Menu

Mode Gelap
KKP Terbitkan Izin Pemanfaatan Air Laut untuk 16 Pembangkit PLN Nusantara Power JPL 183 Rangkasbitung Ditutup Permanen 4 September, Warga Dialihkan ke JPO Ditjen Intram dan JICA Perkuat Integrasi Transportasi Publik Jabodetabek, Dorong Warga Tinggalkan Kendaraan Pribadi ASDP Sterilisasi Pelabuhan Merak, Perkuat Keselamatan dan Keamanan Kawasan Belajar dari Insiden KA Malabar, KAI Daop 1 Jakarta: Disiplin di Perlintasan Lindungi Nyawa dan Perjalanan Ketua Fraksi PKS DPRD Depok: Depok Darurat LGBT

Uncategorized

Catatan LK Ara: Puisi dan Kesabaran Orang Aceh

badge-check


 Catatan LK Ara: Puisi dan Kesabaran Orang Aceh Perbesar

Wartatrans.com, SASTRA — Penyair ternama Aceh – LK Ara, tak pernah henti menuliskan jejak peristiwa. Kehidupan baginya adalah puisi. Kali ini ia mencatat:

PUISI DAN KESABARAN ORANG ACEH

Ketika bencana datang, bahasa sering menjadi yang pertama roboh.

Ia runtuh bersama rumah, jalan, dan penanda hidup yang lain.

Kata-kata kehilangan bentuk, tak lagi sanggup menampung duka.

Di Aceh, bencana pernah menjelma gelombang sunyi—menyapu hampir seluruh wilayah, meninggalkan tanah sebagai halaman luka, dan manusia sebagai penunggu kesabaran.

Pada saat seperti inilah penyair menulis puisi, sebab puisi bukan teriakan, melainkan bisikan yang bertahan.

Penyair menulis puisi tentang bencana karena hatinya diajari mendengar.

Ia mendengar tangis yang tenggelam sebelum sempat menjadi berita,

melihat doa yang hanyut bersama air mata,

dan menyimpan harapan kecil yang tersisa di sela-sela puing.

Aceh dalam puisi bukan peta yang tercabik,

melainkan tubuh yang memar,

ibu yang meratap dalam diam,

dan rumah-rumah yang kehilangan denyut, namun belum kehilangan iman.

 

Bencana menjadikan kesedihan seperti hujan panjang tanpa jeda.

Hari-hari basah oleh sabar.

Melalui puisi, penyair mengumpulkan tetes-tetes duka itu agar tidak menguap menjadi lupa.

Puisi menjadi lentera di tengah gelap—

bukan untuk menerangi segalanya,

cukup untuk menjaga hati agar tidak padam.

Sebab setiap puing menyimpan kisah,

dan setiap sunyi adalah ayat yang menunggu dibaca.

 

Puisi tentang bencana juga cermin bagi manusia.

Ia mengajak kita menatap alam yang murka,

tangan manusia yang kadang lalai,

dan iman yang sedang diuji dengan cara paling sunyi.

Dari tanah Aceh yang terluka, puisi tumbuh seperti rumput di sela batu—

tak gagah, tak angkuh,

namun bersikeras hidup.

Metafora-metafora itu menjadi jembatan antara roboh dan sadar,

antara luka dan tawakal.

 

Pada akhirnya, penyair menulis puisi tentang bencana karena ia percaya kata-kata dapat menjadi penjahit luka.

Puisi adalah doa yang tidak berani keras,

zikir yang berjalan perlahan,

pelukan yang tak terlihat.

Dari bencana yang membekas di hampir seluruh Aceh,

puisi berdiri sebagai tanda kesabaran—

sunyi, sederhana,

dan berserah kepada Yang Maha Menjaga.

 

Doa Penutup

 

Ya Allah,

di tanah yang Kau uji dengan air, tanah, dan kehilangan,

kami belajar menyebut nama-Mu dengan suara yang lebih pelan.

Kuatkanlah kesabaran orang-orang Aceh,

jadikan luka mereka jalan pulang kepada-Mu,

dan jangan Kau biarkan duka ini berubah menjadi putus asa.

 

Terimalah puisi-puisi yang lahir dari air mata

sebagai zikir yang tak pandai berkata keras.

Ampuni kelalaian kami terhadap alam,

lembutkan tangan yang pernah serakah,

dan jernihkan hati yang mudah lupa.

 

Lindungilah yang lemah,

peluklah mereka yang kehilangan,

dan tumbuhkan kembali harapan

seperti rumput yang Kau izinkan hidup

di sela-sela batu.

 

Amin, ya Rabbal ‘alamin.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ketua Fraksi PKS DPRD Depok: Depok Darurat LGBT

27 Agustus 2026 - 17:51 WIB

DDII Kota Depok Mendukung Gerakan Dakwah di Parlemen Depok

27 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia  Kota Depok Lakukan Silaturahmi Dakwah ke Sekretaris Fraksi PKS dan Anggota DPRD Kota Depok

27 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Cegah Penyalahgunaan Disduk Capil Garut Musnahkan Blanko KTP-el Yang Rusak 

27 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Kembali ke Kampus, Wabup Bireuen Razuardi Jadi Pemateri PKKMB Universitas Almuslim 2026

27 Agustus 2026 - 11:21 WIB

Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok

27 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

Trending di RAGAM