Menu

Mode Gelap
Catatan LK Ara, Saat Menerima Anugrah Adiluhung HPI 2026 Penyair Gayo LK Ara Raih Anugerah Kepenyairan Adiluhung 2026 Kontribusi Pajak KAI Group Tembus Rp6,98 Triliun pada 2025, Naik 66 Persen Pengguna Tarif Reduksi Disabilitas KAI Melonjak 200 Persen pada Semester I 2026 KKP Percepat Rehabilitasi Tambak di Aceh, Targetkan 15.000 Hektare Kembali Beroperasi Tahun Ini KAI Sediakan 124 Water Station Gratis di 58 Stasiun, Dukung Kebutuhan Penumpang dan Kurangi Sampah Plastik

SENI BUDAYA

Catatan LK Ara, Saat Menerima Anugrah Adiluhung HPI 2026

badge-check


 Catatan LK Ara, Saat Menerima Anugrah Adiluhung HPI 2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Dengan penuh rasa syukur kepada Allah Swt., saya menerima Anugerah Adiluhung ini sebagai amanah, bukan sebagai penanda bahwa perjalanan telah selesai.

Ada beberapa larik yang saya tulis, dan malam ini izinkan saya membacakannya.

Bukan piala

yang membuat puisi hidup.

Puisi

tetap berjalan,

meski penyairnya

tak pernah dipanggil

ke panggung.

 

Hadirin yang saya muliakan,

Selama puluhan tahun saya hanya berusaha setia kepada puisi. Saya percaya, penyair bukanlah orang yang paling pandai berkata-kata, melainkan orang yang terus belajar mendengarkan suara kemanusiaan, suara kebudayaan, dan suara Tuhannya.

Karena itu, ketika hari ini saya berdiri di hadapan Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian, saya teringat kembali larik yang saya tulis.

Yang mereka hormati

bukan diriku,

🤪

melainkan

kesetiaan

untuk terus menulis,

meski dunia

tak selalu sempat

membaca.

 

Anugerah ini saya persembahkan kepada keluarga, para guru, para sahabat sastra, masyarakat Gayo dan Aceh, serta seluruh pembaca yang telah menemani perjalanan kepenyairan saya.

Saya percaya, penghargaan hanya singgah pada seorang penyair, tetapi sastra harus tetap tinggal di tengah masyarakat sebagai cahaya yang menjaga martabat manusia.

Izinkan saya menutup sambutan ini dengan larik terakhir dari puisi tersebut.

 

Anugerah ini bukan akhir perjalanan.

Ia hanya sebuah lampu kecil,

agar langkah berikutnya

lebih berhati-hati.

 

Sebab puisi yang sesungguhnya,

bukan yang dipuji manusia,

melainkan yang tetap diterima

oleh nurani.

Terima kasih kepada lembaga yang telah memberikan kepercayaan ini. Semoga Allah Swt. membimbing kita semua agar tetap berkarya dengan jujur, rendah hati, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.***

Baca Lainnya

Penyair Gayo LK Ara Raih Anugerah Kepenyairan Adiluhung 2026

26 Juli 2026 - 19:46 WIB

Harry De Fretes Hidupkan Semangat Persahabatan dan Musik Betawi Lewat Single “I Love You, Bestie”

26 Juli 2026 - 13:19 WIB

Unjuk Rasa, Unjuk Karya: Seniman Perjuangkan TIM sebagai Ruang Sejarah dan Peradaban

26 Juli 2026 - 10:09 WIB

Semarak Show Art Melukis di Atas Kaos Meriahkan Peunayong, Sempat Padatkan Jalan Khairil Anwar

25 Juli 2026 - 22:35 WIB

“Bang Ali, Mungkin Kini Saatnya Aku Memenuhi Permintaanmu”

25 Juli 2026 - 22:10 WIB

Murtala sukses membawa Ratoh Duek Aceh, bersama Lyn Williams & Gondwana Choir Keliling dunia 

25 Juli 2026 - 14:18 WIB

Jelang HUT ke-36, SCTV Andalkan Dua Sinetron Baru Bertema Cinta Remaja dan Drama Balas Dendam

25 Juli 2026 - 13:59 WIB

Art Spectrum Activity Hadirkan Talkshow dan Melukis Bersama

23 Juli 2026 - 22:09 WIB

Show Art Delapan Bulan Pascabencana Aceh: Meraih Mimpi, Menumbuhkan Harapan Lewat Lukisan di Atas Kaos

23 Juli 2026 - 13:53 WIB

Seniman Dorong Penguatan Ekosistem Seni di Taman Ismail Marzuki

22 Juli 2026 - 19:17 WIB

Trending di SENI BUDAYA