Menu

Mode Gelap
Eks Bassist Zivilia Gabung The Orion, Formasi Baru Siap Tancap Gas dengan Tiga Single Bupati Banggai Mangkir Lagi, PTUN Palu Siapkan Tahapan Eksekusi 6 Kades KGP Menyusuri Pelosok Gayo, dari Pipa Air hingga Seragam Pramuka Pelaku Usaha Makin Selektif Pilih Mal MK Pulihkan Aturan Anti-Evergreening, Batasi Celah Perpanjangan Paten Obat Stasiun Karet Ditutup Mulai 1 September, Penumpang KRL Dialihkan ke BNI City

RAGAM

Catatan LK Ara: Ibu Restu Menjenguk Kami Di Lokasi Musibah

badge-check


 Catatan LK Ara: Ibu Restu Menjenguk Kami Di Lokasi Musibah Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Ibu Restu datang dari Jakarta pada hari yang tidak lagi kami hitung tanggalnya dengan pasti. Beliau Ketua Yayasan Bumi Purnati Indonesia.

Sejak musibah, waktu di kampung kami berjalan berbeda: pagi ditandai lumpur yang mengering di kaki, siang oleh kabar jalan yang belum terbuka, dan malam oleh doa yang diulang agar esok lebih ringan.

Ia datang bukan sebagai pejabat dan bukan pula sebagai tamu yang ingin disambut berlebihan. Ia datang sebagai sesama manusia yang ingin memastikan bahwa kami yang terkena musibah masih berdiri, masih bernafas, dan masih saling menguatkan. Di tangannya ada kurma, ikan kaleng, minyak, dan kue kering—bekal sederhana yang di kota mungkin tak istimewa, tetapi di tempat kami menjadi penanda hidup.

Perjalanan ke kampung tidak mudah. Jalan rusak, jembatan runtuh, dan sebagian harus ditempuh dengan berjalan kaki. Namun langkahnya tidak tergesa. Ia berhenti, menyapa, mendengar. Ia duduk bersama warga, mendengarkan cerita yang sama berulang-ulang: tentang hujan yang tak berhenti, tentang air yang naik tanpa permisi, tentang malam-malam ketika listrik padam dan harapan diuji.

Yang paling kami ingat bukan isi tasnya, melainkan caranya hadir. Ia tidak sibuk mencatat kerugian, tidak menghitung siapa paling terdampak. Ia mendengar tanpa menyela. Dalam situasi bencana, sikap seperti itu adalah kemewahan yang jarang kami terima.

Ketika waktu pulang tiba, kami merasa perlu memberinya sesuatu. Tidak banyak yang bisa kami berikan. Ladang rusak, panen tertunda, dan tenaga kami tersisa untuk bertahan. Maka kami memilih sebuah hadiah sederhana: buku. Buku untuk dibaca.

Buku itu kami berikan bukan sebagai kenang-kenangan kosong, tetapi sebagai titipan cerita. Agar apa yang ia lihat tidak berhenti di ingatan pribadi. Agar kampung ini tidak hanya menjadi titik di peta bencana, tetapi ruang hidup dengan wajah, suara, dan martabat.

Kami berharap, saat buku itu dibuka di tempat yang jauh, ia akan mengingat bahwa di sini pernah ada orang-orang yang kehilangan banyak hal, namun tidak kehilangan keinginan untuk berbagi. Bahwa membaca, seperti halnya datang dan mendengar, adalah bentuk lain dari kepedulian.

Dalam bencana, yang sering kali hilang lebih dulu bukan bantuan, melainkan perhatian yang berkelanjutan. Kunjungan Ibu Restu, dan buku yang kami titipkan bersamanya, menjadi pengingat bahwa kemanusiaan tidak selalu hadir dalam jumlah besar. Ia cukup hadir sebagai niat baik yang sungguh-sungguh.

Dan hari itu, kami belajar satu hal sederhana: bahwa ketika seseorang datang dengan cinta, yang pulang bersamanya bukan hanya oleh-oleh, melainkan cerita yang layak dijaga.***

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bupati Banggai Mangkir Lagi, PTUN Palu Siapkan Tahapan Eksekusi 6 Kades

1 September 2026 - 09:26 WIB

KGP Menyusuri Pelosok Gayo, dari Pipa Air hingga Seragam Pramuka

1 September 2026 - 09:05 WIB

TPK Koja Pastikan Kelancaran Operasional dan Pelayanan Terminal Tetap Terjaga

31 Agustus 2026 - 21:27 WIB

13 Hari Hilang di Laut, Awak KM El Malika Ditemukan Selamat di Palau

31 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Pelindo, KSOP, dan Pelni Kolaborasi Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di NTT

31 Agustus 2026 - 17:48 WIB

FIFGROUP Raih Indonesia Best Multifinance Awards 2026

31 Agustus 2026 - 17:41 WIB

Pelindo Regional 2 Bersama BNN Jakarta Utara Dorong Pelajar SMAN 80 Jakarta Jadi Generasi Bersih Narkoba

31 Agustus 2026 - 17:37 WIB

Uji Coba Optimalisasi EAZI di TPK Berlian Berhasil Pangkas Waktu Pergantian Kapal Menjadi 29 Menit

31 Agustus 2026 - 17:31 WIB

Gandeng Berbagai Pihak, PSM Dorong Pemulihan dan Kebangkitan Pascabencana NTT

31 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Program IPCC GEMBIRA Beri Dampak Nyata, IPCC Raih InvestorTrust CSR Awards 2026

31 Agustus 2026 - 10:24 WIB

Trending di NASIONAL