Menu

Mode Gelap
PNM Kenalkan Model Pembiayaan Syariah Berbasis Kepercayaan di Hadapan Negara-Negara D-8 Nina Nugroho Bergabung dengan IKAC, Wujud Pengabdian untuk Kampung Halaman Jum’at Berkah Aceh Bangun Ukhuwah Lewat Segelas Kopi dan Sepotong Kue di Masjid tansaran  Dirut PTPN I: Transformasi Harus Lebih Progresif! Nobar Perempatfinal Hingga Final Piala Dunia 2026 Dihadirkan InJourney Airports di 7 Bandara Kemenhub Sabet Penghargaan Indonesia Public Sector Initiative of the Year Transportation

RAGAM

Catatan LK Ara: Ibu Restu Menjenguk Kami Di Lokasi Musibah

badge-check


 Catatan LK Ara: Ibu Restu Menjenguk Kami Di Lokasi Musibah Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Ibu Restu datang dari Jakarta pada hari yang tidak lagi kami hitung tanggalnya dengan pasti. Beliau Ketua Yayasan Bumi Purnati Indonesia.

Sejak musibah, waktu di kampung kami berjalan berbeda: pagi ditandai lumpur yang mengering di kaki, siang oleh kabar jalan yang belum terbuka, dan malam oleh doa yang diulang agar esok lebih ringan.

Ia datang bukan sebagai pejabat dan bukan pula sebagai tamu yang ingin disambut berlebihan. Ia datang sebagai sesama manusia yang ingin memastikan bahwa kami yang terkena musibah masih berdiri, masih bernafas, dan masih saling menguatkan. Di tangannya ada kurma, ikan kaleng, minyak, dan kue kering—bekal sederhana yang di kota mungkin tak istimewa, tetapi di tempat kami menjadi penanda hidup.

Perjalanan ke kampung tidak mudah. Jalan rusak, jembatan runtuh, dan sebagian harus ditempuh dengan berjalan kaki. Namun langkahnya tidak tergesa. Ia berhenti, menyapa, mendengar. Ia duduk bersama warga, mendengarkan cerita yang sama berulang-ulang: tentang hujan yang tak berhenti, tentang air yang naik tanpa permisi, tentang malam-malam ketika listrik padam dan harapan diuji.

Yang paling kami ingat bukan isi tasnya, melainkan caranya hadir. Ia tidak sibuk mencatat kerugian, tidak menghitung siapa paling terdampak. Ia mendengar tanpa menyela. Dalam situasi bencana, sikap seperti itu adalah kemewahan yang jarang kami terima.

Ketika waktu pulang tiba, kami merasa perlu memberinya sesuatu. Tidak banyak yang bisa kami berikan. Ladang rusak, panen tertunda, dan tenaga kami tersisa untuk bertahan. Maka kami memilih sebuah hadiah sederhana: buku. Buku untuk dibaca.

Buku itu kami berikan bukan sebagai kenang-kenangan kosong, tetapi sebagai titipan cerita. Agar apa yang ia lihat tidak berhenti di ingatan pribadi. Agar kampung ini tidak hanya menjadi titik di peta bencana, tetapi ruang hidup dengan wajah, suara, dan martabat.

Kami berharap, saat buku itu dibuka di tempat yang jauh, ia akan mengingat bahwa di sini pernah ada orang-orang yang kehilangan banyak hal, namun tidak kehilangan keinginan untuk berbagi. Bahwa membaca, seperti halnya datang dan mendengar, adalah bentuk lain dari kepedulian.

Dalam bencana, yang sering kali hilang lebih dulu bukan bantuan, melainkan perhatian yang berkelanjutan. Kunjungan Ibu Restu, dan buku yang kami titipkan bersamanya, menjadi pengingat bahwa kemanusiaan tidak selalu hadir dalam jumlah besar. Ia cukup hadir sebagai niat baik yang sungguh-sungguh.

Dan hari itu, kami belajar satu hal sederhana: bahwa ketika seseorang datang dengan cinta, yang pulang bersamanya bukan hanya oleh-oleh, melainkan cerita yang layak dijaga.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jum’at Berkah Aceh Bangun Ukhuwah Lewat Segelas Kopi dan Sepotong Kue di Masjid tansaran 

10 Juli 2026 - 20:37 WIB

Nobar Perempatfinal Hingga Final Piala Dunia 2026 Dihadirkan InJourney Airports di 7 Bandara

10 Juli 2026 - 18:55 WIB

Omah Jangan Diam Terus, Resto di Depok yang Menyajikan Kelezatan, Perjalanan, dan Nilai Kemanusiaan

10 Juli 2026 - 17:05 WIB

Pelita Air Hadirkan Senandung Musikal Maliq & D’Essentials di Penerbangan

10 Juli 2026 - 15:42 WIB

Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun

10 Juli 2026 - 09:27 WIB

Sengkarut 4 Blok Lahan Kosong Negara di Kemayoran: Ketegasan Negara Menghilang?

10 Juli 2026 - 09:11 WIB

Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta

10 Juli 2026 - 04:10 WIB

Sabet Penghargaan, Model 3R mGanik Jadi Terobosan Kebuntuan Diabetes Tipe 2

10 Juli 2026 - 04:05 WIB

TEMUAN BPK: Defisit Keuangan Membengkak, Transparansi Perjalanan Dinas Pemko Subulussalam Dipertanyakan

10 Juli 2026 - 03:56 WIB

Tindak Lanjut MoU, Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah dan PT Bio Energy Rimba Perkuat Pendampingan Petani

10 Juli 2026 - 03:44 WIB

Trending di RAGAM