Menu

Mode Gelap
Melalui TJSL, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Perkuat Pelestarian Terumbu Karang dan Ekosistem Laut Kepulauan Seribu Nucke Rahma SH, Novelis Kondang Siap Jadi Narasumber Ngobrol Santai Bareng Kartini Seni, Musik dan Film 2026 Penumpang Stasiun Lampegan Naik pada Triwulan I 2026 KAI Services Resmikan Laboratorium QC di Dapur Manggarai Mahasiswa FH Unsyiah Perdalam Peran Advokat dalam Perkara Narkotika Jelang Moot Court Competition XI Penumpang KA Malabar Naik 39,9 Persen pada Triwulan I 2026

RAGAM

Catatan LK Ara: Ibu Restu Menjenguk Kami Di Lokasi Musibah

badge-check


 Catatan LK Ara: Ibu Restu Menjenguk Kami Di Lokasi Musibah Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Ibu Restu datang dari Jakarta pada hari yang tidak lagi kami hitung tanggalnya dengan pasti. Beliau Ketua Yayasan Bumi Purnati Indonesia.

Sejak musibah, waktu di kampung kami berjalan berbeda: pagi ditandai lumpur yang mengering di kaki, siang oleh kabar jalan yang belum terbuka, dan malam oleh doa yang diulang agar esok lebih ringan.

Ia datang bukan sebagai pejabat dan bukan pula sebagai tamu yang ingin disambut berlebihan. Ia datang sebagai sesama manusia yang ingin memastikan bahwa kami yang terkena musibah masih berdiri, masih bernafas, dan masih saling menguatkan. Di tangannya ada kurma, ikan kaleng, minyak, dan kue kering—bekal sederhana yang di kota mungkin tak istimewa, tetapi di tempat kami menjadi penanda hidup.

Perjalanan ke kampung tidak mudah. Jalan rusak, jembatan runtuh, dan sebagian harus ditempuh dengan berjalan kaki. Namun langkahnya tidak tergesa. Ia berhenti, menyapa, mendengar. Ia duduk bersama warga, mendengarkan cerita yang sama berulang-ulang: tentang hujan yang tak berhenti, tentang air yang naik tanpa permisi, tentang malam-malam ketika listrik padam dan harapan diuji.

Yang paling kami ingat bukan isi tasnya, melainkan caranya hadir. Ia tidak sibuk mencatat kerugian, tidak menghitung siapa paling terdampak. Ia mendengar tanpa menyela. Dalam situasi bencana, sikap seperti itu adalah kemewahan yang jarang kami terima.

Ketika waktu pulang tiba, kami merasa perlu memberinya sesuatu. Tidak banyak yang bisa kami berikan. Ladang rusak, panen tertunda, dan tenaga kami tersisa untuk bertahan. Maka kami memilih sebuah hadiah sederhana: buku. Buku untuk dibaca.

Buku itu kami berikan bukan sebagai kenang-kenangan kosong, tetapi sebagai titipan cerita. Agar apa yang ia lihat tidak berhenti di ingatan pribadi. Agar kampung ini tidak hanya menjadi titik di peta bencana, tetapi ruang hidup dengan wajah, suara, dan martabat.

Kami berharap, saat buku itu dibuka di tempat yang jauh, ia akan mengingat bahwa di sini pernah ada orang-orang yang kehilangan banyak hal, namun tidak kehilangan keinginan untuk berbagi. Bahwa membaca, seperti halnya datang dan mendengar, adalah bentuk lain dari kepedulian.

Dalam bencana, yang sering kali hilang lebih dulu bukan bantuan, melainkan perhatian yang berkelanjutan. Kunjungan Ibu Restu, dan buku yang kami titipkan bersamanya, menjadi pengingat bahwa kemanusiaan tidak selalu hadir dalam jumlah besar. Ia cukup hadir sebagai niat baik yang sungguh-sungguh.

Dan hari itu, kami belajar satu hal sederhana: bahwa ketika seseorang datang dengan cinta, yang pulang bersamanya bukan hanya oleh-oleh, melainkan cerita yang layak dijaga.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Melalui TJSL, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Perkuat Pelestarian Terumbu Karang dan Ekosistem Laut Kepulauan Seribu

18 April 2026 - 19:09 WIB

Mahasiswa FH Unsyiah Perdalam Peran Advokat dalam Perkara Narkotika Jelang Moot Court Competition XI

18 April 2026 - 17:29 WIB

AHY Ingin Partai Demokrat Membirukan Jawa Tengah, Rinto Subekti Jadi Calon Tunggal Ketua DPD

18 April 2026 - 16:38 WIB

Distribusi Bantuan untuk Warga Lubok Pusaka Terus Berlanjut, Sumur Bor hingga Terpal Disalurkan

18 April 2026 - 15:27 WIB

GLN Gareulis Luncurkan TALENTA 2026, Dorong Literasi sebagai Gerakan Transformatif

18 April 2026 - 15:00 WIB

Tani Merdeka Aceh Tengah Terdepan Menjaga Kedaulatan Pangan

18 April 2026 - 12:11 WIB

Zakat untuk Guru Al-Quran di Gaza, Menjaga Nyala Pendidikan di Tengah Krisis

18 April 2026 - 10:31 WIB

FIFASTRA Raih Silver WOW Brand 2026 Kategori Motorcycle Leasing

17 April 2026 - 14:49 WIB

Maret 2026, IPC TPK Jambi Catat Pertumbuhan Arus Peti Kemas 22,5 Persen

17 April 2026 - 14:10 WIB

360 PPIH Daker Madinah Siap Sukseskan Haji 2026

17 April 2026 - 12:15 WIB

Trending di NASIONAL