dengan terapi ringan, tetapi tidak jarang memerlukan tindakan besar hingga “operasi”. Terlebih bila menyentuh “tulang lumbung” kehidupan masyarakat—tanah sebagai ruang hidup, sumber ekonomi, sekaligus identitas sosial—maka sengketanya bisa melumpuhkan.

Ironisnya, banyak kasus justru terjadi ketika semua tampak telah sah secara administratif. Hak alas jelas. Legalitas lengkap. Sertifikat baru sudah terbit. Kepemilikan sudah berpindah tangan. Namun di ujung proses itu, pemilik awal justru menganga, kehilangan haknya sendiri.

Begitulah wajah pertanahan kita hari ini: rumit, panjang, dan sering kali membuat warga kecil kehabisan tenaga bahkan sebelum memperoleh keadilan.

Dalam beberapa tahun terakhir saya cukup sering membantu advokasi non litigasi persoalan tanah. Pengalaman itu memperlihatkan satu kenyataan baru: di era no viral no justice, komunikasi publik sering kali lebih menentukan daripada kekuatan argumentasi hukum itu sendiri. Banyak warga baru didengar setelah kisahnya menjadi perhatian publik.

Padahal hukum semestinya bekerja tanpa menunggu keramaian media sosial.

Karena latar studi saya berada di wilayah komunikasi publik sekaligus hukum, saya melihat keduanya kini tidak bisa dipisahkan. Advokasi modern membutuhkan kemampuan membaca regulasi sekaligus memahami bagaimana suara warga bisa memperoleh ruang di tengah kebisingan informasi.

Dalam perbincangan kami, isu pertanahan tentu tidak berdiri sendiri. Komisi II DPR RI juga bermitra dengan Kemendagri serta pemerintah daerah. Maka pembicaraan meluas hingga menyentuh persoalan birokrasi, tata kelola pemerintahan, dan bagaimana negara hadir dalam menyelesaikan konflik-konflik agraria yang berlapis.

Persoalan tanah sesungguhnya bukan sekadar soal sertifikat. Ia berkaitan dengan martabat warga negara. Ketika hak atas tanah dirampas, yang hilang bukan hanya sebidang lahan, tetapi juga rasa aman, masa depan keluarga, bahkan kepercayaan terhadap negara.

Di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, publik berharap ada afirmasi yang lebih tegas kepada rakyat kecil—terutama mereka yang selama ini merasa haknya diinjak atau diabaikan. Negara tidak boleh hanya kuat kepada rakyat kecil, tetapi lemah kepada kekuatan modal dan mafia pertanahan.

Sudah waktunya pembenahan dilakukan secara serius, dari hulunya hingga hilirnya. Mulai dari transparansi administrasi, penguatan pengawasan, reformasi birokrasi, hingga keberanian menindak pihak-pihak yang bermain dalam sengketa tanah.

Karena tanah bukan hanya soal aset. Tanah adalah soal keadilan. Dan keadilan, seharusnya tidak menunggu viral terlebih dahulu untuk ditegakkan.***

Jakarta 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

INKOPPAS Dorong Modernisasi Koperasi Pasar, Siapkan Tujuh Program Strategis Nasional

26 Mei 2026 - 21:52 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Serahkan Bantuan Program Pelindo Berbagi Hewan Qurban

26 Mei 2026 - 21:47 WIB

Seni Rupa Masuk Mal, Pameran Nasional 2026 Digelar di Semanggi

26 Mei 2026 - 21:35 WIB

Bunga Rampai Kebudayaan Gayo: Menjaga Identitas di Tengah Perubahan Zaman

26 Mei 2026 - 20:34 WIB

PT Terminal Teluk Lamong Tebar Manfaat Idul Adha, 12 Sapi dan 21 Kambing Disalurkan untuk Warga Sekitar

26 Mei 2026 - 20:15 WIB

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Sambut 560 Peserta Kunjungan Edukasi Maritim KKRI Gelombang V 2026

26 Mei 2026 - 20:04 WIB

Lima Perupa Hadirkan “Ritmis Hayati” di T-Space Bintaro

26 Mei 2026 - 18:37 WIB

Kemiskinan Desa Dinilai Menjalar ke Kota, Pemerataan Pembangunan Jadi Kunci Kebangkitan Ekonomi

26 Mei 2026 - 18:09 WIB

Warga Desak Pemerintah Segera Perbaiki Jalur Bersejarah Enang Enang

26 Mei 2026 - 13:47 WIB

TPK Koja Bagikan 40 Hewan Qurban untuk Masyarakat Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok

26 Mei 2026 - 11:08 WIB

Trending di NASIONAL