Menu

Mode Gelap
Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial

PERISTIWA

Catatan LK Ara Selamat Dari Bencana

badge-check


 Catatan LK Ara Selamat Dari Bencana Perbesar

Wartatrans.com, LINGE  – Kabut pagi menggantung di lembah Linge, menyelimuti pepohonan basah dan bebatuan licin. Usai hujan deras yang memutus jembatan dan menimbun sejumlah badan jalan, penyair senior L.K. Ara tetap melanjutkan agenda kebudayaannya di wilayah tersebut. Ia hadir sebagai tamu undangan Festival Linge ke-2 untuk membacakan puisi dan menjadi juri lomba sastra.

Dalam acara itu, L.K. Ara memukau pengunjung dengan pembacaan puisinya “Syair Riwayat Adi Genali, Raja ke-4”, sebuah karya yang sarat pesan moral bagi masyarakat Linge: agar tetap “juyur, berani, dan memiliki harga diri.” Pembacaan tersebut menggema di aula festival, menggetarkan hati warga dan para peserta lomba.

Selama berada di Linge, L.K. Ara menginap di rumah juru kunci Rumah Adat Gayo, Rumah Pitu Ruang. Malam-malamnya diisi perbincangan mengenai sastra, kehidupan, dan budaya Gayo, menghadirkan suasana hangat di tengah cuaca yang tak bersahabat.

Pada Kamis pagi, rombongan bergerak menuju penyeberangan sungai di Kala Ili. Rakit tak dapat beroperasi akibat arus deras; hanya sling tipis yang tersisa untuk diseberangi. Sebelum menyeberang, Reje Kampung Linge kembali meminta penyair itu membacakan bait-bait “Syair Riwayat Adi Genali”. Suara L.K. Ara kembali menggema di tepian sungai, menguatkan warga bahwa nilai-nilai kejujuran dan keberanian tak boleh luntur meski dihadapkan pada tantangan alam.

Momen menyeberang menjadi sorotan. Langkah demi langkah L.K. Ara di atas sling berlangsung dalam ketegangan, diiringi percikan air dari arus sungai yang mengamuk. Warga menyaksikan dengan napas tertahan hingga penyair berusia lanjut itu tiba dengan selamat di seberang, disambut tepuk tangan hangat.

Perjalanan dilanjutkan menuju Wag, didampingi Rusli—Kepala Sekolah SD setempat—dengan sepeda motor. Jalan licin dan berbatu menuntut konsentrasi tinggi. Ban motor hanya berjarak beberapa jengkal dari tebing curam, medan yang membuat setiap tikungan terasa menegangkan. Namun pemandangan lembah dan hutan pegunungan memberikan ketenangan di tengah risiko perjalanan.

Keesokan harinya, Rusli kembali mengantar L.K. Ara menuju Takengon. Meski jalur masih becek dan berliku, perjalanan berlangsung lebih aman berkat pengalaman sehari sebelumnya serta kepedulian masyarakat setempat.

Bagi warga Linge, perjalanan ini meninggalkan kesan mendalam. Mereka menilai bahwa puisi, budaya, dan semangat kebudayaan tetap hidup, bahkan di tengah medan yang paling sulit. Arus sungai, malam-malam di Rumah Pitu Ruang, hingga jalan-jalan terjal di perbukitan, semuanya menjadi bagian dari perjalanan yang mengulang pesan yang selalu disampaikan L.K. Ara dalam karyanya: tetap juyur, berani, dan memiliki harga diri.*** (LK Ara)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok

27 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta

26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Trending di RAGAM