Menu ✖

Mode Gelap
Lima Tahun Pascamerger, Pelindo Teguhkan Transformasi Berlandaskan Semangat Persatuan Netizen Jepang Soroti Petugas KAI Services Bersihkan KRL Saat Kereta Beroperasi Sambut Hari Pelindo, Regional 4 Gelar Donor Darah dan Target 100 Kantong DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Ucapkan Selamat atas Pelantikan Plt. Kepala Dinas Pertanian Mulai Hari Ini, Argo Muria, Argo Sindoro, dan Argo Merbabu Gunakan Satu Nama KA Muria, KAI Ingatkan Pelanggan Jangan Keliru Pengobatan Gratis BMPRI Dekatkan Layanan Kesehatan kepada Warga Kampung Antalisa

SENI BUDAYA

Catatan LK Ara, Saat Menerima Anugrah Adiluhung HPI 2026

badge-check


 Catatan LK Ara, Saat Menerima Anugrah Adiluhung HPI 2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Dengan penuh rasa syukur kepada Allah Swt., saya menerima Anugerah Adiluhung ini sebagai amanah, bukan sebagai penanda bahwa perjalanan telah selesai.

Ada beberapa larik yang saya tulis, dan malam ini izinkan saya membacakannya.

Bukan piala

yang membuat puisi hidup.

Puisi

tetap berjalan,

meski penyairnya

tak pernah dipanggil

ke panggung.

 

Hadirin yang saya muliakan,

Selama puluhan tahun saya hanya berusaha setia kepada puisi. Saya percaya, penyair bukanlah orang yang paling pandai berkata-kata, melainkan orang yang terus belajar mendengarkan suara kemanusiaan, suara kebudayaan, dan suara Tuhannya.

Karena itu, ketika hari ini saya berdiri di hadapan Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian, saya teringat kembali larik yang saya tulis.

Yang mereka hormati

bukan diriku,

🤪

melainkan

kesetiaan

untuk terus menulis,

meski dunia

tak selalu sempat

membaca.

 

Anugerah ini saya persembahkan kepada keluarga, para guru, para sahabat sastra, masyarakat Gayo dan Aceh, serta seluruh pembaca yang telah menemani perjalanan kepenyairan saya.

Saya percaya, penghargaan hanya singgah pada seorang penyair, tetapi sastra harus tetap tinggal di tengah masyarakat sebagai cahaya yang menjaga martabat manusia.

Izinkan saya menutup sambutan ini dengan larik terakhir dari puisi tersebut.

 

Anugerah ini bukan akhir perjalanan.

Ia hanya sebuah lampu kecil,

agar langkah berikutnya

lebih berhati-hati.

 

Sebab puisi yang sesungguhnya,

bukan yang dipuji manusia,

melainkan yang tetap diterima

oleh nurani.

Terima kasih kepada lembaga yang telah memberikan kepercayaan ini. Semoga Allah Swt. membimbing kita semua agar tetap berkarya dengan jujur, rendah hati, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.***

Baca Lainnya

Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai

1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Rhoma Irama Menangis Saat Menonton Film Lawas, dari Pengabdian ke Perjuangan Dangdut Menuju UNESCO

30 September 2026 - 08:17 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta

30 September 2026 - 01:37 WIB

Bupati Aceh Tamiang Dorong Terapi Melukis untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana

29 September 2026 - 19:34 WIB

Ekraf Peduli Hadirkan Karya Anak Korban Bencana Sumatra, Pemerintah Dorong Pemulihan Lewat Seni

29 September 2026 - 18:39 WIB

Dianna Dee Full Jadwal Show, Sempatkan Cover Lagu di YouTube, 1 Minggu Tembus Setengah Juta Views

29 September 2026 - 17:10 WIB

HUT ke 81, KAI Daop 4 Semarang Menggelar Acara Baca Puisi Antar Negara

29 September 2026 - 09:44 WIB

Trending di RAGAM